Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
131Activity

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penegakan Hukum Di Wilayah Laut Indonesia

Penegakan Hukum Di Wilayah Laut Indonesia

Ratings: (0)|Views: 10,660 |Likes:
Published by farpus_keren
Law Enforcement in the Sea of Indonesia
Law Enforcement in the Sea of Indonesia

More info:

Published by: farpus_keren on Dec 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2013

pdf

text

original

 
 1
PENEGAKAN HUKUM DI WILAYAH LAUT INDONESIA(Farida Puspitasari, SH, M.Hum)1. Pendahuluan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negarakepulauaan (
archipelagic state 
) terbesar di dunia yang memiliki 17.508pulau (dua pulau telah menjadi bagian negara Timor Leste, yaitu pulauAtauro dan pulau Yako serta pulau Sipadan dan pulau Ligitan yang oleh
International Court of Justice 
pada tahun 2002 diputuskan menjadi milikMalaysia), dengan luas lautnya mencapai 5,8 juta km² dan garis pantaisepanjang ± 81.000 km.
1
Wilayah NKRI terletak pada posisi silang duniadi antara dua benua dan dua samudera. Posisi geografis yang demikianini menyebabkan laut di antara pulau-pulau menjadi laut yang sangatpenting artinya bagi lalu lintas pelayaran internasional, selain itu di dalamlaut yang luas tersebut terkandung potensi sumber daya laut yangmelimpah dan memiliki nilai strategis bagi kesinambungan pembangunannasional bahkan kemudian memancing pihak-pihak tertentu untukmemanfaatkannya secara
illegal 
. Hal ini tidak saja menganggu stabilitaskeamanan di laut, namun juga merupakan potensi konflik dengan negara-negara lain.Seluruh bangsa Indonesia memiliki kepentingan yang samaterhadap laut, yaitu terwujudnya kondisi laut yang aman dan terkendalidalam rangka menjamin integritas wilayah guna menjamin kepentingannasional. Guna mewujudkan kondisi keamanan di laut, diperlukan adanyaupaya penegakan kedaulatan dan penegakan hukum. Masalahpenegakan hukum di laut menjadi satu isu nasional yang penting,mengingat kerugian yang dialami negara sangat besar akibat berbagaipelanggaran hukum yang terjadi di laut. Pelanggaran hukum tersebut
1
Pokok-pokok Pikiran TNI Angkatan Laut Tentang Keamanan Di Laut, 2002, Jakarta: Mabes AL,hlm.1
 
 2
meliputi perompakan (
armed robbery 
), pembajakan (
piracy 
),penyelundupan manusia (imigran gelap), penyelundupan barang (sepertikayu, gula, beras, BBM, senjata api, narkotika, psikotropika),
illegal fishing 
, pencemaran laut, eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alamsecara
illegal 
, serta pelanggaran lain di wilayah laut IndonesiaSecara faktual, penegakan keamanan di laut memiliki dua dimensiyaitu penegakan kedaulatan dan penegakan hukum, sehingga diperlukansuatu perspektif baru bahwa kedua dimensi tersebut saling terkait satudengan lainnya. Jika dipandang sebagai suatu sistem, maka keamananlaut merupakan rangkaian mulai dari persepsi atau pemahaman segenapkomponen bangsa, struktur organisasi serta prosedur dan mekanismepenyelenggaraan keamanan di laut yang melibatkan berbagai instansiyang memiliki kewenangan dalam penegakan kedaulatan dan penegakanhukum di laut.
2
Sistem keamanan laut harus dibangun dengan prinsipmensinergikan kekuatan yang dimiliki oleh berbagai instansipenyelenggara penegakan keamanan di laut tersebut. Sinergi keduaaspek tersebut diwujudkan dengan kesatuan yang tercermin dalamstruktur organisasi, mekanisme dan prosedur aparat penyelenggarakeamanan di laut. Penegakan kedaulatan di laut mempunyai dua dimensipemahaman, yaitu kedaulatan (
sovereignity 
) dan hak berdaulat (
sovereign right 
) di laut suatu negara yang telah diatur secara universal dalamUNCLOS 1982.
3
 Pengelolaan sumber kekayaan laut memerlukan suatukebijaksanaan pemerintah yang bersifat makro dan terpadu, dan ditopangoleh perangkat hukum yang kuat. Hukum berfungsi sebagai perlindungankepentingan manusia. Agar kepentingan manusia terlindungi, makahukum harus dilaksanakan. Pelaksanaan hukum selain dapat berlangsungsecara normal dan damai, juga dapat dilaksanakan manakala terjadipelanggaran hukum, dalam hal inilah hukum yang telah dilanggar itu harus
2
Ibid, hlm.2
3
Ibid, hlm.16
 
 3
ditegakkan. Melalui penegakan hukum tersebut, hukum kemudian menjadikenyataan.
4
 Obyek ilmu hukum adalah kumpulan peraturan-peraturan hukumyang tidak berdiri sendiri. Arti pentingnya suatu peraturan hukum adalahkarena hubungannya yang sistematis dengan peraturan-peraturan hukumlain. Jadi, hukum merupakan suatu sistem. F. Sugeng Istanto
5
sependapatdengan Black yang merumuskan bahwa sistem adalah
an orderly combination or arrangement of particular part of elements into a whole 
.
6
Hukum merupakan susunan yang teratur dari elemen-elemen yangmembentuk satu kesatuan. Kesatuan tersebut diterapkan terhadapkompleks elemen-elemen yuridis seperti peraturan hukum, asas hukum,dan pengertian hukum. Penegakan hukum juga harus merupakan suatusistem.Penegakan hukum di laut, khususnya hukum laut internasionalhanya akan efektif apabila diterapkan secara universal dan apabilaterdapat kekuatan yang menegakkan hukum tersebut. Sebagai akibatsulitnya menyusun hukum laut dan kurang terpadunya kekuatan yangdiperlukan untuk menegakkannya, maka timbul peluang tindakan-tindakanseperti pembajakan, perompakan, penyelundupan segala macam barang,pencemaran laut, pencurian ikan dan lain-lain. Fakta-fakta hukum yangmendasar tersebut menimbulkan konsekuensi akan munculnya faktor-faktor baru. Faktor pertama, karena hukum laut itu pada hakikatnya lemah,maka ukuran serta hubungan relatif antar kekuatan-kekuatan di laut itusecara berkelanjutan memainkan peranan yang penting. Cara terbaikuntuk mengatasi kelemahan hukum laut tersebut adalah memeliharatingkat kehadiran di laut dan menciptakan penggunaan laut secara rutinsebagai preseden hukum yang valid. Faktor baru kedua
 
adalah, bahwabatas antara keadaan damai, keadaan krisis, dan keadaan perang di laut
4
Sudikno Mertokusumo, 1996,
 Mengenal Hukum Suatu Pengantar,
Yogyakarta: Liberty, hlm.140
5
F. Sugeng Istanto, 2004,
 Bahan Kuliah Politik Hukum
, Yogyakarta: Sekolah Pasca SarjanaUGM, hlm.20
6
HC.Black, 1990,
 Black’s Law Dictionary: Sixht Edition
, St.Paul Minn, West Publisihing co.

Activity (131)

You've already reviewed this. Edit your review.
Riezal D'Junior liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Selly Tousalwa liked this
Mufti Fauzia liked this
Margareth Hilda liked this
Pale Indra Delta liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->