Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
12Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAHAN AJAR 4

BAHAN AJAR 4

Ratings: (0)|Views: 2,895|Likes:
Published by Rubiyanto

More info:

Published by: Rubiyanto on Dec 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/22/2012

pdf

text

original

 
BAHAN AJAR 4Mata kuliah : Teori sastraKode Mata Kuliah : 212216Semester / Kelas : I / A,B,C dan DPertemuan Minggu ke- : 4Waktu : 3X50 menitPengampu : Dra. Elyusra, M.Pd.
Standar Kompetensi
 
: 2. Mendefinisikankonsep-konsep dasar sastra danstudi sastra
 
Kompetensi Dasar
 
:
2.3 Menjelaskanmaksud kaidah sastra2.4 Menjelaskan maksud ciri-cirisastra2.5 Menjelaskan wilayah studisastra2.6 Menjelaskan wilayahkesusastraaan 
I.PendahuluanP
erkuliahan ini merupakan lanjutan perkuliahan kedua,yang akan membahas beberapa konsep dasar sastra dandilanjutkan dengan pembahasan wilayah studi sastra danwilayah kesusastraan. Setelah membahas keempatkonsep ini, berarti keseluruhan konsep dasar sastra yangditetapkan dalam silabus telah dibahas. Penguasaankonsep-konsep ini sangat penting artinya bagipemahaman Anda terhadap konsep-konsep padapembelajaran berikutnya. Selain itu, konsep-konsep inipunya hubungan yang erat dengan konsep-konsepsebelumnya. Oleh sebab itu, pahamkanlah konsep-konsepberikut ini.
 
II. Materi
Konsep-konsep Dasar Sastra dan Studi SastraA
da empat konsep yang akan dibahas dalamperkuliahan keempat ini, yaitu: 1) kaidah sastra, 2) ciri-cirisastra, 3) wilayah studi sastra, dan 4) wilayahkesusastraan. Keempat konsep tersebut adalah sebagaiberikut ini.
I.1
Kaidah sastra / daya tarik sastra
Sebagaimana dikatakan Herman J. Waluyo, (1994: 56-58 ) bahwa kaidah sastra atau daya tarik sastra terdapatpada unsur-unsur karya sastra tersebut. Pada karya ceritafiksi, daya tariknya terletak pada unsur ceritanya, yaknicerita atau kisah dari tokoh-tokoh yang diceritakansepanjang cerita yang dimaksud. Selain itu, faktor bahasa juga memegang peranan penting dalam menciptakandaya pikat, kemudian gayanya dan hal-hal yang khasyang dapat menyebabkan karya itu memikat pembaca.Khusus pada cerita fiksi, ada empat hal lagi yangmembantu menciptakan daya tarik suatu cerita rekaan,yaitu : 1) kreativitas, 2) tegangan (suspense), 3) konflik,dan 4) jarak estetika. Uraian keempatnya sebagaimanadikutip dari Waluyo ( 1994:58-60 ) berikut ini.
1)Kreativitas
Tanpa kreativitas, karya sastra yang diciptakan pengarang tidakmungkin menempati perhatian pembaca. Kreativitas ditandai denganadanya penemuan baru dalam proses penceritaan. Pengarang-pengarang yanglazim disebut "avantgarde" atau pelopor, biasanya menunjukkan dayakreativitas yang menonjol yang membedakan karya rekaannya dari karya yang
 
mendahului.Dalam sejarah sastra Indonesia, kita mengenal para pembaharusastra Indonesia yang menunjukkan
,
daya kreativitas mereka,seperti: March Rush (dengan
Siti Nurbaya),
Abdul Muis (dengan
Salah Asuhan),
Sutan Takdir Alisyahbana (dengan
Layar Terkembang),
ArmijnPane (dengan
Belenggu),
Achdiat Kartamiharja (dengan
Atheis),
Mochtar Lubis (dengan
Jalan Tak Ada Ujung),
Iwan Simatupang(dengan karya-karyanya yang bercorak eksistensialistis), Putu Widjaya(dengan
Gress),
Danarto (dengan cerita-cerita mistiknya), dan sebagainya.Penemuan-penemuan hal yang baru itu mungkin melalui peniruanterhadap karya yang sudah ada dengan jalan memperbaharui, namunmungkin juga melalui pencarian secara modern harus banyak bersusahpayah untuk menemukan sesuatu yang baru, untuk tidak hanyamengulang-ulang apa yang sudah diucapkan/diungkapkan oleh pengarang lain.
2)Tegangan ( Suspense)
Di depan telah dibicarakan tentang tegangan atau suspense. Tidakmungkin ada daya tarik tanpa menciptakan tegangan dalam sebuahcerita. Jalinan cerita yang menimbulkan rasa ingin tahu yang besardari pembaca adalah merupakan tegangan cerita itu. Tegangan bermuladari ketidakpastian cerita yang berlanjut, yang mendebarkan bagipembaca /pendengar cerita. Tegangan menopang keingintahuanpembaca akan kelanjutan cerita. Tegangan diakibatkan olehkemahiran pencerita di dalam merangkai kisah seperti yang sudahdikemukakan di depan.Tanpa tegangan, cerita tidak memikat. penulis/pencerita yangmahir akan memelihara tegangan itu, sehingga mampumempermainkan hasrat ingin tahu pembaca. Bahkan kadangkadangsegenap pikiran dan perasaan pembaca terkonsentrasikan ke dalamcerita itu, karena kuatnya tegangan yang dirangkai oleh sang penulis.Dalam menjawab hasrat ingin tahu pembaca/ pendengar,penulis/pencerita memberikan jawaban-jawaban yang mengejutkan(penuh surprise). Tinggi rendahnya kadar kejutan itu bergantung darikecakapan dan kreativitas pengarang. Pengarang-pengarang ceritarekaan besar seperti Agata Christie, Serlock Holmes, Pramudya AnantaToer, dan sebagainya, mampu menciptakan jawaban-jawaban cerita yangpenuh kejutan sehingga ceritanya memiliki suspense yang memikat.Cerita-cerita action biasanya dengan suspense yang keras. Ceritasemacam itu berusaha mengikat perhatian pembaca terus-menerus.

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rico Sadewa liked this
Rico Sadewa liked this
Hoga Hogaho liked this
Hoga Hogaho liked this
Wirda Qyu liked this
elisaupi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->