Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
31Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah

makalah

Ratings: (0)|Views: 3,135 |Likes:
Published by Selamet Harianto

More info:

Published by: Selamet Harianto on Dec 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2013

pdf

text

original

 
Menghadapi era globalisasi ekonomi, ancaman bahaya laten terorisme, komunisme danfundamentalisme merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Disamping ituyang patut diwaspadai adalah pengelompokan suku bangsa di Indonesia yang kini semakin kuat.Ketika bangsa ini kembali dicoba oleh pengaruh asing untuk dikotak kotakan tidak saja olehkonflik vertikal tetapi juga oleh pandangan terhadap ke Tuhanan Yang Maha Esa.
Pemahaman Nasionalisme yang berkurang
Di saat negara membutuhkan soliditas dan persatuan hingga sikap gotong royong, sebagian kecilmasyarakat terutama justru yang ada di perkotaan justru lebih mengutamakan kelompoknya,golonganya bahkan negara lain dibandingkan kepentingan negaranya. Untuk itu sebaiknya setiapkomponen masyarakat saling berinterospeksi diri untuk dikemudian bersatu bahu membahumembawa bangsa ini dari keterpurukan dan krisis multidimensi.Februari 1, 2008Kategori:Hankam. . Penulis: ideologipancasila. Komentar:& Komentar  
Menghadapi era globalisasi ekonomi, ancaman bahaya laten terorisme, komunisme danfundamentalisme merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Disamping ituyang patut diwaspadai adalah pengelompokan suku bangsa di Indonesia yang kini semakin kuat.Ketika bangsa ini kembali dicoba oleh pengaruh asing untuk dikotak kotakan tidak saja olehkonflik vertikal tetapi juga oleh pandangan terhadap ke Tuhanan Yang Maha Esa.
Pemahaman Nasionalisme yang berkurang
Di saat negara membutuhkan soliditas dan persatuan hingga sikap gotong royong, sebagian kecilmasyarakat terutama justru yang ada di perkotaan justru lebih mengutamakan kelompoknya,golonganya bahkan negara lain dibandingkan kepentingan negaranya. Untuk itu sebaiknya setiapkomponen masyarakat saling berinterospeksi diri untuk dikemudian bersatu bahu membahumembawa bangsa ini dari keterpurukan dan krisis multidimensi.Februari 1, 2008Kategori:Hankam. . Penulis: ideologipancasila. Komentar:& Komentar  
Telah beristirahat dengan tenang di Rumah Sakit Pusat Pertamina Mantan PresidenRepublik Indonesia ke 2 Jendral Besar H.M Soeharto pada tanggal 27 Januari 2007.Semoga amal ibadahnya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa
Februari 1, 2008Kategori:Sosial. . Penulis:ideologipancasila . Komentar: & Komentar  
Salah satu persyaratan mutlak harus dimiliki oleh sebuah negaraadalahwilayahkedaulatan, di sampingrakyatdan pemerintahan yang diakui. Konsep dasar wilayah negara kepulauantelah diletakkan melaluiDeklarasi Djuanda 13 Desember  1957.Deklarasi tersebut memiliki nilai sangat strategis bagi bangsa Indonesia,karena telah melahirkan konsep Wawasan Nusantara yang menyatukan wilayah Indonesia. Laut  Nusantara  bukan lagi sebagai pemisah, akan tetapi
 
sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang disikapi sebagai wilayah kedaulatan mutlak NegaraKesatuan Republik Indonesia.Ada bangsa yang secara eksplisit mempunyai cara bagaimana ia memandang tanah airnya beserta lingkungannya. Cara pandang itu biasa dinamakan wawasan nasional. Sebagai contoh,Inggrisdengan pandangan nasionalnya berbunyi: “Brittain rules the waves”. Ini berarti tanahInggris bukan hanya sebatas pulaunya, tetapi juga lautnya.Tetapi cukup banyak juga negara yang tidak mempunyai wawasan, seperti: Thailand,Perancis, Myanmar dan sebagainya. Indonesia wawasan nasionalnya adalah wawasan nusantara yangdisingkat wasantara. Wasantara ialah cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasiladan Undang-Undang Dasar 1945tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang sarwanusantara dan penekanannya dalam mengekspresikan diri sebagai bangsa Indonesia di tengah-tengah lingkungannya yang sarwa nusantara itu. Unsur-unsur dasar wasantara itu ialah: wadah(contour atau organisasi), isi, dan tata laku. Dari wadah dan isi wasantara itu, tampak adanya bidang-bidang usaha untuk mencapai kesatuan dan keserasian dalam bidang-bidang:
Satu kesatuan Wilayah
Satu kesatuan Bangsa
Satu kesatuan Budaya
Satu kesatuan Ekonomi
Satu kesatuan HankamJelaslah disini bahwa wasantara adalah pengejawantahan falsafah Pancasila dan UUD 1945dalam wadah negara Republik Indonesia. Kelengkapan dan keutuhan pelaksanaan wasantaraakan terwujud dalam terselenggaranya ketahanan nasional Indonesia yang senantiasa harusditingkatkan sesuai dengan tuntutan zaman. Ketahanan nasional itu akan dapat meningkat jikaada pembangunan yang meningkat, dalam “koridor” wasantara.
Hakekat Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara adalah cara pandang Bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut dan udara di atasnya sebagai satukesatuan Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Pertahanan Keamanan.Februari 1, 2008Kategori:Politik  . . Penulis:ideologipancasila. Komentar:& Komentar  
Seperti yang sudah sudah, kini mulai timbul segelintir kelompok yang menginginkan perubahandasar negara indonesia yang selama ini menggunakan azaz tunggal Pancasila menjadi sebuahnegara yang berdasarkan Khilafah atau untuk kalangan awam disebut Syariat Islam. Kini pertanyaanya adalah apakah memang sistem tersebut sangat sempurna sehingga patutmengganti azas Pancasila yang selama ini telah menjadi rumah yang nyaman bagi berbagai umat beragama. Sebagai contoh yang paling kongkret adalah keadialan sistem itu sendiri. Sebagaicontoh paling mudah adalah definisi benar salah menurut agama tertentu bukan definisi bersama berdasarkan Pancasila yang mengakui lima agama. Apakah itu yang kita inginkan? dimanasemua kebenaran, kesalahan dan standar moral di nilai hanya berdasarkan standar satu agama
 
mayoritas? Apakah nasib penganut agama minoritas akan disingkirkan atau tersingkirkan dengansendirinya? Ingat, “Keharusan Partai Berazaskan Pancasila” yang kini digadang oleh partai Golkar dan PDIPerjuangan telah membuat kepanasan partai partai Islam radikal yang pada dasarnya inginmenghancurkan kebhinekaan dan keberagaman budaya Indonesia dengan menggantinya menjadisistem Syariat Islam. Jika memang ingin merubah PANCASIlA kami siap membelaPANCASILA sampai titik darah penghabisan.September 26, 2007Kategori:Budaya,Demokrasi, Politik . . Penulis:ideologipancasila . Komentar: & Komentar  
Pikirkan jika suatu kebenaran, kesalahan maupun etika moral ditentukan oleh sebuah definisisebuah agama dalam hal ini agama Islam. Sedangkan ketika anda terlibat didalamnya andaadalah seseorang yang memeluk agama diluar Islam! Apakah yang anda pikirkan dan bagaimana perasaan di hati anda ketika sebuah kebenaran dan moralitas pada hati nurani andaditentukan oleh agama lain yang bukan anda anut?Sekarang dibeberapa provinsi telah terjadi, dengan alasan moral dan budaya maka diterapkanlahaturan tersebut. Sebagai contoh, kini di sebuah provinsi semua wanita harus menggunakan jilbab.Mungkin bagi sebagian kecil orang yang tinggal di Indonesia merupakan keindahan namun bagaimana dengan budaya yang selama ini telah ada? Jangankan di tanah Papua, pakaian Kebaya punartinya dilarang dipakai olah putri daerah. Bukankah ini merupakan penghianatan terhadapkebhinekaan bangsa Indonesiayang begitu heterogen. Jika anda masih ragu, silahkan lihat apayang terjadi di Saudi Arabia dengan aliran Salafy Wahabinya.Tidak ada pemilu, tidak adakesetaraan gender dan lihat betapa tersisihnya kaum wanita dan penganut agama minoritasdisana. Jika memang anda cinta dengan Adat, Budaya dan Toleransi umat beragama di Indonesiadukung dan jagalah kesucian Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa.Agustus 14, 2007Kategori:Budaya,Demokrasi. . Penulis:ideologipancasila . Komentar: & Komentar  
Seperti yang telah kita ketahui bahwa di Indonesia terdapat berbagai macam suku bangsa, adatistiadat hingga berbagai macam agama dan aliran kepercayaan. Dengan kondisi sosiokultur yang begitu heterogen dibutuhkan sebuah ideologi yang netral namun dapat mengayomi berbagaikeragaman yang ada di Indonesia.Karena itu dipilihlah Pancasila sebagai dasar negara. Namun saat ini yang menjadi permasalahanadalah bunyi dan butir pada sila pertama. Sedangkan sejauh ini tidak ada pihak manapun yangsecara terang terangan menentang bunyi dan butir pada sila kedua hingga ke lima, kecuali HizbutTahrir Indonesia yang secara terang terangan menentang pasal ke 4. Namun hal itu akan dibahaslain kali.Sila pertama yang berbunyi “ketuhanan yang maha esa” pada saat perumusan pernah diusulkanoleh PDU PPP dan FDU (kini PKS) ditambah dengan kata kata“… dengan kewajibanmenjalankan syariat islam bagi pemeluknya“sejak saat itu dikenal sebagaiPiagam Jakarta.  Namun dua ormas Islam terbesar saat itu – hingga kini yaitu Nahdatul Ulama danMuahmmadiyah menentang penerapan Piagam Jakarta tersebut, karena dua ormas Islam tersebut

Activity (31)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
sinratense liked this
Ihwal Praja liked this
Nazirah Mustafa liked this
Ignasius Wahyudi liked this
Beny First liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->