Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
179Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kesiapan Indonesia Dalam AFTA 2010

Kesiapan Indonesia Dalam AFTA 2010

Ratings:

5.0

(3)
|Views: 14,237 |Likes:
Published by Dodik Ariyanto
Banyak pihak menantikan Januari 2010 dengan harap-harap cemas, karena pada saat itulah genderang perang “laissez faire” akan menggema di seantero Asia Tenggara. Negara-negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia, tengah bersiap-siap mengantisipasi seribu macam kemungkinan yang dapat terjadi menyusul implementasi penuh kesepakatan perdagangan bebas antar anggota ASEAN yang ternyata bertambah satu negara non-anggota, yaitu China. Berbagai reaksi, mulai dari yang paranoid terhadap serbuan komoditi asal China hingga yang mencerca pemerintah yang dinilai “terlalu memaksakan diri” bergabung dengan rejim perdagangan bebas tersebut, ramai menghiasi headline media-media massa utama di tanah air. Tak kalah lantang, kelompok-kelompok tertentu bahkan memvonis keputusan bergabung dalam AFTA sebagai sebuah kesalahan yang masih mungkin untuk direvisi kembali. Terkait dengan dinamika tersebut, artikel ini dimaksudkan untuk memberi gambaran bagaimana kira-kira kesiapan Indonesia dalam AFTA+China yang implementasinya akan efektif sejak 1 Januari 2010 yang akan datang.
Banyak pihak menantikan Januari 2010 dengan harap-harap cemas, karena pada saat itulah genderang perang “laissez faire” akan menggema di seantero Asia Tenggara. Negara-negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia, tengah bersiap-siap mengantisipasi seribu macam kemungkinan yang dapat terjadi menyusul implementasi penuh kesepakatan perdagangan bebas antar anggota ASEAN yang ternyata bertambah satu negara non-anggota, yaitu China. Berbagai reaksi, mulai dari yang paranoid terhadap serbuan komoditi asal China hingga yang mencerca pemerintah yang dinilai “terlalu memaksakan diri” bergabung dengan rejim perdagangan bebas tersebut, ramai menghiasi headline media-media massa utama di tanah air. Tak kalah lantang, kelompok-kelompok tertentu bahkan memvonis keputusan bergabung dalam AFTA sebagai sebuah kesalahan yang masih mungkin untuk direvisi kembali. Terkait dengan dinamika tersebut, artikel ini dimaksudkan untuk memberi gambaran bagaimana kira-kira kesiapan Indonesia dalam AFTA+China yang implementasinya akan efektif sejak 1 Januari 2010 yang akan datang.

More info:

Published by: Dodik Ariyanto on Dec 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

 
MENYONGSONG IMPLEMENTASI AFTA 2010:KESEMPATAN DAN TANTANGAN BAGI INDONESIA
Oleh: Dodik Ariyanto
Banyak pihak menantikan Januari 2010 dengan harap-harap cemas,karena pada saat itulah genderang perang
laissez faire
akanmenggema di seantero Asia Tenggara. Negara-negara anggotaASEAN, termasuk Indonesia, tengah bersiap-siap mengantisipasiseribu macam kemungkinan yang dapat terjadi menyusulimplementasi penuh kesepakatan perdagangan bebas antar anggotaASEAN yang ternyata bertambah satu negara non-anggota, yaituChina. Berbagai reaksi, mulai dari yang
 paranoid 
terhadap serbuankomoditi asal China hingga yang mencerca pemerintah yang dinilai“terlalu memaksakan diribergabung dengan rejim perdaganganbebas tersebut, ramai menghiasi headline media-media massa utamadi tanah air. Tak kalah lantang, kelompok-kelompok tertentu bahkanmemvonis keputusan bergabung dalam AFTA sebagai sebuahkesalahan yang masih mungkin untuk direvisi kembali. Terkait dengandinamika tersebut, artikel ini dimaksudkan untuk memberi gambaranbagaimana kira-kira kesiapan Indonesia dalam AFTA+China yangimplementasinya akan efektif sejak 1 Januari 2010 yang akan datang.
Regionalisasi ekonomi di Asia tenggara dan kemunculan AFTA
Sejak tahun 1980an, terjadi serangkaian perubahan fundamental didunia, antara lain : 1) Munculnya lingkungan ekonomi dunia yangkompetitif dan terjadinya perubahan cepat menuju ekonomi
 
Penulis adalah PhD
candidate
bidang Ilmu Politik di University of Canterbury
 
berorientasi pasar khususnya di Eropa eks-sosialis dan juga di Asiayang ditandai dengan adanya reformasi ekonomi melalui privatisasi,deregulasi dan liberalisasi; 2) Terjadinya revolusi teknologi informasiyang memungkinkan peningkatan secara luar biasa traksaksiperdagangan dan saling ketergantungan antar negara di dunia ; 3)Meningkatnya regionalisasi yang ditandai dengan munculnyapengaturan perdagangan dan investasi dalam lingkup regional diberbagai belahan dunia. Pada saat yang sama, negara-negara Asiapada umumnya mulai menerima prinsip-prinsip liberalisasi yangdisertai dengan meningkatnya tekanan strategi pembangunan yangberbasis daya tarik bagi investasi asing langsung serta munculnyakesadaran di kalangan para pemimpin ASEAN untuk memperkuatkerja sama ekonomi guna menghadapi tekanan komparatif dari luar kawasan. Berbagai kecenderungan tersebut kemudian mendorongpara pemimpin negara Asia, khususnya negara-negara anggotaASEAN, untuk mendirikan suatu organisasi ekonomi regional di Asiatenggara.Setelah melalui serangkaian negosiasi dan perdebatan yang panjang,pada
Millenium Summit 
ke-4 ASEAN di Singapura tahun 1992,ASEAN yang saat itu masih beranggotakan 6 negara (Brunei,Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand) sepakatmembentuk kawasan perdagangan bebas ASEAN (AFTA) dalamrentang waktu 15 tahun dimulai sejak 1 Januari 1993. Dengan adanyakawasan perdagangan bebas tersebut maka seluruh negara anggotaASEAN akan mengurangi hambatan arus perdagangan dan investasiantar mereka secara bertahap hingga tahun 2008 yang diletakkandalam skema
Common Effective Preferential Tariff 
(CEPT). Vietnam
Dodik Ariyanto (Rowo Thole)
Page 2
dodmbyp@yahoo.com
 
yang bergabung dengan ASEAN pada tahun 1995 disusul oleh Laosdan Myanmar dua tahun kemudian serta Kamboja pada tahun 1999secara otomatis tergabung dalam keanggotaan AFTA bersamaandengan masuknya mereka ke organisasi regional tersebut.Melihat latar belakang dibentuknya kawasan perdagangan bebasASEAN, oleh karenanya, dapat disimpulkan bahwa keberadaan AFTAlebih dilandasi oleh tujuan ekonomi dan bukan tujuan lain sepertikeamanan ataupun politik, di mana
main goals
-nya adalah gunamenarik investasi asing langsung dalam rangka menopangpertumbuhan ekonomi di kawasan, mempertahankan keunggulankomparatif, serta untuk menjaga hubungan ekonomi dengan negara-negara partner utama Asia yaitu Amerika Serikat, Jepang dan Eropa.Disamping itu, seperti halnya organisasi serupa di kawasan lain,terdapat tujuan lain yang lebih spesifik yakni guna menggairahkanhubungan ekonomi dan perdagangan antar sesama anggota ASEANyang sebelumnya menunjukkan level kurang menggembirakan (grafik2). Sekedar ilustrasi, sebagai sebuah kawasan ekonomi strategis,ASEAN pada tahun 1995 (sebelum bergabungnya Laos, Myanmadan Kamboja) memiliki pangsa pasar lebih dari 420 juta jiwa, namunperdagangan antar anggotanya tidak pernah melampaui angka 20%.Sebaliknya, hubungan perdagangan negara-negara ASEAN justrulebih dominan dijalin secara unilateral dengan negara-negara partner di luar Asia tenggara, sehingga AFTA pada dasarnya dapat dilihatsebagai « stimulus » yang dimaksudkan guna mengintensifkanperdagangan internal antar anggota ASEAN.
Dodik Ariyanto (Rowo Thole)
Page 3
dodmbyp@yahoo.com

Activity (179)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dextha Yunita liked this
Titi Sari liked this
Lusi Anggraini liked this
Suhartono Kho liked this
Anita Yoeny liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->