huruf, yaitu huruf g, h dan j. Menurut analisis kami, dalam beberapa poinhuruf terjadi kerancuan redaksional, yaitu sebagaimana bagian pada poin-poin huruf tersebut yang terdapat garis bawah. Bagian-bagian dimaksudseharusnya diberikan penjelasan lebih lanjut, seperti halnya pada huruf a,terdapat redaksi ”sesuai kebutuhan” namun tidak dijelaskan kriteria-kriteriaapa saja yang dapat dijadikan dasar acuannya. Disamping itu, menurut kami,pelaksanaan turjawali tersebut tidak semata-mata didasarkan atas asas”sesuai kebutuhan” (nessesitas), namun juga merupakan kewajiban. Olehkarena itu poin huruf a tersebut perlu disempurnakan redaksinya. Demikianhalnya dengan poin b, d, f dan j, khusus bagian yang kami garis bawahi perludiberikan penjelasan lebih lanjut secara riil karena hal tersebut sangat krusialdalam menyebabkan multi tafsir oleh anggota Polri yang berdinas dilapangan.Pada poin f, salah satunya disebutkan bahwa tugas Polri adalah selakukorwas PPNS dan Pam Swakarsa. Hal ini tidak terdukung oleh fakta dilapangan saat ini, bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh PPNSmaupun Pam Swakarsa ”jauh dari terkoordinir” ataupun ”terawasi”. Olehkarena itu, menurut kami perlu ditambahkan beberapa pasal dalam undang-undang ini yang mengatur mekanismenya, disertai dengan sanksi tertentibagi PPNS maupun Pam Swakarsa yang melanggar ketentuan karenaselama ini, seolah-olah dikarenakan sifat hubungan Polri dengan PPNS danPam Swakarsa sbg koordinator, pengawas dan pembina teknis, makaseringkali PPNS maupun Pam Swakarsa tidak melaksanakan ketentuanpelaksanaan yang ada selama ini.2)Ayat (2) :Tata cara pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksuddalam ayat (1) huruf f diatur lebih lanjut dengan PeraturanPemerintah.Analisis :Sudah waktunya dibuat undang-undang baru yang merupakan derivasi dariUU No. 2 Tahun 2002, yaitu undang-undang tentang fungsi kepolisian yangmembantu tugas Polri : PPNS, Pam Swakarsa dan Polsus. Dalam undang-undang tersebut hendaknya lebih ditonjolkan pula peran Polri secara”kelembagaan” dalam hubungannya dengan lembaga-lembaga yangmenaungi fungsi-fungsi kepolisian pembantu Polri tersebut, tidak seperti yang3