Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
20Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PermenLH No 18 Tahun 2009 B-3

PermenLH No 18 Tahun 2009 B-3

Ratings: (0)|Views: 4,369|Likes:
Published by waytuj

More info:

Published by: waytuj on Dec 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/22/2012

pdf

text

original

 
1
SALINAN
PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUPNOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PERIZINANPENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUNMENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,Menimbang : a.
 
bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 40 ayat(1) huruf a dan ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah BahanBerbahaya dan Beracun, perlu menetapkan PeraturanMenteri Negara Lingkungan Hidup tentang Tata CaraPerizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya danBeracun;b.
 
bahwa Keputusan Kepala Badan PengendalianDampak Lingkungan Nomor: Kep–68/Bapedal/05/1994 Tentang Tata Cara Memperoleh IzinPenyimpanan, Pengumpulan, Pengoperasian AlatPengolahan, Pengolahan dan Penimbunan AkhirLimbah Bahan Berbahaya dan Beracun sudah tidaksesuai dengan perkembangan keadaan;c.
 
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimanadimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlumenetapkan Peraturan Menteri Negara LingkunganHidup tentang Tata Cara Perizinan Pengelolaan LimbahBahan Berbahaya dan Beracun;Mengingat : 1.
 
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentangPengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 1997 Nomor 68, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3699);2.
 
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2004 Nomor 125, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang PerubahanKedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004tentang Pemerintah Daerah (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);3.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentangPengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik
 
2
Indonesia Nomor 3815) sebagaimana telah diubahdengan Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah BahanBerbahaya dan Beracun (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 1999 Nomor 190, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3910);4.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentangAnalisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup(lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 3838);5.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentangPembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah,Pemerintahan Daerah Provinsi dan PemerintahanDaerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2007 Nomor 82, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);6.
 
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, FungsiSusunan Organisasi dan Tata Kerja KementerianNegara Republik Indonesia sebagaimana telahbeberapa kali diubah terakhir dengan PeraturanPresiden Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2006;MEMUTUSKAN:Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP TENTANG TATA CARA PERIZINAN PENGELOLAANLIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN.Pasal 1Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:1.
 
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, yang selanjutnya disebut limbahB3 adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahanberbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinyadan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung,dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup, dan/ataudapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidupmanusia serta makhluk hidup lain.2.
 
Pengelolaan limbah B3 adalah rangkaian kegiatan yang mencakupreduksi, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan,pengolahan, dan penimbunan limbah B3.3.
 
Pemanfaatan Limbah B3 sebagai kegiatan utama adalah kegiatan usaha yang mempergunakan limbah B3 sebagai bahan material utama dalamproses kegiatan yang menghasilkan suatu produk.4.
 
Penghasil limbah B3 adalah orang yang usaha dan/atau kegiatannyamenghasilkan limbah B3.5.
 
Produk antara adalah suatu produk dari suatu proses pemanfaatanlimbah B3 yang belum menjadi produk akhir yang masih akan digunakansebagai bahan baku oleh industri dan/atau kegiatan lainnya dan telahmemenuhi SNI, standar internasional, atau standar lain yang diakui.
 
3
6.
 
Izin pengelolaan limbah B3 yang selanjutnya disebut izin adalahkeputusan tata usaha negara yang berisi persetujuan permohonan untukmelakukan pengelolaan limbah B3 yang diterbitkan oleh Menteri,Gubernur, atau Bupati/Walikota.7.
 
Pemohon adalah badan usaha yang mengajukan permohonan izinpengelolaan limbah B3.8.
 
Badan usaha pengelola limbah B3 adalah badan usaha yang melakukankegiatan pengelolaan limbah B3 sebagai kegiatan utama dan/ataukegiatan pengelolaan limbah B3 yang bersumber bukan kegiatan sendiridan dalam akte notaris pendirian badan usaha tertera bidang atausubbidang pengelolaan limbah B3.9.
 
Pengumpulan skala nasional adalah kegiatan mengumpulkan limbah B3 yang bersumber dari 2 (dua) provinsi atau lebih.10.
 
Pengumpulan skala provinsi adalah kegiatan mengumpulkan limbah B3 yang bersumber dari 2 (dua) kabupaten/kota atau lebih.11.
 
Pengumpulan skala kabupaten/kota adalah kegiatan mengumpulkanlimbah B3 yang bersumber dari satu kabupaten/kota.12.
 
Rekomendasi adalah surat yang menjadi dasar pertimbangan untukpenerbitan izin usaha dan/atau kegiatan.13.
 
Deputi Menteri adalah pejabat eselon I pada Kementerian NegaraLingkungan Hidup yang bertugas untuk melaksanakan perumusankebijakan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaanbahan berbahaya dan beracun dan limbah bahan berbahaya dan beracun.14.
 
Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dibidang pengelolaan lingkungan hidup.Pasal 2(1)
 
 Jenis kegiatan pengelolaan limbah B3 yang wajib dilengkapi dengan izinterdiri atas kegiatan:a.
 
pengangkutan;b.
 
penyimpanan sementara;c.
 
pengumpulan;d.
 
pemanfaatan;e.
 
pengolahan; danf.
 
penimbunan.(2)
 
Penghasil limbah B3 tidak dapat melakukan kegiatan pengumpulanlimbah B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c.(3)
 
Kegiatan pengumpulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf chanya dapat diberikan izin apabila:a.
 
telah tersedia teknologi pemanfaatan limbah B3; dan/ataub.
 
telah memiliki kontrak kerja sama dengan pihak pengolah dan/ataupenimbun limbah B3.(4)
 
Kontrak kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b wajibmemuat tanggung jawab masing-masing pihak bila terdapat pencemaranlingkungan.(5)
 
Kegiatan pemanfaatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf ddapat berupa:a.
 
kegiatan utama; ataub.
 
bukan kegiatan utama.

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fira Rsm liked this
kusnowij liked this
permenlh liked this
Dhea Fitria liked this
duapuluhtiga23 liked this
Raja Arkan liked this
Asep Solihin S liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->