BAB IIKHTISAR PETA BUDAYA SUKU-SUKUDI SULAWESI SELATAN
Suku Bugis dan Makassar merupakan suku-bangsa utama yang mendiami SulawesiSelatan, disamping suku-bangsa utama lainnya seperti toraja dan Man-dar.Suku Bugis mendiami Kabupaten Daerah Tingkat II Bulukumba, Sinjai, bone, Wajo,Sidenreng-Rappang (sidrap), Pinrang, Polewali-Mamasa (Polmas)), Enrekang, Luwu, Pare- pare, Barru, Pangkajene-Kepulauan (Pangkep) dan Maros. Dua Daerah Tingkat II yangdisebutkan terakhir (Pangkep dan Maros) merupakan daerah peralihan suku Bugis danMakassar, Sedangkan Enrekang peralihan Bugis dengan Toraja sering dikenal sebagai orang-orang Duri atau Massenrempulu’.Suku Makassar mendiami Kabupaten Daerah Tingkat II Gowa, Takalar, Jeneponto,Bantaeng dan selayar walaupun mempunyai dialek tersendiri.Berdasarkan rumpun bahasa Daerahnya, maka di Sulawesi Selatan ini ada enam rumpun bahasa, seperti : Bahasa Makassar, Bahasa Bugis, Bahasa Mandar, Bahasa Luwu, BahasaToraja, dan Bahasa Massenrempulu’.Rumpun bahasa Makassar meliputi daerah Gowa, Takalar, Jeneponto(Tauratea),Bantaeng, Selayar, Kajang (Bulukumba), Manipi ( Kecamatan Sinjai Barat KabupatenSinjai).Rumpun bahasa Bugis meliputi daerah Sinjai, Bone, Wajo, Pinrang, Sidenreng-Rappang(sidrap), Bulukumba, Pare-Pare, juga di sebagian daerah Pangkajene-Kepulauan (Pangkep),Maros, Mandar, Enrekang, Barru dan palopo (Luwu).Rumpun bahasa Mandar meliputi daerah Polmas, Majene dan di sebagian daerahPinrang.Rumpun bahasa Luwu meliputi daerah Luwu dimana sub-sub lokalnya punya bahasasendiri-sendiri. Di daerah ini ada dua belas bahasa, seperti bahasa Bugis, bahasa Barru, bahasa Siko, bahasa Lubung, bahasa Wotu, bahasa Pajatabu, bahasa Mangkutana, bahasaSaroako, bahasa Paraso, bahasa Siwa, bahasa Toraja dan bahasa Pamuna. Bahasa Bugisdigunakan oleh masyarakat dalam kota palopo ( ibu kota kabupaten Luwu) dan daerah pesisir pantai Wotu. Sub-sub lokal bahasa dan karakteristik budaya di daerah ini menandai adanyaSembilan anak-suku.Rumpun bahasa Toraja meliputi daerah Toraja, terutama Makale dan Rantepao, juga disebagian wilayah sub lokal Masamba (di daerah Luwu, sekitar enam puluh kilometre utara palopo).Rumpun bahasa Massenrempulu’ meliputi daerah Massenrempulu’ , terutama Enrekangdan daerah-daerah sekitarnya yang diliputi gunung-gunung: Maspul (Massenrempulu’), yaknidi sebagian wilayah Kabupaten Pinrang, Polewali-Mamasa (Polmas) dan Toraja.Ditinjau dari segi penyebaran bahasa dan jumlah area masyarakat pemakainya, jelas disini suku Bugis-Makassar merupakan suku-bangsa utama dan terbanyak mendiami daerahkontinental Sulawesi selatan ini. Urutan di bawahnya : Toraja menyusul Mandar.Bertolak dari pemaparan di atas, penulis mencoba menggali perbendaharaan “ SIRIK”sebagai study Antrophologi Budaya Di Sulawesi selatan. Berikut ini penulismenggungkapkan aspek-aspek “SIRIK” itu sendiri.Dengan mengkaji unsur-unsur yang bertali temali dengan permasalahan “SIRIK”tersebut, misalnya aspek-aspek “PACCE” (Makassar) , atau “PESSE” (Bugis), tentu sajadalam penggalian nilai-nilai “SIRIK” ini kita akan bersentuhan pula dengan aspek-aspek sejarah kehadiran suku-suku bangsa tersebut, secara selintang pandang. Dan sedikit