Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
29Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perkainan Beda Agama Menurut ISLam

Perkainan Beda Agama Menurut ISLam

Ratings: (0)|Views: 6,774|Likes:
Published by komarudin

More info:

Published by: komarudin on Dec 28, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/06/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Perkawinan merupakan suatu ikatan yang sangat dalam dan kuatsebagai penghubung antara seorang pria dengan seorang wanita dalammembentuk suatu keluarga atau rumah tangga.Perkawinan beda agama bagi masing-masing pihak menyangkutakidah dan hukum yang sangat penting bagi seseorang. Hal ini berartimenyebabkan tersangkutnya dua peraturan yang berlainan mengenaisyarat-syarat dan tata cara pelaksanaan perkawinan sesuai denganhukum agamanya masing-masing.Kenyataan dalam kehidupan masyarakat bahwa perkawinanberbeda agama itu terjadi sebagai realitas yang tidak dipungkiri.Berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku secarapositif di Indonesia, telah jelas dan tegas menyatakan bahwasebenarnya perkawinan antar agama tidak diinginkan, karenabertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Tetapi ternyataperkawinan antar agama masih saja terjadi dan akan terus terjadisebagai akibat interaksi sosial diantara seluruh warga negara Indonesiayang pluralis agamanya. Banyak kasus-kasus yang terjadi didalammasyarakat, seperti perkawinan antara artis Jamal Mirdad dengan LydiaKandau, Katon Bagaskara dengan Ira Wibowo, Yuni Shara dengan HenriSiahaan, Adi Subono dengan Chrisye, Ari Sihasale dengan NiaZulkarnaen, Dedi Kobusher dengan Kalina, Frans dengan Amara, SonnyLauwany dengan Cornelia Agatha, dan masih banyak lagi.Dari kenyataan yang terjadi di dalam masyarakat terhadapperkawinan berbeda agama, menurut aturan perundang-undangan itusebenarnya tidak dikehendaki. Berangkat dari permasalahan tersebut,maka penulis mencoba memberikan pendapat tentang
PerkawinanBerbeda Agama Menurut Hukum Positif Indonesia Dan Hukum Islam.
B.Rumusan Masalah
1.Pengertian perkawinan
1
 
2.Hakikat, asas, syarat, tujuan perkawinan menurut peraturanperundang-undangan3.Perkawinan campuran4.Perkawinan di luar negeri
5.Perkawinan menurut hukum agama6.Perkawinan beda agama menurut hukum positif indonesia
7.Perbedaan pandangan tentang perkawinan beda agama8.Pandangan islam tentang hukum nikah beda agama
 
BAB IIPEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN PERKAWINAN
Menurut pasal 1 UU No. 1/1974 tentang Perkawinan, yangdimaksud perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang priadengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentukkeluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkanKetuhanan Yang Maha Esa.Sedangkan di dalam ketentuan pasal-pasal KUHPerdata, tidakmemberikan pengertian perkawinan itu. Oleh karena itu untukmemahami arti perkawinan dapat dilihat pada ilmu pengetahuan ataupendapat para sarjana. Ali Afandi mengatakan bahwa “perkawinanadalah suatu persetujuan kekeluargaan”.
1
Dan menurut Scholtenperkawinan adalah ”hubungan hukum antara seorang pria denganseorang wanita untuk hidup bersama dengan kekal, yang diakui olehnegara”.
2
 Menurut Kompilasi Hukum Islam pasal 2 bahwa perkawinanmenurut hukum Islam adalah pernikahan, yaitu akad yang sangat kuatatau
miitsaaqan gholiidhzan
untuk mentaati perintah Allah danmelaksanakannya merupakan ibadah. Jadi perkawinan adalah suatu ikatan lahir dan batin antaraseorang pria dengan seorang wanita untuk membentuk suatu keluargayang kekal. Sedangkan yang dimaksud dengan Hukum Perkawinanadalah hukum yang mengatur mengenai syarat-syarat dan caranyamelangsungkan perkawinan, beserta akibat-akibat hukum bagi pihak-pihak yang melangsungkan perkawinan tersebut.
B.HAKIKAT, ASAS, SYARAT, TUJUAN PERKAWINAN MENURUTPERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
a. Hakikat Perkawinan
1 Ali Afandi, Hukum Waris,
 Hukum Keluarga, Hukum Pembuktian
, Jakarta, Rineka Cipta, 1997,h.942 R. Soetojo Prawirohamidjojo dan Azis Safioedin,
 Hukum Orang dan Hukum Keluarga
, Bandung,Alumni, 1985, h.31
3

Activity (29)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
sardinking liked this
Agus Hermawanto liked this
arijm1707 liked this
KUA Sukaluyu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->