pengelola televisi dituntut kesediaannya dalam memperbanyak volume acara yang membawakan pesan-pesan edukatif, positif. Sebaliknya mengurangi volumetayangan yang secara terselubung membawakan pesan-pesan negatif sepertisinetron yang bertemakan percintaan antara siswa dengan gurunya, intrik antargadis dalam memperebutkan cowok keren, kebiasaan hura-hura, pesta, sertaadegan-adegan kurang pantas lain yang membuat kalangan orang tua mengelusdada.Kita akui, tayangan televisi seperti sinetron hanya sebatas rekaan sutradara yang tak mesti sejalan denga realitas pergaulan remaja kita sehari-hari. tetapi,karena TV telah menjadi media publik yang ditonton secara luas, termasuk kalangan anak-anak, maka akan memberi dampak kurang positif jika isinyabersifat vulgar. Di samping itu, judul sinetron yang selalu mengambil topik-topik tentang percintaan dan pacaran sedikit banyak akan mengajari anak-anak untuk berpacaran, tampil sexy, bergaya hidup trendy dan berorentasi yang pentinghappy. Walaupun tayangan ini belum tentu ditiru namun tetap akanmengontaminasi pikiran polosnya. Karena efek tayangan TV selama ini terbukticukup ampuh bagi mereka. Simak saja, tingkah laku sebagian anak-anak remajakita yang sangat mengidolakan tokoh-tokoh film percintaan dan sejenisnya.Bertolak dari sini, dapat digarisbawahi bahwa penayangan bertemakan remaja yang kental nuasa percintaannya serta mengambil background anak sekolahseperti berseragan putih biru untuk SLTP maupun berseragan putih abu-abuuntu SLTA justru kurang memberikan pra-kondisi bagi tumbuhnya remaja yangcerdas, berakhlak mulia, kreatif, disiplin dan lain-lain. Hal inilah yang membutorang tua menjadi ngeri dan sangat menyayangkan pemutranan sinetron yangmiskin kandungan nilainya seperti itu. Analisa dan SolusiMunculnya beberapa TV swasta baru, baik yang cakupannya lokal maupaunnasional. Sebenarnya disambut hangat oleh publik. Hal ini lantaran publik merasa memperoleh tambahan berbagai sajian acara baru yang lebih beragam.Booming TV swasta sanggat diharapkan akan memberikan pencerahan budayasekaligus pencerdasan melalui sajian informasi yang disampaikan secara tajam,objektif dan akurat, dengan sajian informasi yang tajam, maka akanmencerdaskan masyarakat dalam memahami berbagai persolan aktual baik dibidang ekonomi, pilitik, sosial, budaya, dan lain-lain. Disamping itu, TV juag akanmemperluas wawasan masyarakat jika mereka aktif mengikuti acara dialog,debat, diskusi dan berbagai acara informatif-edukatif lain yang ditayangkan TV.Namun tak dapat diingkari kehadiran beberapa TV swasta baru semakinmempertajam tingkat kompetisi bisnis pertelevisian di Indonesia. Sebagaikonsekuensinya, para awak TV swasta yang ada, baik pemain lama maupunpemain baru, harus memutar otak untuk memilih strategi jitu dalam menggaitpemirsa. Logikanya, jika mereka berhasil merebut simpati penonton secara luasmaka sejumlah iklan akan masuk. Yang menjadi keprihatinan kita, ternyata sebagian TV swasta memilih strategi
Add a Comment