sosial, identitas dibentuk, dikristalisasi, dijaga, dimodifikasi, dan dipertajam melaluirelasi sosial
.Kemudian identitas ini lah yang mendasari etnis tertentu untuk menggunakannya dalam ranah politik. Politik Identitas di asumsikan sebagai politik yangfokus utamanya adalah perbedaan (
differnce
) sebagai kategori politik yang utama.Kemunculan politik etnis sebagai bentuk politik identitas diawali oleh timbulnyakesadaran yang mengindetikan mereka ke dalam suatu golongan atau kelompok etnistertentu. Kesadaran ini kemudian memunculkan solidaritas kelompok. dengan kata lainetnik yang terbentuk karena adanya kesadaran dan masuk pada relasi akanmengedepankan kategori politik identitas ini. Politik identitas dalam hal ini diartikansebagai politik dari sebuah kolektif dengan mengedepankan aspek kesamaan identitas.Motivasi keanggotaan dalam kelompok identitas dapat berujung pada sebuah politik identitas. Ketika individu mempergunakan identitas untuk mencapai keinginan danmewujudkan motivasinya, individu tersebut sedang berpolitik identitas.Selanjutnya, Manuel Castells mendefinisikan identitas sebagai kepemilikanseseorang dari pengalaman dan “arti”
. Identitas juga merujuk pada aktor sosial yangterkait dengan atribut budaya. Lebih lanjut Castells berpendapat bahwa identitasdibangun atas dasar sejarah, geografi, biologi, institusi produktif, dan reproduktif, pengalaman bersama, hayalan pribadi, kekuatan aparat, dan agama. Ada tiga macam“proses pembentukan” identitas yakni:
•
Legitimizing Identity
, identitas yang terbangun dalam ciri pertamaini adalah ketika diperkenalkan oleh institusi dominan untuk memperluas danmerasionalisasikan dominasi yang ada. Bentuk identitas ini mengarah pada
civil society
yang merupakan seperangkat institusi dan organisasi.
Identitas Nasional, yaitu identitas yang berhubungandengan kewarganegaraan seseorang dan terkait dengan negara yangditempatinya. Misalnya saja, identitas nasional warga negara Indonesia,maka ada simbol-simbol negara yang melekat kepadanya, seperti bahasaIndonesia yang digunakan dalam percakapan sehari-hari, memiliki
1
Peter Berger dan Thomas Luckman,
The Social Construction of Reality
, An Anchor Book, (Garden City NY: Doubleday, 1996) hal. 173.
2
Manuel Castells,
The Power of Identity
, (USA:Blackwell Publishing, 2002), hal. 6.
3