Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
53Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENILAIAN OTENTIK

PENILAIAN OTENTIK

Ratings: (0)|Views: 7,474|Likes:
Published by Imam Suharso

More info:

Published by: Imam Suharso on Dec 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/21/2013

pdf

text

original

 
 
250
PENILAIAN OTENTIK
Burhan NurgiyantoroFBS Universitas Negeri Yogyakarta
Abstract
 
In the era of Competency-Based Curriculum/School-Based Curriculum, theassessment emphasizes students’ performance in each subject. They are required toacquire not only the cognitive aspect but also the performance aspect. Oneassessment model relevant to this is the authentic assessment. Such an assessmentemphasizes students’ ability to meaningfully demonstrate the knowledge theyhave acquired. The assessment not only asks questions about the knowledge theyhave acquired, but also requires the actual performance relevant to the knowledge.There are some differences between a traditional assessment and an authenticassessment. The former emphasizes the elicitation of knowledge the students haveacquired through objective tests, while the latter emphasizes the tasks that makethe students practice meaningfully learning outcomes in real life, reflecting themastery of knowledge and skills in a particular subject. The necessary steps todevelop an authentic assessment include (1) setting the standard; (2) assigningauthentic tasks; (3) selecting the criteria; and (4) designing the rubric. One popularauthentic assessment at present is the portfolio assessment model. This model is aclass-based assessment conducted during the learning process. A portfolio is acollection of students’ works systematically arranged during a certain learningperiod, used to monitor the development of the students’ knowledge, skills, andattitudes in a particular subject.Keywords: authentic assessment, traditional assessment, portfolio
A. Pendahuluan
Perkembangan di seputar penilaianhasil pembelajaran siswa sejalan de-ngan perkembangan kurikulum yangdipergunakan. Hal itu disebabkan pe-nilaian merupakan salah satu kom-ponen yang terkait langsung dengankurikulum. Kurikulum itu sendiri ada-lah seperangkat rencana dan peng-aturan mengenai tujuan, isi, dan bahanpelajaran serta cara yang digunakansebagai pedoman penyelenggaraan ke-giatan pembelajaran untuk mencapaitujuan tertentu (PP No.19, Th. 2005:3).Untuk mengukur kadar ketercapaiankurikulum di jenjang sekolah, khusus-nya yang mencakup tujuan dan isi, pe-nilaian terhadap capaian hasil pem- belajaran mesti dilakukan.Dalam kurikulum yang berbasiskompetensi sebagaimana yang diper-gunakan di dunia pendidikan di Indo-nesia —yang bernama Kurikulum Ting-kat Satuan Pendidikan (KTSP)— kom-ponen penilaian menempati posisi pen-ting. Ada tiga fokus utama dalam pe-ngembangan kurikulum berbasis kom-petensi, yaitu penentuan kompetensi,pengembangan silabus, dan pengem- bangan penilaian. Komponen penilaiandiyakini memberikan dampak nyata bagi keberhasilan pembelajaran kompe-
 
 
Penilaian Otentik
251tensi kepada siswa, maka penilaian kiniditempatkan pada posisi yang pentingdalam rangkaian kegiatan pembelajar-an. Bentuk dan cara penilaian dalam banyak hal memberikan pengaruh pen-ting bagi proses pembelajaran, bagai-mana guru harus membelajarkan dan bagaimana siswa harus belajar, dankarenanya menentukan capaian kom-petensi.Istilah “penilaian” dalam bahasa In-donesia dapat bersinonim dengan “eva-luasi” (
evaluation
) dan kini juga popularistilah “asesmen” (
assessment
). Ada ba-nyak definisi penilaian yang dikemuka-kan orang, yang, walau berbeda rumus-an, pada umumnya menunjuk pada pe-ngertian yang hamper sama. MenurutLinch (1996:2) penilaian adalah usahayang sistematis untuk mengumpulkaninformasi untuk membuat pertimbang-an
 
dan
 
keputusan. Brown (2004:3) yangsengaja memilih istilah tes dan meng-artikannya sebagai cara pengukuranketerampilan, pengetahuan, atau pe-nampilan seseorang dalam konteksyang sengaja ditentukan. Atau, penilai-an diartikan sebagai proses pengum-pulan dan pengolahan informasi untukmengukur pencapaian hasil belajar pe-serta didik (PP No.19 Th 2005:3).Pelaksanaan KBK (Kurikulum Ber- basis Kompetensi) dan yang kemudianmenjadi KTSP di dunia pendidikan diIndonesia menuntut adanya tekananpenggunaan model penilaian
 
yang
 
 ber- beda
 
dengan
 
penggunaan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Dalam eraKBK/KTSP penekanan penilaian ada-lah pada kompetensi kinerja siswa se-suai dengan mata pelajaran. Siswa tidakhanya dituntut memahami aspek pe-ngetahuan, melainkan juga apa yangdapat dilakukan dengan pengetahuan-nya itu. Salah satu model penilaianyang sesuai dengan konsep tersebutadalah penilaian otentik. Sejalan de-ngan pelaksanaan KBK/ KTSP, modelpenilaian otentik, yang di dalamnyaterdapat model portofolio, kini menjadisesuatu yang harus dilakukan.
B. Pembahasan1. Hakikat Penilaian Otentik
Model penilaian otentik (
authenticassessment)
dewasa ini banyak dibicara-kan di dunia pendidikan karena modelini direkomendasikan, atau bahkan
 
ha-rus
 
ditekankan, penggunaannya dalamkegiatan menilai hasil belajar pembela- jar. Salah satu permasalahan yang mun-cul adalah belum tentu semua guru/dosen memahami konsep dan pelak-sanaan penilaian otentik. Jika sebuahkonsep belum terpahami, bagaimanamungkin kita mau mempergunakannyauntuk keperluan praktis pada kegiatanpembelajaran? Mungkin saja orang me-nyangka atau mengatakan telah mem-pergunakan penilaian otentik untukmenilai hasil belajar siswa, tetapi padakenyataannya tidak demikian.Penilaian otentik mementingkanpenilaian proses dan hasil sekaligus.Dengan demikian, seluruh tampilan sis-wa dalam rangkaian kegiatan pem- belajaran dapat dinilai secara objektif,apa adanya, dan tidak semata-matahanya berdasarkan hasil akhir (produk)saja. Lagi pula amat banyak kinerja sis-wa yang ditampilkan selama berlang-sungnya kegiatan pembelajaran sehing-ga penilaiannya haruslah dilakukan se-lama dan sejalan dengan berlangsung-nya kegiatan proses pembelajaran. Jikadilihat dari sudut pandang teori Bloom—sebuah model yang dijadikan acuanpengembangan penilaian dalam bebe-rapa kurikulum di Indonesia sebelumini— penilaian haruslah mencakupranah kognitif, afektif, dan psikomo-torik.
 
 
Cakrawala Pendidikan
, November 2008, Th. XXVII, No. 3
 
252Cara penilaian juga bermacam-macam, dapat menggunakan modelnontes dan tes sekaligus, serta dapatdilakukan kapan saja bersamaan de-ngan kegiatan pembelajaran. Namun,semuanya harus tetap terencana secara baik. Misalnya, dengan memberikan tes(ulangan) harian, latihan-latihan di ke-las, penugasan, wawancara, pengamat-an, angket, catatan lapangan/harian,portofolio, dan lain-lain. Penilaian yangdilakukan lewat berbagai cara ataumodel, menyangkut berbagai ranah,serta meliputi proses dan produk inilahyang kemudian disebut sebagai pe-nilaian otentik. Otentik dapat berartidan sekaligus menjamin: objektif, nyata,konkret, benar-benar hasil tampilansiswa, serta akurat dan bermakna.Penilaian otentik menekankan ke-mampuan pembelajar untuk mende-monstrasikan pengetahuan yang dimili-ki secara nyata dan bermakna. Kegiatanpenilaian tidak sekedar menanyakanatau menyadap pengetahuan yang te-lah diketahui pembelajar, melainkankinerja secara nyata dari pengetahuanyang telah dikuasai. Sebagaimana di-nyatakan Mueller (2008) penilaian oten-tik merupakan:
a form of assessment inwhich students are asked to perform real-world tasks that demonstrate meaningfulapplication of essential knowledge andskills.
Jadi, penilaian otentik merupakansuatu bentuk tugas yang menghendakipembelajar untuk menunjukkan kinerjadi dunia nyata secara bermakna yangmerupakan penerapan esensi pengeta-huan dan keterampilan. MenurutStiggins (via Mueller, 2008), penilaianotentik merupakan penilaian kinerja(perfomansi) yang meminta pembelajaruntuk mendemonstrasikan keterampil-an dan kompetensi tertentu yang me-rupakan penerapan pengetahuan yangdikuasainya.Hal yang serupa dikemukakan olehHiebert, Valencia, & Afferbach (1994,http://www.eduplace.com/
 
, diunduh5-9-2008) yang menyatakan bahwapenilaian otentik merupakan penilaianterhadap tugas-tugas yang menyerupaikegiatan membaca dan menulis se- bagaimana halnya di dunia nyata dandi sekolah. Tujuan penilaian itu adalahuntuk mengukur berbagai keterampil-an dalam berbagai konteks yang men-cerminkan situasi di dunia nyata dimana keterampilan-keterampilan terse- but digunakan. Misalnya, penugasankepada pembelajar untuk membaca berbagai teks aktual-realistik, menulistopik-topik tertentu sebagaimana hal-nya di kehidupan nyata, dan berpar-tisipasi konkret dalam diskusi atau bedah buku, menulis untuk jurnal,surat, atau mengedit tulisan sampaisiap cetak. Dalam kegiatan itu, baik ma-teri pembelajaran maupun penilaiannyaterlihat atau bahkan memang alamiah. Jadi, penilaian model ini mene-kankan pada pengukuran kinerja,
doingsomething
, melakukan sesuatu yang me-rupakan penerapan dari ilmu pengeta-huan yang telah dikuasai secara teore-tis. Penilaian otentik lebih menuntutpembelajar mendemonstrasikan penge-tahuan, keterampilan, dan strategi de-ngan mengkreasikan jawaban atau pro-duk. Siswa tidak sekedar diminta me-respon jawaban seperti dalam tes tra-disional, melainkan dituntut untukmampu mengkreasikan dan menghasil-kan jawaban yang dilatarbelakangi olehpengetahuan teoretis. Dalam penilaiankemampuan bersastra misalnya, pem- belajar mampu menganalisis karaktertokoh dalam sebuah fiksi, mempertang-gungjawabkan kinerjanya tersebut se-cara argumentatif, membuat resensiteks kesastraan, dan lain-lain.

Activity (53)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ade Himamudin liked this
Ayya Chann liked this
Fie Luph Ay liked this
Arif Prianto liked this
Wahyudi Gokiel liked this
hilma_w liked this
Popy Purwono liked this
Popy Purwono liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->