Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
167Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Menggali Nilai-nilai Budaya Bugis-makassar

Menggali Nilai-nilai Budaya Bugis-makassar

Ratings: (0)|Views: 13,012 |Likes:
Published by Bhimokurniawan

More info:

Published by: Bhimokurniawan on Dec 19, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/04/2013

pdf

text

original

 
PESAN PUANG RI MAGGALATUNG(TOKOH CENDEKIAWAN PADA ZAMAN KERAJAAN WAJO-BUGIS)DI SULAWESI SELATAN
Makkedai Puang Maggalatung, Lempu naacca, Iyanaritu madeceng riparaddekiriwatakkalee, Iyatonaritu temmassarang dewata Seuwae. Naiya riasengnge acca, Iyanaritumitae munri gau. Naiya nappogau engkapi madeceng napogaui. Narekko engkai maja, ajasijamupogaui nrewei matti jana riko.
Artinya :
Berkata Puang Ri Maggalatung, kejujuran dan kepandaian, itulah yang paling baik ditanamkan pada diri kita, itulah juga yang tak bercerai dengan Dewata Tunggal. Yangdisebut pandai ialah kemampuan untuk melihat akhir(akibat) perbuatan. Dan dikerjakannyaadalah yang baik, bilamana dapat mendatangkan keburukan, janganlah lakukan. Bilamanatidak baik, jaganlah hendaknya engkau kerjakan, karena kembali juga nanti keburukannyakepadamu.
 
BAB IIKHTISAR PETA BUDAYA SUKU-SUKUDI SULAWESI SELATAN
Suku Bugis dan Makassar merupakan suku-bangsa utama yang mendiami SulawesiSelatan, disamping suku-bangsa utama lainnya seperti toraja dan Man-dar.Suku Bugis mendiami Kabupaten Daerah Tingkat II Bulukumba, Sinjai, bone, Wajo,Sidenreng-Rappang (sidrap), Pinrang, Polewali-Mamasa (Polmas)), Enrekang, Luwu, Pare- pare, Barru, Pangkajene-Kepulauan (Pangkep) dan Maros. Dua Daerah Tingkat II yangdisebutkan terakhir (Pangkep dan Maros) merupakan daerah peralihan suku Bugis danMakassar, Sedangkan Enrekang peralihan Bugis dengan Toraja sering dikenal sebagai orang-orang Duri atau Massenrempulu’.Suku Makassar mendiami Kabupaten Daerah Tingkat II Gowa, Takalar, Jeneponto,Bantaeng dan selayar walaupun mempunyai dialek tersendiri.Berdasarkan rumpun bahasa Daerahnya, maka di Sulawesi Selatan ini ada enam rumpun bahasa, seperti : Bahasa Makassar, Bahasa Bugis, Bahasa Mandar, Bahasa Luwu, BahasaToraja, dan Bahasa Massenrempulu’.Rumpun bahasa Makassar meliputi daerah Gowa, Takalar, Jeneponto(Tauratea),Bantaeng, Selayar, Kajang (Bulukumba), Manipi ( Kecamatan Sinjai Barat KabupatenSinjai).Rumpun bahasa Bugis meliputi daerah Sinjai, Bone, Wajo, Pinrang, Sidenreng-Rappang(sidrap), Bulukumba, Pare-Pare, juga di sebagian daerah Pangkajene-Kepulauan (Pangkep),Maros, Mandar, Enrekang, Barru dan palopo (Luwu).Rumpun bahasa Mandar meliputi daerah Polmas, Majene dan di sebagian daerahPinrang.Rumpun bahasa Luwu meliputi daerah Luwu dimana sub-sub lokalnya punya bahasasendiri-sendiri. Di daerah ini ada dua belas bahasa, seperti bahasa Bugis, bahasa Barru, bahasa Siko, bahasa Lubung, bahasa Wotu, bahasa Pajatabu, bahasa Mangkutana, bahasaSaroako, bahasa Paraso, bahasa Siwa, bahasa Toraja dan bahasa Pamuna. Bahasa Bugisdigunakan oleh masyarakat dalam kota palopo ( ibu kota kabupaten Luwu) dan daerah pesisir  pantai Wotu. Sub-sub lokal bahasa dan karakteristik budaya di daerah ini menandai adanyaSembilan anak-suku.Rumpun bahasa Toraja meliputi daerah Toraja, terutama Makale dan Rantepao, juga disebagian wilayah sub lokal Masamba (di daerah Luwu, sekitar enam puluh kilometre utara palopo).Rumpun bahasa Massenrempulu’ meliputi daerah Massenrempulu, terutama Enrekangdan daerah-daerah sekitarnya yang diliputi gunung-gunung: Maspul (Massenrempulu’), yaknidi sebagian wilayah Kabupaten Pinrang, Polewali-Mamasa (Polmas) dan Toraja.Ditinjau dari segi penyebaran bahasa dan jumlah area masyarakat pemakainya, jelas disini suku Bugis-Makassar merupakan suku-bangsa utama dan terbanyak mendiami daerahkontinental Sulawesi selatan ini. Urutan di bawahnya : Toraja menyusul Mandar.Bertolak dari pemaparan di atas, penulis mencoba menggali perbendaharaan “ SIRIK”sebagai study Antrophologi Budaya Di Sulawesi selatan. Berikut ini penulismenggungkapkan aspek-aspek “SIRIK” itu sendiri.Dengan mengkaji unsur-unsur yang bertali temali dengan permasalahan “SIRIKtersebut, misalnya aspek-aspek “PACCE” (Makassar) , atau “PESSE” (Bugis), tentu sajadalam penggalian nilai-nilai “SIRIK” ini kita akan bersentuhan pula dengan aspek-aspek sejarah kehadiran suku-suku bangsa tersebut, secara selintang pandang. Dan sedikit
 
 banyaknya bersentuhan pula dengan aspek falsafah hidup sikap mental masyarakatnya yangmelatar-belakangi permasalahan “SIRIK” yang kita coba gali ala kadarnya melalui RisalahStudy Antrophologi ini.Catatan : Oleh lembaga Bahasa Nasional Cabang III Ujung Pandang, telah diusahakanlangkah-langkah pemetaan bahasa-bahasa yang terdapat atau yang dipergunakansuku-suku yang kini mendiami Sulawesi selatan secara turun temurun itu.
BAB II

Activity (167)

You've already reviewed this. Edit your review.
erniandi liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Arni Widya Wanti liked this
Andi Asrifan liked this
Andi Asrifan liked this
Rahayu Ayuu Yuu liked this
kigunungmenyan added this note
peninggalan fisik jangan sampai punah, restorasi perlu.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->