Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peluang Jewelry Indonesia Di as 2008

Peluang Jewelry Indonesia Di as 2008

Ratings: (0)|Views: 179 |Likes:
Published by setia wirawan

More info:

Published by: setia wirawan on Dec 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2010

pdf

text

original

 
 
 Progress ITPC-LA June 2008
1
PELUANG JEWELRY INDONESIA DI ASPendahuluan
Jewelry merupakan salah satu produk ekspor potensial Indonesia yang diharapkandapat ditingkatkan dan dikembangkan nilai ekspornya ke seluruh dunia. Pada tahun2007, ekspor produk
 precious stones
Indonesia (HS 71) ke seluruh dunia senilai US$897.5 juta atau sebesar 0.98% dari keseluruhan total ekspor Indonesia (sumber BPSdiolah Depdag). Jewelry adalah perhiasan dan jam yang merupakan bagian (turunan)dari komoditi
 precious stones
(HS 71), baik yang terdiri dari perhiasan berbahan
 precious metal, precious stone,
mutiara dan perak maupun logam mulia dan batu muliaitu sendiri. Meskipun peran Jewelry sebagai komoditi ekspor belum signifikan, namunproduk Jewelry digolongkan sebagai salah satu produk ekspor potensial Indonesiakarena produk Jewelry Indonesia dinilai memiliki kemampuan untuk lebih dikembangkandan ditingkatkan produksinya serta tergolong
labor intensive
(job creation). Dalam duatahun terakhir, ekspor Jewelry Indonesia mengalami kenaikan cukup signifikandibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Cakupan produk jewelry yang diekspor Indonesia antara lain adalah mutiara (lepas),
semi precious stone, precious stones
 (berlian mentah), emas (belum diolah),
silver 
, perhiasan yang terbuat dari
silver 
danperhiasan tiruan.Tabel-1
World Trade AtlasUnited States - General Imports - Customs Value71 Precious Stones,MetalsMillions of US DollarsRank Country Jan-Dec 2005 Jan-Dec 2006 Jan-Dec 2007 % Trend % Share
0 -- World -- 37,237.85 44,086.66 47,603.53 13.06 100.001 Israel 8,387.93 8,894.13 9,787.72 8.02 20.562 India 5,031.15 5,866.27 6,199.65 11.01 13.023 South Africa 2,691.28 3,719.50 4,952.61 35.66 10.404 Belgium 2,948.43 3,069.62 3,462.68 8.37 7.275 Canada 2,281.46 3,002.95 3,253.86 19.42 6.846 China 2,204.62 2,563.42 2,787.59 12.45 5.867 Mexico 1,462.21 2,527.55 2,468.03 29.92 5.188 United Kingdom 1,065.90 1,448.69 1,827.46 30.94 3.849 Thailand 1,168.52 1,368.34 1,437.46 10.91 3.0210 Italy 1,056.36 1,093.87 1,133.06 3.57 2.3824 Indonesia 180.45 207.95 170.42 -2.82 0.36
Source of data: U.S. Dept. of Commerce, Bureau of Census
Pada tahun 2007, hampir 20% ekspor jewelry Indonesia ditujukan ke AS dengan nilaiUS$ 170.42 juta. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 18.05% dibandingkanekspor tahun 2006 senilai US$ 207.95 juta dengan pangsa pasar sebesar 0.36%(sumber US DOC). Cakupan produk jewelry Indonesia yang diekspor ke AS antara lainadalah mutiara, perhiasan terbuat dari mutiara, perhiasan dari
silver 
dan koin emas.Meskipun
trend 
impor Jewelry AS dari dunia naik sebesar 13.06% dalam 3 tahun
 
 
 Progress ITPC-LA June 2008
2
terakhir, namun tidak demikian dengan ekspor jewelry Indonesia yang mengalamipenurunan sebesar 2.82%. Penurunan tersebut diperkirakan sebagai akibatmelemahnya perekonomian AS, yang mempengaruhi daya beli konsumen kelasmenengah sehingga konsumsi jewelry di kelas tersebut yang banyak diproduksiIndonesia juga mengalami penurunan.Kesempatan untuk menambah dan memperluas pangsa ekspor Jewelry di AS masihterbuka, karena pasar produk Jewelry AS merupakan pasar global, dimana sekitar 90%kebutuhan domestik AS dipenuhi oleh barang impor. Negara mitra dagang utama ASadalah Israel, sebagai Negara sumber impor utama sekaligus menjadi Negara tujuanekspor utama AS. Kondisi ini memberikan harapan bahwa produk Indonesia masihmemiliki peluang untuk meningkatkan ekspornya di pasar AS.
Industri Jewelry Di AS
Keberhasilan usaha di bidang industri
Jewelry 
di AS ditentukan oleh tingkat kebutuhankonsumen secara pribadi untuk mengkonsumsi produk tersebut di tingkat
retail 
.Sementara keinginan untuk membeli produk dipengaruhi oleh selera dan tingkatpendapatan pribadi. Faktor lain yang mempengaruhi permintaan produk adalah tingkatperdagangan, harga bahan baku dan
trend 
yang sedang berlaku.Industri jewelry AS saat ini sedang menurun yang dipicu oleh menurunnyaperekonomian AS, melemahnya dollar dan persaingan yang semakin ketat antarasesama pelaku industri domestik maupun dengan produk impor yang lebih murah. Padatingkat mikro, industri pembuat
Jewelry 
(dan
Silver 
) di AS melayani permintaan retail jewelry yang saling bersaing ketat. Toko
retail jewelry independent 
bersaing ketatdengan jaringan retail seperti Wal Mart. Perubahan kebijakan yang terjadi pada jaringanindustri diamond (
diamond pipeline
) juga berdampak langsung pada
 jewelry independent 
. Jaringan industri
diamond 
saat ini sudah berubah secara dramatis dankelompok ini hanya bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan mining, cuttinghingga retailer besar. Kondisi tersebut menyebabkan jewelry independent semakintersingkir. Sebagai contoh Tiffany yang memiliki perusahaan fasilitas cutting, danperusahaan mining yang memiliki retailer sendiri. Pola pipelines tersebut berdampakpada kurangnya ketersediaan barang. Meskipun ada barang bagus di
 pipelines
, namunpara jewelry sangat sulit mendapatkannya. Kondisi pasar saat ini sangat kontradiktif,misalnya pada minggu ke-empat dan pertama melemah, tapi tiba-tiba harga diamondmeningkat terus, yang diakibatkan permintaan akan diamond di luar AS lebih tinggidaripada permintaan dalam negeri.Menurunnya industri manufaktur 
Jewelry 
dan
Silverware
di AS juga disebabkanpersaingan dengan produk impor yang lebih murah. Meningkatnya penggunaanteknologi inovatif di negara-negara eksportir produsen yang memiliki kekayaan alam,bahan baku dan upah tenaga kerja lebih rendah menjadikan proses produksi lebihefisien sehingga dapat memproduksi lebih banyak, lebih atraktif dan harga dapat ditekanlebih rendah. Menurunnya perekonomian AS dan melemahnya dollar juga memiculesunya bisnis jewelry di AS.Beberapa manufaktur yang berhasil mempertahankan usahanya dalam menghadapipersaingan yang semakin ketat telah melakukan beberapa strategi seperti: (1)
Outsource
produk ke wilayah yang lebih murah biaya produksinya; (2) memperkuat
 
 
 Progress ITPC-LA June 2008
3
hubungan dengan
supplier 
untuk mengurangi biaya pembelian di pasar yang tidak pasti,dengan melakukan
hedging contract 
atau order dengan jumlah lebih besar; (3)menggunakan perangkat
computer aided design
(CAD) dan
computer aided manufacturing 
(CAM) untuk mempercepat dan mengurangi biaya disain, sehinggaproses disain lebih efisien; dan (4) membawa pekerjaan ke rumah, sehingga proses
supply 
dapat dikontrol, menyingkat waktu dan meningkatkan efisiensi.Sementara itu, satu-satunya area yang secara riil mengalami kenaikan permintaan di ASpada dekade terakhir ini adalah produk jewelry untuk
body 
 
art 
, seperti
navel rings
,
bananas bars
, dsb. Industri jewelry AS mengalami kegagalan dalam memfokuskanproduknya. Produk industri jewelry banyak yang tidak memiliki target konsumen,khususnya target kelompok usia, sehingga tidak memaksimalkan cakupan konsumendan pangsa pasar.Arus perdagangan pada industri ini di AS cukup tinggi, kegiatan impor maupun ekspor tercatat mencapai lebih dari 90 persen permintaan domestik dan penerimaan industri.Israel adalah negara importir terbesar dan sekaligus menjadi negara tujuan ekspor AS.Tekanan persaingan datang dari
emerging 
produsen seperti China dan India yangmengancam industri domestik. Diperkirakan industri AS akan bergeser denganmenekankan basis industri pada disain jewelry yang menggunakan teknik dan kualitastinggi, dan kemungkinan mengkhususkan diri pada produk unik dan
complex 
(dengantingkat kesulitan tinggi). Bagi produk yang kurang
complex 
, akan diproduksi di negara-negara yang dapat memproduksi secara masal seperti China dan India. Sedangkanekspor AS menghasilkan pendapatan industri cukup besar, khususnya dengan Israelsebagai negara tujuan ekspor utama. Permintaan dunia akan produk jewelry yangbernilai tinggi juga masih kuat.Menurut tipenya, Jewelry di AS dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu:
fashion jewelry,bridal merchandise
dan
gold bullion/coins
. Fashion jewelry digolongkan sebagai barangmewah dan mahal dengan konsumen berpenghasilan menengah ke atas. Produk inidisejajarkan dengan produk
high end 
lainnya seperti mobil mewah dan perjalanankeliling dunia. Konsumen biasanya membeli fashion jewelry pada musim tertentu,seperti saat Natal dan Valentine day. Sedangkan perilaku konsumen
Bridal Jewelry 
lebihkonsisten bagi industri jewelry, karena meskipun income turun, mereka akan tetapmembeli produk dengan harga sesuai kemampuannya. Produk
gold bullion/coins
 menjadi aset yang dapat dimasukkan ke dalam portfolio domestik, untuk mengurangirisiko
 portfolio
secara keseluruhan dan menjadi pengaman dalam menghadapi inflasi jangka panjang. Emas merupakan satu-satunya aset yang tidak terpengaruh hargadollar.
FAKTOR PERMINTAAN (DEMAND DETERMINANTS)
Permintaan akan produk Jewelry di AS ditentukan oleh beberapa faktor utama yaitu :
1. Pendapatan rumah tangga riil (
real household disposable income
)
Tingkat pendapatan rumahtangga, setelah dipotong pajak, menjadi faktor yangmenentukan kemampuan konsumen untuk membeli produk jewelry (jewelry, jam dansilver). Jewelry dianggap sebagai barang mewah sehingga tingkat pendapatanmenjadi penentu dalam industri tersebut. Tingkat harga jewelry yang tinggimenunjukkan bahwa konsumennya biasanya memiliki penghasilan tinggi. Terkait

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->