Berikut cirri Negara maju secara umum :
•
Tingkat pertumbuhan penduduk rendah
•
Persebaran penduduk terkonsentrasi pada perkotaan
•
Pendapatan per kapita tinggi
•
Tingkat produktifitas tinggi
•
Tingkat buta huruf rendah
•
Kesejahteraan penduduk merata
•
Fasilitas transportasi, komunikasi dan teknologi beragamSedangkan, cirri Negara berkembang secara umum adalah :
•
Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi
•
Hubungan internasional sangat rapuh
•
Pendapatan per kapita rendah
•
Tingkat produktifitas rendah
•
Tingkat buta huruf tinggi
•
Kesejahteraan penduduk tidak merata, bahkan masih banyak penduduk miskin
•
Fasilitas transportasi, komunikasi dan teknologi sangat terbatas.Indonesia memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, sekitar 6000 di antaranya tidak berpenghuni[29],yang menyebar disekitar khatulistiwa, yang memberikan cuaca tropis. Posisi Indonesia terletak padakoordinat 6°LU - 11°08'LS dan dari 95°'BB - 141°45'BT serta terletak di antara dua benua yaitu benuaAsia dan benua Australia/Oseania.Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km². Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana setengah populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km², Sumatera dengan luas 473.606 km², Kalimantandengan luas 539.460 km², Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan Papua dengan luas 421.981 km².Batas wilayah Indonesia searah penjuru mata angin, yaitu:
•
Utara: Malaysia, Singapura, Filipina, dan Laut Cina Selatan
•
Selatan: Australia, Timor Leste, dan Samudra Indonesia
•
Barat: Samudera Indonesia
•
Timur:Negara Papua Nugini, Timor Leste, dan Samudra Pasifik Lokasi Indonesia juga terletak di lempeng tektonik, yang berarti Indonesia rawan terkenagempa bumi dan dapat menimbulkan tsunami.[30] Indonesia juga banyak memiliki gunung berapi[31],salah satu yang sangat terkenal adalah gunung Krakatau, terletak di selat Sunda antara pulau Sumatradan Jawa.EkonomiSistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya bergantimenjadi Rupiah.Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistemekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagimasyarakat banyak. Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinyaketidakstabilan pada ekonomi negara.[32]Pemerintahaan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekaninflasi, menstabilkan mata uang, penjadualan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuandan investasi asing.[32] Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkanmelonjaknya nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7%antara tahun 1968 sampai 1981.[32] Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an,antara lain berupa deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali,[32]selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasiekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997[33] Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran padaakhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu,[34] yangdisertai pula berakhirnya masa Orde Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei1998.Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut.[35] Namun demikian, dampak pertumbuhan