Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
53Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Identitas Primordial Konflik Thailand Patani

Identitas Primordial Konflik Thailand Patani

Ratings: (0)|Views: 2,380 |Likes:
Published by afif futaqi
melihat Konflik Thailand Patani sebagai suatu masalah identitas sosial dan kultural
melihat Konflik Thailand Patani sebagai suatu masalah identitas sosial dan kultural

More info:

Published by: afif futaqi on Dec 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2013

pdf

text

original

 
Afif futaqi06060965852009Identitas primordialStudi kasus konflik Thailand-patani
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Setiap individu pasti memiliki identitas. Identitas adalah ciri-ciri, tanda-tanda,serta jati diri yang melekat pada seseorang yang bisa membedakannya dengan yang lain.Oleh karena itu, identitas dapat menampilkan watak dan karakteristik seseorang
.
Selanjutnya, karena identitas adalah hal yang penting bagi setiap individu, maka banyak ilmuan sosial yang melakukan kajian tentang hal ini. Identitas tidak hanya dimiliki olehindividu saja, adapula identitas kelompok yang terdiri dari identitas kelompok keagamaan, identitas, kelompok etnik atau budaya.Identitas kelompok etnis inilah yang menarik untuk dikaji lebih jauh karena kitadapat melihat bagaimana cara mereka menunjukkan identitas serta mempertahankaneksistensi identitas kelompok etniknya. Etnis identik dengan dasar geografis dalam suatu batas – batas wilayah dengan sistim politik tertentu, etnis menjadi suatu predikat terhadapidentitas seseorang atau kelompok atau individu – individu yang menyatukan diri dalamkolektivitas. Sedangkan kelompok etnis menurut Naroll adalah suatu populasi yangsecara biologis mampu berkembang biak dan bertahan, dimana para anggotanyamempunyai nilai – nilai budaya yang sama dan sadar akan rasa kebersamaan dalam suatu bentuk budaya, mereka membentuk jaringan komunikasi dan interaksinya sendiri, danmenentukan ciri kelompoknya sendiri yang diterima oleh kelompok lain dan dapatdibedakan dari kelompok populasi lain.Bila kita lihat sepintas sejarah Thailand, negara ini sudah terbiasa dengan konflik  bersenjata. Kudeta-kudeta bersenjata dan separatisme sering terjadi di negara ini. Namun1
 
salah satu konflik bersenjata yang belum terselesaikan sampai saat ini yakni separartismeMelayu-Muslim di Thailand Selatan. Separatisme Muslim mulai aktif di wilayah sebelahselatan Thailand sejak tahun 1940 hingga akhir tahun 1980. Di akhir tahun 1990, pemerintah Thailand berhasil menyelesaikan permasalahan pemberontakan tersebutcontohnya dengan makin berkurangnya kekerasan politik di Thailand Selatan. Namundalam 3 tahun terakhir, konflik antara pemerintah Thailand dengan Melayu Muslim diThailand Selatan kembali meningkat. Situasi keamanan di Thailand Selatan menjadimemburuk dan ketakutan meningkat ketika muncul isu bahwa daerah tersebut akanmenjadi salah satu tempat teroris Islam di Asia Tenggara.Hal Ini dapat dilihat daripada sebahagian wilayah di Thailand yang telahmenerima Islam sebagai agama anutan masyarakatnya yaitu wilayah selatan Thailandyang terdiri daripada Patani, Yala, Narathiwat dan Satun. Wilayah-wilayah inimemainkan perananyang penting di dalam usaha penerimaan Islam di rantau ini.Walaupun penduduk di sini terdiri daripada kalangan orang Melayu dari segi budaya danetnik, disini akan menjelaskan kedatangan Islam di Patani yang majoriti orang Islam dan juga meninjau sejarah perkembangan dakwah yang telah diusahakan oleh beberapaintitusi-institusi tradisional dahulu. Seterusnya, akan memperincikan kebangkitangerakan dakwah di Patani.
B.Permasalahan
Makalah ini akan mencoba menjelaskan tentang latar belakang munculnya pemberontakan yang dilakukan oleh Melayu-Muslim. Lalu, dalam makalah ini dijelaskanetnonasionalisme Melayu-Muslim yang tetap mempertahankan identitas mereka dan tidak mau berintegrasi dengan kebudayaan bangsa Thai. Terakhir, dalam makalah inimendiskusikan pilihan-pilihan atau solusi untuk mengatasi konflik di Thailand Selatanini.
 C.Kerangka Teori
Berger dan Luckman menyebut identitas sebagai elemen kunci dari realitassubyektif yang terdapat dalam hubungan dialektis dengan masyarakat. Dalam proses2
 
sosial, identitas dibentuk, dikristalisasi, dijaga, dimodifikasi, dan dipertajam melaluirelasi sosial
1
.Kemudian identitas ini lah yang mendasari etnis tertentu untumenggunakannya dalam ranah politik. Politik Identitas di asumsikan sebagai politik yangfokus utamanya adalah perbedaan (
differnce
) sebagai kategori politik yang utama.Kemunculan politik etnis sebagai bentuk politik identitas diawali oleh timbulnyakesadaran yang mengindetikan mereka ke dalam suatu golongan atau kelompok etnistertentu. Kesadaran ini kemudian memunculkan solidaritas kelompok. dengan kata lainetnik yang terbentuk karena adanya kesadaran dan masuk pada relasi akanmengedepankan kategori politik identitas ini. Politik identitas dalam hal ini diartikansebagai politik dari sebuah kolektif dengan mengedepankan aspek kesamaan identitas.Motivasi keanggotaan dalam kelompok identitas dapat berujung pada sebuah politiidentitas. Ketika individu mempergunakan identitas untuk mencapai keinginan danmewujudkan motivasinya, individu tersebut sedang berpolitik identitas.Selanjutnya, Manuel Castells mendefinisikan identitas sebagai kepemilikanseseorang dari pengalaman dan “arti”
2
. Identitas juga merujuk pada aktor sosial yangterkait dengan atribut budaya. Lebih lanjut Castells berpendapat bahwa identitasdibangun atas dasar sejarah, geografi, biologi, institusi produktif, dan reproduktif, pengalaman bersama, hayalan pribadi, kekuatan aparat, dan agama. Ada tiga macam“proses pembentukan” identitas yakni:
 Legitimizing Identity
, identitas yang terbangun dalam ciri pertamaini adalah ketika diperkenalkan oleh institusi dominan untuk memperluas danmerasionalisasikan dominasi yang ada. Bentuk identitas ini mengarah pada
civil society
yang merupakan seperangkat institusi dan organisasi.
Identitas Nasional, yaitu identitas yang berhubungandengan kewarganegaraan seseorang dan terkait dengan negara yangditempatinya. Misalnya saja, identitas nasional warga negara Indonesia,maka ada simbol-simbol negara yang melekat kepadanya, seperti bahasaIndonesia yang digunakan dalam percakapan sehari-hari, memiliki
1
Peter Berger dan Thomas Luckman,
The Social Construction of Reality
, An Anchor Book, (Garden City NY: Doubleday, 1996) hal. 173.
2
Manuel Castells,
The Power of Identity
, (USA:Blackwell Publishing, 2002), hal. 6.
3

Activity (53)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
ransyah liked this
ransyah liked this
Ade Suprapto liked this
Ade Suprapto liked this
Joyce Chong liked this
Nora YusaLrina liked this
Muhammad Mujib liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->