Sejarah Islam di Indonesia
3
e) TasawwufKenyatan sejarah bahwa ada tarikat-tarikat di Indonesia yang menjadi jaringanpenyebaran agama Islam.
3. Babak ketiga, masa penjajahan Belanda.
Pada abad 17 masehi tepatnya tahun 1601 datanglah kerajaan Hindia Belandakedaerah Nusantara yang awalnya hanya berdagang tetapi akhirnya menjajah. Belandadatang ke Indonesia dengan kamar dagangnya yakni VOC, semejak itu hampir seluruhwilayah nusantara dijajah oleh Hindia Belanda kecuali Aceh. Saat itu antar kerajaan-kerajaanIslam di nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama. Hal ini yangmenyebabkan proses penyebaran da’wah terpotong.Dengan
sumuliayatul
( kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahan antaraaspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya,ini telah diterapkan oleh para Ulamasaat itu. Ketika penjajahan datang, mengubah pesantren-pesantren menjadi markas-markasperjuangan, santri-santri (peserta didik pesantren) menjadi
jundullah
(pasukan Allah) yangsiap melawan penjajah sedangkan ulamanya menjadi panglima perangnya. Hampir seluruhwilayah di Indonesia yang melakukan perlawanan terhadap penjajah adalah kaum musliminbeserta ulamanya.Potensi-potensi tumbuh dan berkembang diabad 13 menjadi kekuatan perlawananterhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan-kerajaan Islam yang syair-syairnya berisikan perjuangan. Ulama-ulama menggelorakan Jihadmelawan kaum kafir yaitu penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnyamenggunakan strategi-strategi:
o
Politik
devide et impera,
yang pada kenyataannya memecahbelah atau mengadu dombaantara kekuatan Ulama dengan adat contohnya perang
Padri
di Sumatera Barat danperang
Diponegoro
di Jawa.
o
Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar seorang GuruBesar keIndonesiaan di Universitas Hindia Belanda juga seorang orientalis yang pernahmempelajari Islam di Mekkah, dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkanumat Islam hanya melakukan ibadah
mahdhoh
(khusus) dan dilarang berbicara atausampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belandadan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin yang akan melakukanibadah Haji karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan.
4. Babak keempat, abad 20 masehi
Awal abad 20 masehi, penjajah Belanda mulai melakukan politik
etik
atau politikbalas budi yang sebenarnya adalah hanya membuat lapisan masyarakat yang dapatmembantu mereka dalam pemerintahannya di Indonesia. Politik balas budi memberikan
Leave a Comment