Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
85Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
jurnal penelitian

jurnal penelitian

Ratings: (0)|Views: 19,496|Likes:
Published by ervansyah

More info:

Published by: ervansyah on Dec 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/26/2013

pdf

text

original

 
1
Pengaruh Penerapan Pendekatan Kontekstual Bermedia VCD TerhadapPencapaian Kompetensi Belajar Sejarah (Studi Eksperimen di SMA Negeri IKaranganyar dan SMA Negeri Karangpandan Tahun Pelajaran 2006/2007).Oleh: Dr. Hj. Nunuk Suryani, M.Pd
*
 
The aims of this research are to know : (1) whether or not this is the differencebetween the effect of the application of contextual method (Contextual Teaching Learning) by using VCD media and the contextual method by using Picture media tothe achievement of Historical learning competence of the students of the second semester of 10
th
Grade of SMA; (2) whether or not there is the difference of theeffectiveness of contextual learning (Contextual Teaching Learning) by using VCDmedia to the achievement of Historical learning competence of the students of thesecond semester of 10
th
Grade of SMA; (3) whether or not there is the interactioneffect between the application of contextual approach ( Contextual Teaching Learning) by using VCD media and the students’ learning interest to the achievement of Historical learning competence of the students of the second semester of 10
th
 Grade of SMA.This research uses quantitative method by
 Experimental Approach with 2 x 2 Factorial designs,
and the data presentation is by descriptive analysis. The population used in this study is the students of the 10 th Grade of SMA Negeri 1Karanganyar and SMA Negeri Karangpandan. Technique Sampling used is
 purposive random sampling.
There are
78 students,
which
 consist of 38 students for theexperiment and 40 for the control group.
Whereas the technique of data collectingused are questionnaire and test techniques. The data analysis technique used here is
Two–Ways
 
 Analysis of Variance (ANOVA) Technique.
Before the analysis is performed, the validity test is being carried out, where the correlation of Moment Product and reliability uses Alpha Cronbach. The result of the tryout of this studyshows that all of the research variables are valid and reliable before the hypotheticaltest is performed.The result of the reseacrh hypothetical test shows that: (1) there are somedifferences of the Historical learning competence between those who learning withContextual Teaching Learning Approach by using VCD Media and Picture Media.The Contextual Teaching Learning Approach by Using VCD Media results in a better  Historical learning competence than the Contextual Teaching Learning by UsingPicture Media; (2) There are some differences of Historical learning competencebetween those who have high and low learning interest. The students who have highlearning interest have a better Historical learning competence that the students whohave low learning interest; (3) There is some difference of the effect of interactionbetween the Learning Approach, with the interest the Historical learningcompetence..Key
words :
Contextual Teaching Learning, learning interest, Historical learningcompetence
*
Dr. Hj.Nunuk Suryani, M.Pd adalah dosen Program Studi Teknologi Pendidikan PPS UNS Surakarta
 
2
A. Pendahuluan
Pendidikan merupakan segala usaha yang dilaksanakan dengan sadar,danbertujuan mengubah tingkah laku manusia kearah yang lebih baik dan sesuai denganyang diharapkan. Pendidikan akan merangsang kreativitas seseorang agar sanggupmenghadapi tantangan-tantangan alam, masyarakat, teknologi serta kehidupan yangsemakin kompleks. Indonesia dipenghujung akhir abad ke- 20, dilihat dari jumlahpenduduknya yang telah menjadi Negara terbesar kelima di dunia. Jumlah yang besarini sebenarnya merupakan potensi pembangunan apabila diimbangi dengan kualitasSumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Pembangunan nasional membutuhkan SDMyang berkualitas yang memiliki sikap dan tekad kemandirian. Kualitas SDM dapatditingkatkan dengan pendidikan. Parameter penilaian kualitas SDM ini adalahsemangat dan kemampuan mengoperasikan dan mengaplikasikan teknologi.Program Pembinaan pendidikan menengah yang mencakup SekolahMenengah Umum (SMU), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah(MA) ditujukan antara lain untuk : Meningkatkan kualitas pendidikan menengahsebagai landasan bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjangpendidikan yang lebih tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan pokok dalam upayapeningkatan kualitas dan relevansi pendidikan menengah dengan ; menyusunkurikulum yang berbasis kompetensi sesuai dengan kebutuhan dan potensipembangunan daerah, mampu meningkatkan kreativitas guru sesuai dengan kapasitaspeserta didik serta menekankan perlunya keimanan, dan ketaqwaan , wawasankebangsaan, kesehatan jasmani, kepribadian yang berakhlak mulia, beretos kerja,memahami hak dan kewajiban, serta meningkatkan penguasaan ilmu-ilmu dasar(matematika,sains dan teknologi, bahasa dan sastra,ilmu sosial, bahasa inggris) PPPGTertulis; Kebijakan Pemerintah di bidang pendidikan (2004:3)Dalam proses pembelajaran Sejarah, seorang guru memiliki peran pentingdalam menyampaikan informasi, melatih ketrampilan dan membimbing belajar siswasehingga para guru dituntut memiliki kualifikasi dan kompetensi tertentu, agar prosesbelajar dan pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Adanya minatbelajar yang tinggi, pendekatan pembelajaran dan pemanfaatan serta penggunaanmedia pembelajaran yang tepat akan menjadikan siswa mudah dalam menerima danmengolah yang disampaikan.
 
3Pembelajaran Kontekstual (
Contextual Teaching and Learning
) merupakansalah satu model pembelajaran berbasis kompetensi yang dapat digunakan untuk mengefektifkan dan mensukseskan implementasi kurikulum 2004. Adakecenderungan dewasa ini untuk kembali kepada pemikiran bahwa anak akan belajarlebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak “mengalami” apa yang dipelajarinya, bukan “mengetahuinya”. Pembelajaran yangberorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi “ Mengingat” jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalamkehidupan jangka panjang. Dan itulah yang sering terjadi di sekolah-sekolah kita.Dalam konteks itu siswa perlu mengerti makna belajar, apa manfaatnya,dalam statusapa mereka, dan bagaimana mencapainya. Mereka sadar bahwa yang mereka pelajariberguna bagi hidupnya kelak. Dengan begitu mereka memposisikan sebagai dirisendiri yang memerlukan suatu bekal untuk hidupnya nanti. Mereka mempelajari apayang bermanfaat bagi dirinya dan berupaya menggapainnya. Dalam upaya itu, merekamemerlukan guru sebagai pengarah dan pembimbing (Depdikbud, 2002 : 2)Jika guru mampu mengelola proses pembelajaran dan mampu menciptakansistem pembelajaran yang efektif maka kualitas proses belajar akan tercapai. Tetapi jika guru masih terpaku pada paradigma lama dimana hanya memandang keberhasilanproses belajar mengajar ditentukan nilai akhir saja maka kualitas pembelajaran tidak akan mencapai kemajuan.Model pembelajaran Kontekstual peserta didik secara langsung ke lapanganuntuk menemukan dan mencari materi pelajaran sehingga proses pembelajaransehingga lebih bermakna. Pembelajaran bermakna menurut Ausubel (Isti Hidayah,Sugiarto, Siti Muslichatun, Titi Lestariningsih, 2003 : 3) Proses pembelajaran yangdapat mengaitkan informasi baru dengan struktur kognitif. Sebaliknya, jika informasibaru tidak dapat dikaitkan pada konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif maka akan hanya terjadi belajar hafalan, proses belajar hafalan ini merupakan prosespenerimaan informasi jangka pendek. Sedangkan proses belajar dengan pengulangandi lapangan dan peserta didik mampu menemukan sesuatu materi yang dikaji, makapenerimaan informasi bersifat jangka panjang.Dalam pembelajaran kontekstual ini konsep belajar yang membantu para gurumengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata yang mendorong

Activity (85)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yumrotus Solikah liked this
Nesha Lita liked this
dwi_a_2 liked this
Nasib Pardosi liked this
Afwady Ady liked this
Mas Win liked this
dkarno_s liked this
Ocha Chualleda'e liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->