/  5
 
www.satudunia.net 
Page 1
Kilas Balik Perubahan Iklim Tahun 2009
Menuju Ketidakadilan Iklim
Oleh :Firdaus Cahyadi
Knowlegde Sharing Officer (KSO)OneWorld, Indonesia
 
www.satudunia.net 
Page 2
Berebut Proyek Iklim di Kopenhagen
Tahun 2009 ditutup dengan konferensitingkat tinggi (KTT) internasionalmengenai isu perubahan iklim diKopenhagen, Denmark. KTT yang dihadiritak kurang dari 20 ribu peserta itudilaksanakan pada tanggal 7-19 Desember2009. Banyak pihak yang kecewa denganhasil KTT ini.Kenapa banyak pihak yang kecewa?Kekecewaan banyak pihak itu disebabkandalam KTT ini hanya menyepakati
Copenhagen Accord 
, sebuah dokumen politik yang tidak mengikat secara hukum dandisepakati ‘hanya’ oleh 26 negara dari 192 negara yang meratifikasi Protokol Kyoto.Ironisnya, meskipun banyak pihak yang kecewa Indonesia tetap menyambut gembirahasil KTT di Kopenhagen tersebut. Kenapa?Hal itu disebabkan di dalam Copenhagen Accord terdapat komitmen negara maju untuk menyediakan pendanaan US$30 milyar selama tahun 2010-2012 bagi adaptasi danmitigasi di negara berkembang.Di luar itu Indonesia juga membuat kesepakatan bilateral dan multilareral yang dapatmenarik banyak uang ke negeri ini dengan mengatasnamakan perubahan iklim.”Sektor kehutanan dan alih fungsi lahan memang menjadi fokus perhatian terbesar dalamperjanjian kerja sama itu,” kata Ketua Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI),sekaligus Kepala Negosiator RI di Konferensi Perubahan Iklim 2009, Rachmat Witoelarseperti yang ditulis oleh Kompas, 24 Desember 2009.Menurut Rachmat, Pemerintah Inggris menyiapkan dana 5 miliar poundsterling untuk mencegah penggundulan hutan dan alih fungsi lahan di Indonesia. Pembalakan liar jugadisorot.Sementara itu, Pemerintah Norwegia menyiapkan pendanaan sementara (interim) bagipengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD).Amerika Serikat juga siapkan dana 3,5 miliar dollar AS bagi program pengurangan emisidari kehutanan. Dana itu akan dikucurkan kepada tiga negara mewakili tiga benua selamadua tahun (2010-2011).
 
www.satudunia.net 
Page 3
Ramai di Mitigasi Sepi di Adaptasi
Jika kita melihat perjanjian bilateral di atas maka akansegera terlihat bahwa negara-negara maju begitubersemangat untuk mengucurkan dananya dalamkegiatan mitigasi atau pengurangan emisi gas rumahkaca (GRK) penyebab perubahan iklim.Sebelumnya, Direktur Lingkungan Hidup Bappenas DrIr Edi Effendi Tedjakusuma, MA, dalam sebuahsarasehan tentang perubahan iklim di Jakarta padaNovember 2009, mengatakan kegiatan mitigasi lebihbanyak mendapat dukungan dana, baik berupa hibah maupun utang, dari negara danlembaga bisnis bantuan internasional dibandingkan dengan kegiatan adaptasi.Kondisi tersebut ternyata tidak berubah setelah KTT Perubahan iklim di Kopenhagen.Program kegiatan adaptasi terhadap perubahan iklim masih sepi peminat. Padahal sebagainegara berkembang, Indonesia sejatinya belum memiliki kewajiban untuk menurunkanemisi GRK.Sebaliknya Indonesia memiliki kewajiban yang cukup besar untuk membantu warganyadalam beradaptasi dengan perubahan iklim. Banyak petani di negeri ini yang telahmengalami gagal panen. Nelayan yang kesulitan melaut karena gelombang tinggi. Wargayang terkena bencana banjir. Semua itu indikasi bahwa perubahan iklim telah berdampak buruk terhadap sebagaian warga Indonesia.Lantas kenapa negara-negara maju begitu bersemangat untuk mengucurkan dananya bagiproyek-proyek mitigasi dibandingkan adaptasi?Hal itu ternyata terkait erat dengan proyek 
carbon offset 
atau tukar guling emisikarbon, yang memang diperbolehkandalam kesepakatan internasional mengenaiperubahan iklim.
Carbon offset 
adalahsalah satu mekanisme untuk membantunegara-negara maju memenuhikewajibannya mengurangi GRK.Dengan mekanisme
carbon offset 
, negaramaju dapat mengurangi GRK di luarnegaranya. Hal itu dilakukan karena biaya untuk mengurangi GRK di negaranya dinilai jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan mengurangi GRK di luar negaranya.Karena proyek carbon offset ini pula kita dapat mengkritisi kenapa Perdana MenteriInggris Gordon Brown memuji Indonesia katika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) mencanangkan target penurunan emisi Indonesia sebesar 26 %. Pujian itu

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...