www.satudunia.net
Page 3
Ramai di Mitigasi Sepi di Adaptasi
Jika kita melihat perjanjian bilateral di atas maka akansegera terlihat bahwa negara-negara maju begitubersemangat untuk mengucurkan dananya dalamkegiatan mitigasi atau pengurangan emisi gas rumahkaca (GRK) penyebab perubahan iklim.Sebelumnya, Direktur Lingkungan Hidup Bappenas DrIr Edi Effendi Tedjakusuma, MA, dalam sebuahsarasehan tentang perubahan iklim di Jakarta padaNovember 2009, mengatakan kegiatan mitigasi lebihbanyak mendapat dukungan dana, baik berupa hibah maupun utang, dari negara danlembaga bisnis bantuan internasional dibandingkan dengan kegiatan adaptasi.Kondisi tersebut ternyata tidak berubah setelah KTT Perubahan iklim di Kopenhagen.Program kegiatan adaptasi terhadap perubahan iklim masih sepi peminat. Padahal sebagainegara berkembang, Indonesia sejatinya belum memiliki kewajiban untuk menurunkanemisi GRK.Sebaliknya Indonesia memiliki kewajiban yang cukup besar untuk membantu warganyadalam beradaptasi dengan perubahan iklim. Banyak petani di negeri ini yang telahmengalami gagal panen. Nelayan yang kesulitan melaut karena gelombang tinggi. Wargayang terkena bencana banjir. Semua itu indikasi bahwa perubahan iklim telah berdampak buruk terhadap sebagaian warga Indonesia.Lantas kenapa negara-negara maju begitu bersemangat untuk mengucurkan dananya bagiproyek-proyek mitigasi dibandingkan adaptasi?Hal itu ternyata terkait erat dengan proyek
carbon offset
atau tukar guling emisikarbon, yang memang diperbolehkandalam kesepakatan internasional mengenaiperubahan iklim.
Carbon offset
adalahsalah satu mekanisme untuk membantunegara-negara maju memenuhikewajibannya mengurangi GRK.Dengan mekanisme
carbon offset
, negaramaju dapat mengurangi GRK di luarnegaranya. Hal itu dilakukan karena biaya untuk mengurangi GRK di negaranya dinilai jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan mengurangi GRK di luar negaranya.Karena proyek carbon offset ini pula kita dapat mengkritisi kenapa Perdana MenteriInggris Gordon Brown memuji Indonesia katika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) mencanangkan target penurunan emisi Indonesia sebesar 26 %. Pujian itu
Add a Comment