Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pidato ilmiah

pidato ilmiah

Ratings: (0)|Views: 4,734|Likes:
Published by maladjuva

More info:

Published by: maladjuva on Dec 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

 
Yang terhormat,
 Bapak Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Bapak Ketua dan Bapak/Ibu Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Sumatera Utara, Bapak Ketua dan Bapak/Ibu Anggota Senat Akademik Universitas Sumatera Utara, Bapak Ketua dan Anggota Dewan Guru Besar Universitas Sumatera Utara, Bapak Rektor Universitas Sumatera Utara, Bapak/Ibu Pembantu Rektor Universitas Sumatera Utara, Para Dekan, Ketua Lembaga dan Unit Kerja, Dosen, dan Karyawandi lingkungan Universitas Sumatera Utara, Bapak dan Ibu para undangan, keluarga, teman sejawat, mahasiswa, danhadirin yang saya muliakan.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua,Kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas penyertaan-Nya, sehingga kita dapat hadir pada upacara pengukuhan ini.Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 32532/A2.7/KP/2006, tanggal 31 Mei 2006, maka terhitung tanggal1 Juni 2006 saya telah diangkat dalam jabatan Guru Besar Tetap dalamBidang Ilmu Limnologi pada Fakultas Matematika dan Ilmu PengetahuanAlam (FMIPA), Universitas Sumatera Utara (USU).Hadirin yang terhormat,Pada kesempatan ini perkenankanlah saya membacakan pidato ilmiah sayadi hadapan Bapak/Ibu dan hadirin sekalian dengan judul:
KEANEKARAGAMAN HAYATI EKOSISTEM DANAU TOBADAN UPAYA PELESTARIANNYA
PENDAHULUAN
Laju pembangunan yang makin meningkat, diiringi dengan pertambahan penduduk dunia yang sangat cepat, telah menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap sumber daya alam dan lingkungan. Ekosistem air yangmerupakan bagian dari sumber daya alam juga tidak luput dari segaladampak negatif yang ditimbulkan oleh peningkatan aktivitas manusia dalammengeksploitasi sumber daya alam dan lingkungan tersebut.Banyak orang yang beranggapan bahwa persediaan air tawar di planet bumiini tidak terbatas, dan menggunakan air seakan-akan air tidak akan pernahhabis. Seperti kita ketahui bersama bahwa lebih kurang tiga perempat bagian dari permukaan bumi tertutup air. Dari segi ekosistem kita dapatmembedakan air tawar, air laut, dan air payau. Dari ketiga ekosistem perairan tersebut, air laut dan air payau merupakan bagian yang terbesar,yaitu lebih dari 97%. Jumlah keseluruhan air yang terdapat di planet bumi
 
adalah sekitar 1,4 miliar kilometer kubik. Dari jumlah tersebut volume air tawar hanya berkisar 36 juta kilometer kubik atau hanya sekitar 2,6%.Sebagian besar dari volume air tawar tersebut terdapat dalam bentuk eskutub, gletser di pegunungan, air tanah, dan air di atmosfer, sehingga dari perhitungan para ahli hanya tersedia sekitar 34.000 kilometer kubik yangdapat dimanfaatkan langsung oleh manusia dan makhluk hidup lain.Keseluruhan air di bumi terdapat dalam suatu siklus hidrologi yaitu sebuah proses sirkulasi air dari bumi ke atmosfer dan sebaliknya.Bila dibandingkan dengan ekosistem daratan dan lautan, luas ekosistem air tawar, seperti sungai dan danau, sangatlah kecil. Tetapi ekosistem yangkecil ini adalah habitat bagi sebagian besar spesies yang ada di bumi. Diekosistem air tawar hidup 10% spesies lebih banyak bila dibandingkandengan yang terdapat di daratan. Sebanyak 12% dari seluruh fauna yangterdapat di bumi, termasuk 41% dari seluruh spesies ikan yang telahteridentifikasi hidup di ekosistem air tawar yang luasnya hanya sekitar 1%dari keseluruhan area permukaan bumi.
EKOSISTEM DANAU TOBA
Danau Toba yang merupakan suatu ekosistem air telah banyak mengalami perubahan terutama akibat dari berbagai aktivitas manusia yang terdapat disekitarnya. Danau Toba yang mempunyai luas permukaan lebih kurang1.100 kilometer persegi, dengan total volume air sekitar 1.258 kilometer kubik, merupakan danau yang paling luas di Indonesia.Danau ini merupakan sumber daya air yang mempunyai nilai yang sangat penting ditinjau dari fungsi ekologi, hidrologi serta fungsi ekonomi. Hal ini berkaitan dengan fungsi Danau Toba sebagai habitat berbagai jenisorganisme air, sebagai sumber air minum bagi masyarakat sekitarnya,sebagai sumber air untuk kegiatan pertanian dan budi daya perikanan sertauntuk menunjang berbagai jenis industri, seperti kebutuhan air untuk industri pembangkit listrik Sigura-gura dan Asahan. Tak kalah pentingnyaadalah fungsi Danau Toba sebagai kawasan wisata yang sudah terkenal kemancanegara dan sangat potensial untuk pengembangan kepariwisataan diProvinsi Sumatera Utara.
FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN ABIOTIK DANAU TOBA
Hadirin yang saya hormati,Dari berbagai penelitian di Danau Toba memberikan indikasi bahwa telahterjadi penurunan kualitas air, khususnya pada lokasi-lokasi yang banyak terkena dampak dari kegiatan masyarakat. Hasil analisis laboratoriumterhadap sampel air danau yang diambil pada waktu terjadinya kematianmasal ikan mas di perairan Haranggaol Danau Toba pada bulan November 2004 menunjukkan bahwa nilai kelarutan oksigen (DO) telah turun padanilai yang sangat rendah yaitu sebesar 2,95 mg/l, hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan oksigen sudah sangat terbatas. Selanjutnya nilai BOD
 
(
 Biochemical Oxygen Demand 
) sebesar 14 mg/l memberikan indikasitingginya bahan organik di dalam air. Bahan organik tersebut kemungkinan berasal dari sisa pakan yang tidak habis dikonsumsi oleh ikan budidaya.Demikian juga konsentrasi zat-zat nutrisi seperti nitrogen dan fosfor telah jauh melebihi ambang batas yang ditetapkan.Jika dibandingkan hasil analisis kualitas air pada lokasi budidaya ikan di perairan Haranggaol dengan hasil analisis kualitas air di beberapa lokasi di perairan Danau Toba, ternyata bahwa di lokasi penelitian Parapat,Simanindo, dan Balige konsentrasi zat-zat nutrisi juga telah melewati bakumutu yang ditetapkan.Kegiatan budidaya ikan dalam jaring apung ternyata menghasilkan limbahorganik yang tinggi dan pada akhirnya akan menghasilkan senyawa nitrityang tinggi pada perairan melalui proses nitrifikasi. Hasil analisis yang sama juga diperoleh dari penelitian yang dilakukan oleh Terangna, N., dkk. (2002)yang melakukan penelitian tentang sifat fisik, kimia, dan biologi di beberapalokasi di ekosistem Danau Toba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padalokasi yang terletak di tengah danau (sekitar 500 m dari pinggir danau)kecerahan air mencapai kedalaman 11 – 14 m dengan kandungan nutrisidalam air masih rendah dan kadar oksigen masih terdeteksi sampai kedasar danau pada kedalaman antara 200 – 500 m, sehingga perairan danaumasih tergolong
Oligotrofik 
(miskin zat hara). Sedangkan pada lokasi penelitian yang dekat dengan pemukiman dan lokasi budidaya ikan dalam jaring apung terdeteksi kadar nutrisi yang tinggi serta ditandai dengan pertumbuhan eceng gondok yang cukup subur.
KEANEKARAGAMAN HAYATI DANAU TOBA
Kondisi
oligotrofik 
Danau Toba menyebabkan daya dukung danau untuk  perkembangan dan pertumbuhan organisme air seperti plankton dan bentos sangat terbatas. Beberapa penelitian yang sudah dilakukan di beberapa kawasan Danau Toba menunjukkan bahwa populasi planktondan bentos di Danau Toba adalah rendah (Barus
et al 
., 1998, 1999).Komunitas plankton (fitoplankton dan zooplankton) merupakan basisdari terbentuknya suatu rantai makanan, oleh sebab itu planktonmemegang peranan yang sangat penting dalam suatu ekosistem danau.Dengan demikian maka dapat dimaklumi bahwa keanekargaman ikan diDanau Toba juga tidak terlalu tinggi. Hal ini disebabkan bahwa sumber nutrisi utama ikan secara alamiah umumnya adalah berbagai jenis plankton dan bentos tersebut. Dari beberapa hasil penelitian di DanauToba, dijumpai 14 spesies ikan. Informasi yang diperoleh dari nelayansetempat bahwa jenis ikan yang akhir-akhir ini sering didapat adalahikan mujahir (
Tilapia mossambica
), ikan kepala timah (
 Aplocheilus panchax
), ikan seribu (
 Lebistes reticulates
), ikan gurami (
Osphronemus goramy
), ikan sepat (
Trichogaster trichopterus
), ikan gabus (
Channa striata
), ikan lele (
Clarias batrachus
), ikan mas (
Cyprinus carpio
), danikan nila.

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Agam Wira Sani liked this
Hera Wahyuni liked this
Iskandar Setiadi liked this
Abdul Wafi liked this
-Jack TheUchiha liked this
yuliigooners liked this
yuliigooners liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->