Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Putusan Pengadilan Tinggi Agama

Putusan Pengadilan Tinggi Agama

Ratings: (0)|Views: 1,322|Likes:
Published by hukumunpad

More info:

Published by: hukumunpad on Dec 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/21/2009

pdf

text

original

 
1
Bab I
 Pendahuluan Putusan Pengadilan Tinggi Agama
 MENEMPATKAN “ANAK YANG LAHIR DI LUAR NIKAH “SECARA HUKUM ISLAM 
—-Islam adalah Agama kaffah yang mengatur semua lini kehidupan manusia,mengenai hal-hal yang menyangkut aqidah, ibadah, kemasyarakatan, kesehatan,lingkungan, hukum dan lain sebagainya, termasuk di dalamnya tentang hukumpernikahan. Karena itu, Din al-Islam merupakan pedoman hidup yang mengajarkankepada penganutnya untuk senantiasa berikhtiar (berusaha) dalam rangka mencapaitujuan-tujuan ideal yang dikehendakinya.—-Hukum Islam sebagai salah satu sistem hukum di Indonesia yang eksistensinyatelah diakui di samping hukum Adat dan hukum Barat/Eropa yang berlaku di wilayah negara Republik Indonesia, sebagian ditetapkan Allah secara jelas dan pastidalam al-Qur’an dan as-Sunnah (al-Hadis) dan sebagian lainnya merupakan hasilIjtihad para ahli hukum Islam yang diambil dari dasar/nilai-nilai pokok yangterkandung dalam al-Qur’an dan as-Sunnah (maqashid at-tasyri’), yang lebih dikenaldengan istilah fikih.—-Di antara keistimewaan hukum Islam dibandingkan dengan dua sistem hukumlainnya adalah adanya dimensi keadilan, kebenaran dan kemaslahatan yangterkandung dalam setiap hukum yang ditetapkan.Karena itu, dalam setiap hukum yang ditetapkan, selain mengandung dimensikeadilan juga mengandung kebenaran dan kemaslahatan dari sudut pandangmanusia secara keseluruhan (universal).—-Syariat pernikahan merupakan salah satu hukum yang ditetapkan oleh Allah SWTdemi kemaslahatan seluruh umat manusia, guna menyalurkan kodrat manusiadalam menyalurkan nafsu birahi secara benar dan teratur mengembang biakkanketurunan yang sah, di samping mewujudkan suasana rumah tangga yang sakinah,mawaddah dan ramah, sebagaimana yang dikandung dalam Q.S. al-Ruum ayat 21, yang artinya ;—-
 Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmuisteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteramkepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar-Rum (30) : 21)
-
 
2
—-Di Indonesia, peraturan tentang (hukum) perkawinan diatur dalam UU Nomor ITahun 1974 yang selanjutnya secara rinci dilengkapi oleh Kompilasi Hukum Islam(KHI) yang keberlakuannya diatur dalam INPRES Nomor 1 Tahun 1991.—-Pembicaraan perkawinan dan segala permasalahannya tentu tidak lepas denganstatus anak yang dilahirkan, baik yang dilahirkan sebagai akibat hubungan suamiisteri yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang terikat tali perkawinan yangsah maupun hubungan suami isteri di antara laki-laki dan perempuan yang tidak mempunyai ikatan perkawinan yang sah.—-Untuk kasus yang pertama tidaklah menjadi pembahasan di sini, yang menjadi bahasan di sini adalah kasus yang kedua.—-Dalam hukum Islam, hubungan suami isteri antara laki-laki dan perempuan yangtidak terikat tali pernikahan disebut “zina”, sehingga apabila akibat hubungandimaksud membuahkan janin, maka setelah dilahirkan anak tersebut adalah anak luar nikah atau yang dalam masyarakat lebih dikenal dengan istilah “anak zina”.—-
 Hukum Perkawinan Islam di Indonesia
Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 pengertian pernikahan adalah ikatanlahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengantujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkanKetuhanan Yang Maha Esa.Pernikahan dianggap sah apabila dilakukan menurut hukum perkawinan masing-masing agama dan kepercayaan serta tercatat oleh lembaga yang berwenangmenurut perundang-undangan yang berlaku.Perkawinan adalah salah satu bentuk ibadah yang kesuciannya perlu dijaga olehkedua belah pihak baik suami maupun istri. Perkawinan bertujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia sejahtera dan kekal selamanya. Perkawinanmemerlukan kematangan dan persiapan fisik dan mental karena menikah / kawinadalah sesuatu yang sakral dan dapat menentukan jalan hidup seseorang.Dasar dan Tujuan Pernikahan Menurut Agama Islam :1. Dasar Hukum Agama Pernikahan/ Perkawinan (Q.S. 24-An Nuur : 32)"Dan kawinlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan mereka yang berpekerti baik. Termasuk hamba-hamba sahayamu yang perempuan."2. Tujuan Pernikahan/ Perkawinan (Q.S. 30-An Ruum : 21)
 
3
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmupasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteramkepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnyapada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."
a.
MAKNA PERKAWINAN
Pengertian Secara Bahasa Az-zawaaj adalah kata dalam bahasa arab yang menunjukan arti: bersatunya dua perkara,atau bersatunya ruh dan badan untuk kebangkitan. Sebagaimana firman Allah 'azza wa jalla(yang artinya):"Dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)(Q.S At-Takwir : 7)dan firman-Nya tentang nikmat bagi kaum mukminin di surga, yang artinya merekadisatukan dengan bidadari :"Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik lagi bermata jeli(Q.SAth-Thuur : 20)Karena perkawinan menunjukkan makna bergandengan, maka disebut juga "Al-Aqd, yakni bergandengan (bersatu)nya antara laki-laki dengan perempuan, yang selanjutnyadiistilahkan dengan "zawaaja.Pengertian Secara Syar'i Adapun secara syar’i perkawinan itu ialah ikatan yang menjadikan halalnya bersenang-senang antara laki-laki dengan perempuan, dan tidak berlaku, dengan adanya ikatantersebut, larangan-larangan syari'at.Lafadz yang semakna dengan "AzZuwaaj" adalah "An-Nikaah; sebab nikah itu artinya saling bersatu dan saling masuk. Ada perbedaan pendapat di antara para ulama tentang maksuddari lafadz "An-Nikaah" yang sebenarnya. Apakah berarti "perkawinan" atau "jima'".Selanjutnya, ikatan pernikahan merupakan ikatan yang paling utama karena berkaitandengan dzat manusia dan mengikat antara dua jiwa dengan ikatan cinta dan kasih sayang,dan karena ikatan tersebut merupakan sebab adanya keturunan dan terpeliharanya

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->