Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah

makalah

Ratings: (0)|Views: 821 |Likes:
Published by www_agusfirdiansyah

More info:

Published by: www_agusfirdiansyah on Dec 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

 
Universitas Garut - Iman, Ilmu, Amal
Rubrik : Agama
PERANAN KELUARGA DALAM MEMBINA AKHLAK REMAJA*
Jumat, 04 Juli 08 - by : adminOleh : Ikeu KaniaABSTRAK Dalam psikologi perkembangan, Masa remaja (remaja awal dan remaja akhir) adalah masa yang penuh emosi, secara psikologis, masa ini ditandai dengan kondisi jiwa yang labil, tidak menentudan biasanya susah mengendalikan diri sehingga pengaruh-pengaruh negatif seperti perilaku- perilaku menyimpang akibat dari pergeseran nilai mudah mempengaruhi jiwa remaja danmenimbulkan gejala baru berupa krisis akhlak.Krisis akhlak yang melanda sebagian remaja saat ini, merupakan salah satu akibat dari perkembangan global dan kemajuan IPTEK yang tidak diimbangi dengan kemajuan moral akhlak.Perilaku remaja yang cenderung lekas marah, kurang hormat terhadap orang tua, bersikap kasar,kurang disiplin dalam beribadah, menjadi pemakai obat-obatan, terjerumus dalam perilaku sex bebas serta perilaku yang menyimpang lainnya telah melanda sebagian besar kalangan remaja.Keluarga (terutama orang tua) sebagai orang terdekat merupakan faktor utama untuk membantu para remaja dalam menghadapi krisis akhlak sebagaimana yang dikemukakan di atas. Pendidikanakhlak berupa bimbingan, arahan, nasehat, disiplin yang berlandaskan nilai-nilai ajaran agamaIslam harus senantiasa ditanamkan dan dikembangkan orang tua terhadap para remaja dalamkehidupan keluarga.A. PENDAHULUANKeluarga sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat mempunyai peranan yang sangat besar dalam mempengaruhi kehidupan dan perilaku anak remaja. Kedudukan dan fungsi keluarga dalamkehidupan manusia bersifat fundamental karena pada hakekatnya keluarga merupakan wadah pembentukan watak dan akhlak.Tempat perkembangan awal seorang anak sejak dilahirkan sampai proses pertumbuhan dan perkembangannya baik jasmani maupun rohani adalah lingkungan keluarga, oleh karena itu didalam keluargalah dimulainya pembinaan nilai-nilai akhlak karimah ditanamkan bagi semuaanggota keluarga termasuk terhadap remaja.Masa remaja (terutama masa remaja awal) merupakan satu fase perkembangan manusia yangmemiliki arti penting bagi kehidupan selanjutnya, karena kualitas kemanusiaannya di masa tua banyak ditentukan oleh caranya menata dan membawa dirinya dimasa muda. Perubahan yangdialami pada masa ini terjadi secara kodrati dan para ahli menyebutnya sebagai masa transisi(peralihan).Masa peralihan yang terjadi pada remaja sangat membingungkan, dalam masa peralihan iniremaja sedang mencari identitasnya. Dalam proses perkembangannya, masa ini senantiasadiwarnai oleh konflik-konflik internal, cita-cita yang melambung, emosi yang tidak stabil sertamudah tersinggung. Oleh karena itu remaja membutuhkan bimbingan dan bantuan dari orang-
 
orang terdekat seperti orang tuanya.Peran dan tanggungjawab orang tua mendidik anak remaja dalam keluarga sangat dominan sebabdi tangan orang tuanyalah baik dan buruknya akhlak remaja. Pendidikan dan pembinaan akhlak merupakan hal paling penting dan sangat mendesak untuk dilakukan dalam rangka menjagastabilitas hidup. Dalam ajaran agama Islam masalah akhlak mendapat perhatian yang sangat besar sebagaimana sabda Nabi ”Sempurnanya iman seorang mukmin adalah mempunyai akhlak yang bagus”. Dan dalam riwayat lain dikatakan ”Sesungguhnya yang dicintai olehku (Nabi MuhammadSAW) adalah mereka yang mempunyai akhlak yang bagus”.Mengingat masalah akhlak adalah masalah yang penting seperti sabda Nabi di atas, maka dalammendidik dan membina akhlak remaja orang tua dituntut untuk dapat berperan aktif karena masaremaja merupakan masa transisi yang kritis seperti dikemukakan oleh Hurlock (dalamistiwidayanti : 1992) bahwa masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasasehingga individu pada masa ini mengalami berbagai perubahan baik fisik, perilaku dan sikapsehingga perubahan ini patut diwaspadai.Oleh karena itu peranan orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai akhlak karimah terhadap para remaja yang bersumberkan ajaran agama Islam sangat pentingdilakukan agar para remaja dapat menghiasi hidupnya dengan akhlak yang baik sehingga pararemaja dapat melaksanakan fungsi sosialnya sesuai dengan norma agama, norma hukum dannorma kesusilaan.B. PERMASALAHAN AKHLAK REMAJADewasa ini dengan terjadinya perkembangan global disegala bidang kehidupan selainmengindikasikan kemajuan umat manusia disatu pihak, juga mengindikasikan kemunduran akhlak di pihak lain. Di samping itu, era informasi yang berkembang pesat pada saat ini dengan segaladampak positif dan negatifnya telah mendorong adanya pergeseran nilai di kalangan remaja.Kemajuan kebudayaan melalui pengembangan IPTEK oleh manusia yang tidak seimbang dengankemajuan moral akhlak, telah memunculkan gejala baru berupa krisis akhlak terutama terjadidikalangan remaja yang memiliki kondisi jiwa yang labil, penuh gejolak dan gelombang sertaemosi yang meledak-ledak ini cenderung mengalami peningkatan karena mudah dipengaruhi.Gejala akhlak remaja yang cenderung kurang hormat terhadap orang tua, melawan orang tua,terjerumus dalam perilaku sex bebas, kurang disiplin dalam beribadah, mudah terpengaruh aliransesat, pendendam, menjadi pemakai obat-obatan, berkata tidak sopan, pendusta, tidak  bertanggungjawab dan perilaku lainnya yang menyimpang telah melanda sebagian besar kalanganremaja.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sahabat Anak Remaja (Sahara) IndonesiaFoundation pada Tahun 2007 sedikitnya ada 38.288 remaja di Kabupetan Bandung diduga pernahmelakukan hubungan intim di luar nikah atau melakukan seks bebas. Hasil penelitian PLANInternasional mengemukakan bahwa dari 300 responden yang berdomisili di 3 kelurahan diSurabaya ada 64% responden yang pernah melakukan seks bebas dan mereka masih berstatussebagai pelajar SLTP dan SLTA, yang lebih menggegerkan di Kota Yogya hasil penelitian seks pra nikah yang dipublikasikan sebuah lembaga bahwa diketahui 97,05% dari jumlah 1.660responden yang berstatus mahasiswi pernah melakukan sekls bebas. Naudzubillah...Bukti lain tentang kemerosotan akhlak remaja dapat dilihat dari hasil temuan Tim Kelompok Kerja Penyalahgunaan Narkotika Depdiknas Tahun 2004 yang mengemukakan bahwa dari 4 juta pecandu nerkotika terdapat 20% pecandu narkotika yang berstatus anak sekolah usia 14-20 tahun.
 
Menurut Badan Narkotika Nasional hingga saat ini pecandu narkotika bukan hanya terjadi di kota-kota besar akan tetapi sudah meluas sampai ke pelosok-pelosok daerah.Fenomena-fenomena yang tampak seperti yang dikemukakan diatas merupakan krisis moral atau permasalahan akhlak yang dialami para remaja dewasa ini. Oleh karena itu pendidikan dalamsemua aspek kehidupan harus dilakukan dalam rangka membentuk kepribadian yang utama sesuaidengan kaidah-kaidah Islam.E. PENDIDIKAN DALAM ISLAMDalam bahasa Indonesia kata pendidikan merupakan kata jadian yang berasal dari kata didik yangdiberi awalan pe dan akhiran an yang berarti proses pengubahan sikap dan tatalaku seseorangdalam usaha mendewasakan manusia. Pendidikan merupakan proses mengubah keadaan anak didik dengan berbagai cara untuk mempersiapkan masa depan yang bai baginya.Dalam bahasa Arab kata tarbiyah mempunyai pengertian yang lebih luas dan lebih cocok dipakaiuntuk kata pendidikan dalam bahasa Indonesia, karena terasa lebih luas cakupannya yakni bukansekedar memberikan ilmu pengetahuan dan membina akhlak tetapi mencakup segala aspek  pembinaan kepribadian anak didik secara utuh.Menurut Abdur Rahman al-Bani pendidikan memiliki 4 unsur yaitu :1. Menjaga dan memelihara fitrah anak menjelang dewasa (baligh)2. Mengembangkan seluruh potensi3. Mengarahkan seluruh fitrah dan potensi menuju kesempurnaan4. Melaksanakannya secara bertahapDari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan pendidikan dalam hal iniialah pendidikan Islam meliputi unsur-unsur memelihara dan mengembvangkan potensi atau fitrahanak didik secara bertahap sesuai dengan perkembangannya.Menurut Abdullah yasin, Islam mengutamakan 4 jenis pendidikan sebagai berikut :1. Pendidikan Jasmani2. Pendidikan Akal3. Pendidikan akhlak 4. Pendidikan KerohanianBerdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas, maka pendidikan akhlak merupakan salah satu bagian pendidikan dalam Islam yang sangat diperlukan agar anak memiliki akhlak yang baik.Akhlak yang baik dari seorang anak akan melahirkan generasi yang baik pula, yaitu generasimuda atau remaja yang taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua dan memperhatikan hak-hak  bagi sauadara muslim yang lain.D. PENGERTIAN DAN METODE PEMBINAAN AKHLAK KARIMAHSecara linguistik, kata akhlak atau al-akhlak berasal dari bahasa Arab bentuk jama’ dari kataKhulkun yang artinya budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat (Hamzah: 1996). SedangkanImam Al-Gazali (dalam Abudin Nata : 1996) mengemukakan bahwa akhlak adalah sifat yangtertanam dalam jiwa yang menimbulkan bermacam-macam perbuatan baik dan buruk, dengangampang dan mudah tanpa menimbulkan pemikiran dan pertimbangan.Kata “Karimah“ secara gramatikal berasal dari kata karuma-yakrumu-kariimun yang artinya muliaatau luhur. Oleh karena itu yang dimaksud dengan kata akhlak karimah adalah sifat, watak, perangai atau perilaku baik dan luhur yang bersumber dari nilai-nilai ajaran akhlak Islam.

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nuki Khe liked this
Coonk Wandy liked this
Joeneor Eror liked this
Abu Al-Farizy liked this
Husni Amri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->