Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
72Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal_KaolinPektin OK

Jurnal_KaolinPektin OK

Ratings: (0)|Views: 3,854 |Likes:
Published by ra_luvdog

More info:

Published by: ra_luvdog on Dec 28, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2014

pdf

text

original

 
LAPORAN UJIAN PRAKTIKUM FARMASETIKAPROGRAM PROFESI APOTEKER SEMESTER : GENAP 2009/2010FORMULASI : POTIO TUBERKULOSIS
Mengandung INH, Pyridoxine HCl, Rifampicin
3
fls @ 60 mL
I.PendahuluanI.1Diare
Diare adalah frekuensi dan likuiditas buang air besar (BAB) yang abnormal.Frekuensi dan konsistensi BAB bervariasi dalam dan antar individu. Sebagaicontoh, beberapa individu defekasi tiga kali sehari, sedangkan yang lainnya hanyadua ato tiga kali sehari.(ISO farmakoterapi, halaman 349)
I.2
Definisi Sediaan
Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yangterdispersi dalam fase cair ( Farmakope Indonesia IV. 1995, hal 17). Suspensi inidibagi menjadi tiga antara lain : Suspensi oral, suspensi topikal dan suspensi otic(USP XXVII, 2004, hal 2587).Suspensi Oral adalah sediaaan cair mengandung partikel padat yangterdispersi dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai, danditujukan untuk penggunaan oral (Farmakope Indonesia IV, 1995, hlm 18). Zatyang terdispersi harus halus dan tidak boleh cepat mengendap. Jika dikoco perlahan-lahan harus segera terdispersi kembali. Dapat mengandung zat tambahanuntuk menjamin stabilitas suspensi. Kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggiagar sediaan mudah dikocok dan dituang. (Farmakope Indonesia, edisi III, Hal32)
 
1.2.1Kelebihan dan Kelemahan Bentuk Sediaan Suspensi
Kelebihan
 
:1.Bentuk cair lebih disukai daripada bentuk padat, karenamudahnya menelan cairan, terutama untuk anak-anak dan manula.2.Mengurangi penguraian zat aktif yang tidak stabil dalamair.3.Homogenitas tinggi4.Lebih mudah diabsorpsi daripada tablet/kapsul.5.Keluwesan dalam pemberian dosis : mudah untumemberikan dosis yang relatif sangat besar dan mudah diatur penyesuaiandosisnya untuk anak-anak.6.Kerugian dari obat tertentu yang mempunyai rasa tidaenak bila diberikan dalam bentuk larutan akan tidak terasa bila diberikansebagai partikel yang tidak larut dalam suspensi (Ansel, hal 355)Kekurangan :1.Kestabilan rendah2.Jika membentuk cackingakan sulit terdispersi kembalisehingga homogenitasnya turun.3.Alirannya menyebabkan sukar dituang4.Ketepatan dosis lebih rendah daripada bentuk sediaanlarutan.5.Pada saat penyimpanan, kemungkinan terjadi perubahansistem dispersi (cacking, flokulasi, deflokulasi) terutama bila terjadi perubahan temperatur (Ansel, hal 356)
 
1.2.2Syarat Suspensi
Syarat – syarat suspensi tersebut terdiri dari :1.Zat terdispersi harus halus dan tidak boleh mengendap2.Jika dikocok, harus segera terdispersi kembali3.Dapat mengandung zat tambahan untuk menjamin stabilitas suspensi4.Kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi agar sediaan mudahdikocok dan dituang.
5.
Karakteristik suspensi harus sedemikian rupa sehingga ukuran partikeldari suspensoid tetap agak konstan untuk yang lama pada penyimpanan(
Ansel, 356)II.FormulaII.1Formula umum
Formula umum dari bentuk sediaan suspensi terdiri dari :1.Zat berkhasiat2.Zat Pembawa, yang terdiri atas:a.Zat pembawa
conroh : air, sirup b.Zat pensuspensi/pelarut
(Suspending agent)
Contoh : Na-CMC, Gom Arab, HPMCc.Zat perasa/ pemanisContoh pemanis alami: sukrosa, fruktosapemanis buatan Na-siklamat, sakarin, aspartamd.Zat pengaroma
contoh : rasberrye.Zat pengawet
contoh : Metil / propel paraben
(
The Science of Dosage Form Design, ulton, 275-276;Excipients,95, 97, 112, 283, 287, 289, 386, 108, 110;Pharmaceutical Practise, Aulton, 101)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->