d.Penurunan berat badan serta riwayat dehidrasi dan hipokalemiamenunjukkan adanya kelainan organike.Mengedan waktu defekasi biasanya berkaitan dengan diare fungsional.4.Obat: banyak obat yang menimbulkan diare, misalnya: laksan, antibiotika,antikanker, antidepresan, antihipertensi, antikonvulsan, dan lain-lain.Penghentian obat selama beberapa hari biasanya dapat membantupenegakkan diagnosis.5.Makanan dan minuman: makanan dapat menimbulkan diare melaluimekanisme osmotik yang berlebihan atau alergi.
Pemeriksaan Fisis
Kebanyakan gejala klinis tidak spesifik dan menunjukkan adanya malabsorpsinutrien dan defisiensi vitamin/elektrolit. Sulit untuk menegakkan diagnosis hanyadengan pemeriksaan fisis.
Pemeriksaan Tinja
Yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan tinja adalah:1.Konsistensi, pH, elektrolit, osmolaritas dan volume air dalam tinja
:
hal inisangat berguna dalam membedakan etiologi serta patofisiologi diare.2.Pemeriksaan kultur tinja: dengan pemeriksaan ini, kita dapat menentukanapakah diare disebabkan oleh infeksi atau tidak.3.Ada tidaknya lemak: untuk menentukan apakah diare disebabkan olehmalabsorpsi lemak
Pemeriksaan Darah
Idealnya, pemeriksaan ini dilakukan setelah pemeriksaan tinja, bila pemeriksaantinja belum menegakkan diagnosis. Adapun hal – hal yang perlu diperiksa dalampemeriksaan darah adalah:1.Laju endap darah2.Kadar Hemoglobin3.Kadar albumin dalam serum4.Hitung darah lengkapDengan pemeriksaan di atas, diharapkan dapat diperloleh informasi mengenaiapakah diare disebabkan oleh inflamasi, atau karena hal lain.Selain itu, kita juga bisa melakukan pemeriksaan serologis untuk mencek adatidaknya antibodi tertentu pada suatu penyakit.
Urin
Leave a Comment
kyknya salah judul ini :D thanks sdh mengingatkan
indera khusus atau gastro?keseimbangan kok regio abdomen?? *bingung mode ON