Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah fenk

makalah fenk

Ratings: (0)|Views: 1,207 |Likes:
Published by fenktris

More info:

Published by: fenktris on Dec 26, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2010

pdf

text

original

 
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Islam yang bermakna usahauntuk mentransfer nilai-nilai budaya Islam kepada generasi muda, masih dihadapkanpada persoalan dikotomis dalam sistem pendidikannya. Pendidikan Islam bahkandiamati dan disimpulkan terkukung dalam kemunduran, kekalahan, keterbelakangan,ketidakberdayaan, perpecahan, dan kemiskinan, sebagaimana pula yang Islamdibandingkan kemunduran dan dialami oleh sebagian besar negara dan masyarakatembel-embel Islam, juga dianggap berkonotasidengan mereka yang non Islam. Bahkan, pendidikan yang apabila diberiketerbelakangan, meskipun sekarang secara berangsur-angsur banyak diantara lembagapendidikan Islam yang telah menunjukkan kemajuan.1 Pendapat ini sangat berpengaruhterhadap sistem Pendidikan Islam, yang akhirnya dipandang selalu berada padaposisi deretan kedua dalam konstelasi sistem pendidikan di Indonesia, walaupundalam undang-undang sistem pendidikan nasional menyebutkan pendidikan Islammerupakan subsistem pendidikan nasional. Tetapi predikat keterbelakangan dankemunduran tetap melekat padanya, bahkan pendidikan Islam sering diperuntukanhanya untuk kepentingan orang-orang yang tidak mampu atau miskin. Keberadaanlembaga konfigurasi Pendidikan yang disebutkan di atas cukup variatif, sekalipunmungkin peran dan fungsinya masih dipertanyakan dalam pendidikan nasional. Untukitu fungsi pendidikan Islam dari lembaga atau tempat pendidikan tersebut, perludirumuskan secara lebih spesifik, efektif, dan bermutu tinggi, agar dapat menjawabtantangan yang dihadapi. Kalau kita telaah literatur dalam pendidikan Islam, makadiketahui bahwa fungsi dan tujuan pendidikan Islam diletakan jauh lebih berattanggungjawabnya bila dibandingkan dengan fungsi pendidikan pada1Soroyo, Berbagai Persoalan Pendidikan, Pendidikan Nasional dan Pendidikan Islamdi Indonesia, Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, Problem dan Prospeknya, (Yogyakarta :Fak. Tarbiyah IAIN Sunan Kaliga, 1991), Volume I, hlm. 771
 
umumnya. Sebab, fungsi dan tujuan pendidikan Islam harus memberdayakan atauberusaha menolong manusia untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat. Olehkarenanya, maka konsep dasarnya bertujuan untuk melahirkan manusia-manusia yangbermutu yang akan mengelola dan memanfaatkan bumi ini dengan ilmu pengetahuanuntuk kebahagiannya, yang dilandasi pada konsep spritual untuk mencapai kebahagianakhiratnya. Sebagaimana dikatakan para ahli, bahwa pendidikan Islam berupaya untukmengembangkan semua aspek dalam kehidupan manusia yang meliputi spritual,intelektual, imajinasi, keilmiahan baik individu maupun kelompok, dan memberidorongan bagi dinamika aspek-aspek di atas menuju kebaikan dan pencapaiankesempurnaan hidup baik dalam hubungannya dengan alKhaliq, sesama manusia, maupundengan alam.2 Akan tetapi pada tataran operasional, rumusan-rumusan ideal yangdikemukakan di atas belum terjawab, sedangkan lembaga pendidikan Islam cukupvariatif dalam berusaha menerapkan konsep-konsep tersebut, namun belum berdaya danposisi pendidikan Islam sendiri masih terlihat begitu lemah. Melihat kenyataanini, maka inovasi atau penataan fungsi pendidikan Islam, terutama pada sistempendidikan, harus diupayakan secara terus menerus, berkesinambungan, danberkelanjutan, sehingga nanti usahanya dapat menyentuh pada perluasan danpengembangan sistem pendidikan Islam luar sekolah termasuk pada pondok pesantren.Di samping inovasi pada sisi kelembagaan, faktor tenaga pendidikan juga harusditingkatkan aspek etos kerja dan profesionalismenya, perbaikan materi (kurikulum)yang pendekatan metodologi masih berorientasi pada sistem tradisional, danperbaikan manajemen pendidikan itu sendiri. Untuk itu, maka usaha untuk melakukaninovasi tidak hanya sekedar tanbal sulam, tetapi harus secara mendasar danmenyeluruh, mulai dari fungsi dan tujuan, metode, materi (kurikulum), lembagapendidikan, dan pengelolaannya. Penataan pada fungsi pendidikan, tentu denganmemperhatikan pula dunia kerja. Sebab, dunia kerja mempunyai andil dan rentangwaktu yang cukup besar dalam jangka kehidupan pribadi2M Arifin, Kapita Selekta Pendidikan, (Jakarta : Bina Aksara, 1991), cet. ke-1,hlm. 15
 
dan kolektif. Pembenahan pendidikan Islam dapat memilih sasaran model pendidikanbagi kelompok masyarakat. Perbaikan wawasan, sikap, pengetahuan, keterampilan,diharapkan akan memperbaiki kehidupan sosiokultural dan ekonomi masyarakat.Konsumsi pendidikan dan pengembangan keilmuan untuk kelompok masyarakat, belumtampak berkembang, kecuali usaha-usaha yang secara naluriah telah diwariskan dariwaktu ke waktu.3 Perbaikan fungsi pendidikan Islam pada tahap lanjut, harusdilakukan menjadi satu kesatuan dengan lembaga pendidikan Islam lainnya yangterkait erat sekali, seperti masjid dengan kesatuan jamaahnya, madrasah/sekolah,keluarga muslim, masyarakat muslim di suatu kesatuan teritorial, dan lainsebagainya. Dalam konteks tersebut, maka sekurang-kurangnya ada empat jenislembaga pendidikan Islam yang dapat mengambil peran ini, yaitu pendidikan PondokPesantren, Masjid, Madrasah, pendidikan umum yang bernafaskan Islam. Peran di siniseperti yang diungkapkan Bruce J Cohen, peran adalah suatu perilaku yangdiharapkan oleh orang lain dari seseorang yang menduduki status tertentu. Peran-peran yang tepat dipelajari sebagai bagian dari proses sosialisasi dan kemudiandiambil oleh para individu.4 Permasalahan yang muncul adalah bagaimana lembaga-lembaga Islam, termasuk pondok pesantren atau para penyelenggara pendidikan(kyai), mampu mempersiapkan diri dan berperan dalam mengembangkan pendidikan Islamyang ada. Hal ini mencakup tujuan, manajemen kelembagaan, kurikulum, prosespembelajaran, sarana-prasarana, dan evaluasi. Sehingga output-nya dapat menghadapiperubahan masyarakat yang terus maju hidup dalam tatanan ajaran Islam. Inimerupakan pertanyaan besar yang memerlukan jawaban segera oleh lembaga pendidikanyang bernaung atas nama pondok pesantren. Pondok pesantren merupakan tempat yangrelevan untuk menyiarkan agama, maupun masalah - masalah sosial lainnya, karenadalam pondok3Suyuta, Penataan Kembali Pendidikan Islam pada Era Kemajuan Ilmu dan Teknologi,(Yogyakarta : Majalah UNISIA No. 12 Th. XIII, UII,1992), hlm. 28 4 Bruce J Cohen,Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta : Rineka Cipta, 1992), hlm. 763

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Muhammad Faizal liked this
Muhammad Yusuf liked this
lianpecintakopi liked this
Subhan F Uck liked this
Nur Kholiq liked this
kamal.zubair8626 liked this
Faiz Baharuddin liked this
alhasumun liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->