Di cavitas oris terjadi pencernaan makanan secara mekanik dan kimiawi.Pencernaan secara mekanik (pengunyahan) di cavitas oris dilakukan oleh dens (gigi),lingua (lidah), labium oris (bibir), bucca (pipi), gingiva (gusi), palatum durum (langit-langit keras), palatum molle (langit-langit lunak), dan diaphragma oris (dasar mulut).Melalui pengunyahan ini terbentuklah bolus makanan.Bolus makanan selanjutnya ditelan ke dalam pharynx. Mulai di pharynx, perjalanan bolus makanan terjadi secara otonom (di luar kehendak). Bolus makananterus berjalan ke oesophagus, ventriculus, intestinum tenue, dan intestinum crassum.Intestinum tenue (usus halus) terdiri atas duodenum, jejunum, dan ileum.Intestinum crassum (usus besar) terdiri atas cecum, appendix vermiformis, colonascendens, colon transversum, colon descendens, colon descendens, dan rectum.Ada salah kaprah di masyarakat tentang istilah “usus buntu”. Masyarakatmenyatakan peradangan di appendix vermiformis sebagai usus buntu. Menurut istilahkedokteran, usus buntu merupakan keadaan normal karena usus buntu adalah arti daricecum. Istilah yang benar untuk peradangan di appendix vermiformis adalah
appendisitis
.
Glandula Digestoria
Glandula digestoria terdiri atas:1.Glandula salivarius (kelenjar ludah)Glandula salivarius menyekresi saliva (air ludah). Glandula salivarius major terdapat di sekitar cavitas oris. Glandula salivarius major terdiri atas glandula parotis, glandula submandibularis, dan glandula sublingualis2.Glandula gastricaGlandula gastrica terdapat di dinding ventriculus dan menyekresi getahlambung. Getah lambung mengandung 0,4% asam hidroklorida (HCl) untuk mediator pencernaan protein3.Glandula intestinalisGlandula intestinalis terdapat di dinding intestinum tenue dan menyekresi berbagai enzim pencernaan4.PancreasPancreas terdiri atas pars exocrine dan pars endocrine. Pars exocrine tergolongglandula digestoria, sedangkan pars endocrine tergolong organ endocrine. Parsexocrine menyekresi tripsin, amilase pancreas, dan lipase pancreas. Tripsin,