Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
37Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KEMBALI KEPADA KEYNES

KEMBALI KEPADA KEYNES

Ratings: (0)|Views: 6,231|Likes:

More info:

categoriesTypes, Resumes & CVs
Published by: Wandes Hansen Pratama Tanjung on Dec 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/14/2013

pdf

text

original

 
EMBALIEPADAE YNES
Oleh, Puri Kurniasih
 
(0606091773)
I.Pendahuluan
Berkat jasa tokoh-tokoh neo-klasik yang melumpuhkan seranganMarx terhadap system kapitalis, maka perekonomian pada awal abadke-20 berjalan sesuai dengan paham
laissez faire-laissez passer 
sepertikeinginan kaum klasik dan neo-klasik. Didasarkan atas pendapat J.BSay yang mengatakan bahwa penawaran akan selalu berhasilmenciptakan permintaannya sendiri (
 supply creates it’s demand 
).Dengan begitu tiap perusahaan berlomba-lomba menghasilkan barangsebanyak-banyaknya. Akibatnya, produksi meningkat tidaterkendalikan, hingga pada tahun 30-an dunia mengalami krisisekonomi yang mahadasyat (depresi besar-besaran). Perekonomianambruk, pengangguran terbuka merajalela, dan inflasi membumbungtidak terkendali.Krisis yang dialami negara-negara maju seperti yang digambarkandi atas oleh sebagian pihak dianggap bahwa ramalan Marx tentangkejatuhan system kapitalis menjadi kenyataan. Dalam menghadapi persoalan ekonomi yang mahadasyat tersebut, teori-teori ekonomi yangdikembangkan oleh pakar-pakar klasik maupun neo-klasik sepertilumpuh tak berdaya. Teori klasik dan neo-klasik tidak mampumenjelaskan fenomena dan peristiwa yang sesungguhnya terjadi.Apalagi memberikan jalan keluar dari kemelut yang dihadapi. Hal inisebetulnya tidak dapat disesalkan, sebab yang terjadi pada tahun 30-antersebut memang sangat berbeda dengan persoalan-persoalan yangselama ini dihadapi. Dalam situasi tidak menentu inilah lahir seorangtokoh ekonomi J.M Keynes.
II.Biografi Singkat John Maynard Keynes
John Maynard Keynes (1883-1946) mula-mula memperoleh pendidikan di Eton. Sebagai seorang murid yang pintar, ia banyak memenangkan berbagai dalam bidang matematika, bahasa inggris, danseni klasik. Keynes melanjutkan pendidikan ke King’s College dengan bidang utama matematika. Disamping matematika, ia jugamemperdalam filsafat dari gurunya Alfred Whitehead. Pelajaran- pelajaran ekonomi diperoleh dibawah binbingan Alfred Marshall danA.C.Pigou. JM Keynes betul-betul cerminan seorang cendekiawantulen. Selain ahli dalam ilmu ekonomi, yang didukung olehkepiawaiannya dalam ilmu matematika, ia juga mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang filsafat dan politik. Bahkan, ia juga sangat mengerti dengan dunia sastra, seni lukis, teater drama dantari balet klasik. Orang tuanya John Neville Keynes, juga seorang ahliekonomi yang cukup disegani. Akan tetapi, namanya tenggelam di bawah baying-bayang nama anaknya yang jauh lebih termasyur 
1
.
1
Disarikan dari : Biografi Singkat JM Keynes, www.google/wikipedia.com
 
Sesudah menamatkan kuliahnya, Keynes pernah menjadi editosebuah jurnal ilmiah yang cukup ternama “Economic Jurnal”.Disamping itu, ia juga pernah bertugas sebagai pamong (
civil servat 
)dalam pemerintahan inggris. Dalam usia sangat muda (sekitar 26 tahun)Keynes sudah ikut dalam tim delegasi inggris melakukan perundingan perdamaian Versailles tahun 1919. Sebelum mencapai usia 30 tahun iadiangkat sebagai dosen di Cambridge University. Pengaruh Keynessangat besar dalam Perjanjian Bretton Woods tahun 1946 dan dalam pembentukan badan Moneter Internasional IMF (
 International Monetary Fund 
). Atas jasa-jasanya sangat besar, ia kemudian diangkatsebagai “baron”, suatu gelar kebangsawanan yang sangat tinggi dalammasyarakat Eropa. Beberapa karya besarnya diantaranya :
The Economic Consequences of the Peace
pada 1919,
 A Revision of theTreaty
pada 1922,
 A Tract on Monetary Reform
pada 1923, A
Treatiseon Money
pada 1930, kemudian
The General Theory
pada 1977 yangmerupakan reaksi terhadap depresi besar-besaran yang terjadi tahun 30-an, dan tulisan ini pula yang membuat dia mulai meninggalkan pemikiran klasik dan neo-klasik, karena metode klasik dan neo-klasik mengandung banyak kelamahan dan tidak bisa memecahkan persoalantersebut, dan karya besar lainnya
2
.
2
Disarikan dari : Kehidupan Keynes,www.Blog-anonime//google.com 
III.Kritik Keynes terhadap Teori Klasik 
Kaum klasik yang percaya bahwa perekonomian yang dilandaskan pada kekuatan mekanisme pasar akan selalu menuju keseimbangan(
equilibrium
). Dalam posisi keseimbangan, kegiatan produksi secaraotomatis akan menciptakan daya beli untuk membeli barang-barangyang dihasilkan. Daya beli tersebut diperoleh sebagai balas jasa atasfactor-faktor produksi seperti upah, gaji, suku bunga, sewa, dan balas jasa dari factor produksi lainnya. Pendapatan atas factor-faktor produksitersebut seluruhnya akan dibelanjakan untuk membeli barang-barangyang dihasilkan perusahaan. Ini yang dimaksud Say bahwa penawaranakan selalu berhasil menciptakan permintaannya sendiri
3
.Sebenarnya dalam posisi keseimbangan tidak terjadi kelebihanmaupun kekurangan permintaan. Ketidakseimbangan (
disequilibrium
),seperti pasokan yang lebih besar dari permintaan, kekurangan konsumsi,atau terjadi pengangguran, keadaan ini dinilai kaum klasik sebgaisesuatu yang sementara sifatnya. Nanti aka n ada suatu tangan tak kentara (
invisiblehands
) yang akan membawa perekonomian kembali pada posisi keseimbangan.Kaum klasik juga percaya bahwa dalam keseimbangan semuasumber daya, termasuk tenaga kerja, akan digunakan secara penuh.Dengan demikian, dibawah system yang didasarkan pada mekanisme pasar tidak ada pengangguran. Pekerja terpaksa menerima upah rendah,
3
Tulisan ini disarikan dari buku Deliarnov,
Perkembangan PemikiranEkonomi
, hlm.163
 
daripada tidak memperoleh pendapatan sama sekali. Kesediaan untuk  bekerja dengan tingkat upah lebih rendah ini akan menarik perusahaanuntuk mempekerjakan mereka lebih banyak.Jadi, dalam pasar persaingan sempurna mereka yang mau bekerja pasti akan memperoleh pekerjaan. Pengecualian berlaku bagi merekayang “pilih-pilih” pekerjaan, atau tidak mau bekerja dengan tingkatupah yang diatur oleh pasar. Pekerja yang tidak bekerja karena keduaalasan diatas, oleh kaum klasik tidak digolongkan pada penganggur.Kaum klasik menyebutnya pengangguran sukarela (
voluntaryunemployment 
).Kita semua sudah tahu bahwa, analisis klasik bertumpu padamasalah-masalah mikro. Dalam berproduksi, misalnya, masalah yangdihadapi adalah : bagaimana menghasilkan barang-barang dan jasasebanyak-banyaknya. Itu dilakukan dengan biaya serendah-rendahnyadengan memilih alternative kombinasi factor-faktor produksi yangterbaik. Dengan cara memilih alternative terbaik atau paling efisien, perusahaan akan memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Halitu berdasarkan keyakinan bahwa tiap barang yang diproduksi akanselalu diiringi oleh permintaan. Dalam kenyataannya, menurut Keynes permintaan lebih kecil dari penawaran. Alasannya, sebagian dari pendapatan yang diterima masyarakat akan ditabung, dan tidak semuanya dikonsumsi. Dengan demikian, permintaan efektif biasanyalebih kecil dari total produksi. Walaupun kekurangan ini bisadieliminasi dengan menurunkan harga-harga, pendapatan tentu akanturun. Sebagai akibatnya, tetap saja permintaan lebih kecil dari penawaran. Karena konsumsi lebih kecil dari pendapatan, tidak semua produksi akan diserap masyarakat. Memang inilah yang terjadi padatahun 30-an, saat perusahaan berlomba-lomba berproduksi tanpakendali. Dipihak lain, daya beli masyarakat terbatas. Akibatnya banyak stok menumpuk. Sebagian perusahaan terpaksa mengurangi produksidan sebagian bahkan melakukan rasionalisasi, yaitu mengurangi produksi dengan mengurangi jumlah pekerja.Tindakan rasionalisasi dari pihak perusahaan akan memaksasebagian pekerja menganggur. Orang yang mengganggur jelas tidak memperoleh pendapatan. Sebagai konsekuensinya, pendapatanmasyarakat turun. Turunnya pendapatan masyarakat menyebabkan daya beli semakin rendah, sehingga barang-barang tidak laku sehinggakegiatan produksi jadimacet.Sejak terjadinya depresi tahuan 30-an tersebut berdasarkan sejarah, banyak orang yang curiga bahwa jangan-jangan ada sesuatu yang salahdengan teori klasik dan neo-klasik yang dianggap berkalu umum selamaini. Menurut Keynes dalam pandangan klasiknya, produksi akan selalumenciotakan permintaannya sendiri hanya berlaku untuk perekonomiantertutup sederhana. Ini terdiri dari sector rumah tangga danperusahaansaja. Pada tingkat perekonomian seperti ini semua pendapatan yamgditerima pada suatu periode biasanya langsung dikonsumsi tanpa adayang ditabung. Dalam keadaan seperti ini memang permintaan akanselalu sama dengan penawaran agregat. Akan tetapi, dalam

Activity (37)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Jajang Nursanto added this note|
TRIMS ARTILNYA SANGAT AKU BUTUHKAN
yuliani_tjong liked this
Diyah Asri liked this
Achmad Fadhil liked this
RMN3 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->