3
logika-ilmiah. Berbeda dari mode logika ilmiah yang berupaya mencari kondisi-kondisi kebenaran, mode naratif secara kontekstual berupaya mencari hubungan-hubungan tertentu di antara kejadian-kejadian. Hubungan-hubungan di antarakejadian-kejadian inilah yang disebut
makna
(Hempel dalam Winarno, dkk, 2004:16).Kapan saja kita menulis tulisan ilmiah, sesungguhnya kita menuturkansemacam cerita, atau sebagian dari narasi yang lebih luas. Sebagian dari ceritayang kompleks diuraikan lebih konkret dan dekat dengan kita, sedangkan yanglainnya lebih abstrak, berjarak dari pengalaman kita, dan memantapkan hegemoniyang sudah ada. Malahan tak hanya sebatas itu. Ketika kita memaparkan cerita,kerap kali kita mempertautkan kajian kita dengan sesuatu yang meta naratif.Misalnya, bagaimana kajian kita dalam menyumbangkan suatu gagasan baru bagiilmu pengetahuan tertentu. Laporan penelitian konversional menggambarkansubteks yang digerakkan oleh narasi: teori (tinjauan pustaka adalah masa lampauatau penyebab peneliti melakukan sebuah kajian ke masa depan – penemuan danimplikasi (bagi peneliti, yang diteliti, dan ilmu (pengetahuan). Oleh karena itu,struktur narasi adalah praoperatif atau prakonsepsi, tidak soal apakah seseorangmenulis dalam mode naratif atau mode logika-ilmiah. Karya ilmiah dibedakanmenjadi artikel, makalah dan leporan penelitian. Berikut ini akan dipaparkanmengenai ragam karya ilmiah.
A.Ragam Karya Ilmiah1.Artikela.Pengertian Artikel
Artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnalatau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikutipedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati. Artikel yang ditulis olehmahasiswa, dosen, pustakawan, peneliti, dan penulis lainnya dapat diangkat darihasil pemikiran dan kajian pustaka, atau hasil pengembangan proyek. Dari segisistematika penulisan dan isinya, artikel dapat dikelompokkan menjadi dua macam,