Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
59Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Problematika Bahasa Indonesia

Problematika Bahasa Indonesia

Ratings: (0)|Views: 6,772 |Likes:
Published by Kasman Sose

More info:

Published by: Kasman Sose on Dec 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

 
Senin, 23 November 2009
ABSTRAK: Problematika pembelajaran bahasa Indonesia dalam era globalisasi danrevolusi iptek mau tidak mau mendorong guru bahasa Indonesia untuk berupayameningkatkan kemampuannya dalam bidang ICT. Di era globalisasi, teknologi informasi berperan sangat penting. Dengan menguasai teknologi dan informasi, kita memilikimodal yang cukup untuk menjadi pemenang dalam persaingan global. Tidak menguasaiteknologi informasi berarti identik dengan buta huruf. Pemanfaatan ICT dalam proses pembelajaran oleh guru bahasa Indonesia sangatlah baik dan dianjurkan mengingat pentingnya perkembangan bahasa Indonesia dalam bidang ilmu pengetahuan danteknologi. Seperti kita ketahui bahwa masih banyak guru yang belum bisa menguasai danmemanfaatkan ICT dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran bahasa Indonesia.Bahkan mungkin belum mengenal apa itu ICT.
PENDAHULUAN
Dalam dunia pendidikan, keberadaan sistem informasi dan komunikasi merupakan salahsatu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pendidikan. Sebuah lembaga pendidikan harus memiliki komponen–komponen yang diperlukan untuk menjalankanoperasional pendidikan, seperti siswa, sarana dan prasarana, struktur organisasi, proses,sumber daya manusia (tenaga pendidik), dan biaya operasi. Sedangkan sistemkomunikasi dan informasi terdiri dari komponen–komponen pendukung lembaga pendidikan untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan pihak pengambil keputusansaat melakukan aktivitas pendidikan. Pendidikan tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. ICT bukan lagi menjadi asingdalam dunia pendidikan tetapi sudah menjadi penting dan sangat mendukung dalamdunia pendidikan. “Dahulu”, ada guru yang mengajar penggunaan computer, “Sekarang” banyak guru mengajar penggunaan computer, “Nanti”, guru tak perlu mengaja penggunaan computer. Belajar tentang ICT dilakukan dengan sendiri. Belajar bersamaguru harus di gabung
 
dengan belajar dengan sumber belajar lainnya, dimanapun,kapanpun, dan siapapun. Bila seorang guru mampu menggunakan ICT sebagai alat dalammengajar, dan setiap siswa menggunakannya sebagai alat untuk belajar, maka tidak perluICT menjadi mata pelajaran dan masuk dalam kurikulum.Problematika yang dihadapi oleh guru bahasa Indonesia dalam era globalisasi terkaitdengan perkembangan ICT sangat krusial. Perkembangan Teknologi informasi dankomunikasi di era globlaisasi saat ini berimplikasi pada pergeseran paradigma dalamsistem pendidikan. Paradigma baru pembelajaran pada era globalisasi memberikantantangan yang besar bagi guru. Pada era ini dalam melaksanakan profesinya, gurudituntut lebih meningkatkan profesionalitasnya. Menurut para ahli, profesionalismemenekankan kepada penguasaan ilmu pengetahuan atau kemampuan manajemen besertastrategi penerapannya. Guru yang profesional pada dasarnya ditentukan oleh attitudenyayang berarti pada tataran kematangan yang mempersyaratkan keinginan dan kemampuan, baik secara intelektual maupun kondisi fisik yang prima.
 
Maister (1997) mengemukakan bahwa profesionalisme bukan sekadar pengetahuanteknologi dan manajemen tetapi lebih merupakan sikap, pengembangan profesionalismelebih dari seorang teknisi bukan hanya memiliki keterampilan yang tinggi tetapi memilikisuatu tingkah laku yang dipersyaratkan. Menurut Arifin (2000), guru yang profesionaldipersyaratkan mempunyai; 1) dasar ilmu yang kuat sebagai pengejawantahan terhadapmasyarakat teknologi dan masyarakat ilmu pengetahuan di era globalisasi, 2) penguasaankiat-kiat profesi berdasarkan riset dan praksis pendi-dikan yaitu ilmu pendidikan sebagaiilmu praksis bukan hanya merupakan konsep-konsep belaka. Pendidikan merupakan proses yang terjadi di lapangan dan bersifat ilmiah, serta riset pendidikan hendaknyadiarahkan pada praksis pendidikan masyarakat Indonesia, 3) pengembangan kemampuan profesional berkelanjutan, profesi guru merupakan profesi yang berkembang terusmenerus dan berkesinambungan antara LPTK dengan praktek pendidikan.Dengan adanya persyaratan profesionalisme guru ini, perlu adanya paradigma baru untuk melahirkan profil guru yang profesional di era globalisasi, yaitu; 1) memiliki kepribadianyang matang dan berkembang, 2) penguasaan ilmu yang kuat, 3) keterampilan untuk membangkitkan peserta didik kepada sains dan teknologi, dan 4) pengembangan profesisecara berkesinambungan. Keempat aspek tersebut merupakan satu kesatuan utuh yangtidak dapat dipisahkan dan ditambah dengan usaha lain yang ikut mempengaruhi perkembangan profesi guru yang profesional.Apabila syarat-syarat profesionalisme guru tersebut terpenuhi, akan melahirkan profilguru yang kreatif dan dinamis yang dibutuhkan pada era globalisasi. Hal ini sejalandengan pendapat Semiawan (1999), bahwa pemenuhan persyaratan guru profesional akanmengubah peran guru yang semula sebagai orator yang verbalistis menjadi berkekuatandinamis dalam menciptakan suatu suasana dan lingkungan belajar yang inovatif. Dalamrangka peningkatan mutu pendidikan, guru memiliki multi fungsi yaitu sebagai fasilitator,motivator, informator, komunikator, transformator, change agent, inovator, konselor,evaluator, dan administrator.
PEMBAHASAN
 1.
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Globalisasi
Dalam era globalisasi ini, bahasa Indonesia perlu dibina dan dimasyarakatkan oleh setiapwarga negara Indonesia. Pembinaan ini paling tepat adalah dalam pembelajaran disekolah. Sehingga guru bahasa Indonesialah yang sangat berperan penting dalammenjaga dan melesterikan bahasa Indonesia. Hal ini diperlukan agar bangsa Indonesiatidak terbawa arus oleh pengaruh dan budaya asing yang jelas-jelas tidak sesuai dan(bahkan) tidak cocok dengan bahasa dan budaya bangsa Indonesia. Pengaruh dari luar atau pengaruh asing ini sangat besar kemngkinannya terjadi pada era globalisasi ini.Batas antarnegara yang sudah tidak jelas dan tidak ada lagi, serta pengaruh alatkomunikasi yang begitu canggih harus dihadapi dengan mempertahankan jati diri bangsaIndonesia, termasuk jati diri bahasa Indonesia. Sudah barang tentu, hal ini semuamenyangkut tentang kedisiplinan berbahasa nasional, yaitu pematuhan aturan-aturan yan berlaku dalam bahasa Indonesia dengan memperhatikan siatuasi dan kondisi
 
 pemakaiannya. Dengan kata lain, pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah sekolahharus menarik dan menyenangkan agar para siswa tidak bosan untuk mengikutinya.Pihak pemerintah pun telah membantu secara tidak langsung dalam pelestarian bahasaIndonesia melalui Ujian Nasional. Oleh karena itu pemakai bahasa Indonesia yang berdisiplin adalah pemakai bahasa Indonesia yang patuh terhadap semua kaidah atauaturan pemakaian bahasa Indonesia yang sesuai dengan situasi dan kondisinya. DalamRencana Strategis Depertemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 disebutkan bahwasalah satu kendala dalam pemerataan pendidikan di Indonesia adalah cakupan geografisyang luas. Hal ini memerlukan modernisasi pada sistim dan jaringan informasimenggunakan ICT yang memadai. Luasnya wilayah kedaulatan Republik Indonesia danluasnya sebaran penduduknya dapat dipersatukan dengan jaringan – jaringan teknologiinformasi. Hal ini merupakan salah satu faktor yang mengharuskan pengembangan ICTdalam dunia pendidikan di Indonesia. Agar kualitas sumber daya manusia Indonesia yangmerupakan produk dari pendidikan itu semakin baik dan dapat bersaing dalam dunia yang berbasiskan teknologi. Oleh sebab itu Depertemen Pendidikan Nasional melaluiPUSTEKKOM melakukan pengembangan terus menerus terhadap ICT untuk dunia pendidikan di Negara kita ini.Di samping itu, disiplin berbahasa nasional juga menunjukkan rasa cinta kepada bahasa,tanah air, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setiap warga negara Indonesia mesti bangga mempunyai bahasa Indonesia dan lalu menggunakannya dengan baik dan benar.Rasa kebanggaan ini pulalah yang dapat menimbulkan rasa nasionalisme dan rasa cintatanah air yang mendalam. Setiap warga negara yang baik mesti malu apabila tidak dapatmenggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sikap pemakai bahasa Indonesiademikian ini merupakan sikap yang positif, baik, dan terpuji. Sebaliknya, apabila yangmuncul adalah sikap yang negatif, tidak baik, dan tidak terpuji, akan berdampak pada pemakaian bahasa Indonesia yang kurang terbina dengan baik. Mereka menggunakan bahasa Indonesia “asal orang mengerti”. Muncullah pemakaian bahasa Indonesia sejenis bahasa prokem, bahasa plesetan, dan bahasa jenis lain yang tidak mendukung perkembangan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.Mereka tidak lagi memperdulikan pembinaan bahasa Indonesia. Padahal, pemakai bahasaIndonesia mengenal ungkapan “Bahasa menunjukkan bangsa”, yang membawa pengertian bahwa bahasa yang digunakan akan menunjukkan jalan pikiran si pemakai bahasa itu. Apabila pemakai bahasa kurang berdisiplin dalam berbahasa, berarti pemakai bahasa itu pun kurang berdisiplin dalam berpikir. Akibat lebih lanjut bisa diduga bahwasikap pemakai bahasa itu dalam kehidupan sehari-hari pun akan kurang berdisiplin.Padahal, kedisiplinan itu sangat diperlukan pada era globalisasi ini. Lebih jauh, apabila bangsa Indonesia tidak berdisiplin dalam segala segi kehidupan akan mengakibatkankekacauan cara berpikir dan tata kehidupan bangsa Indonesia. Apabila hal ini terjadi,kemajuan bangsa Indonesia pasti terhambat dan akan kalah bersaing dengan bangsa lain.Era globalisasi merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk dapat mempertahankandiri di tengah-tengah pergaulan antarbangsa yang sangat rumit. Untuk itu, bangsaIndonesia harus mempersiapkan diri dengan baik dan penuh perhitungan. Salah satu hal

Activity (59)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Agus Martono added this note
terima kasih , atas informasi tentang pendidikan, kalau ada yang baru tolong di update lewat email... terima kasih
Ichsan liked this
Iin Jha Boyehh liked this
Aquila Cartiy liked this
Rafida Lidianti liked this
Tri Lestari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->