Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kedudukan Niat Dalam Amal

Kedudukan Niat Dalam Amal

Ratings: (0)|Views: 977 |Likes:
Published by yusrijal

More info:

Published by: yusrijal on Dec 29, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2013

pdf

text

original

 
Kedudukan Niat Dalam Amal -Penjelasan Hadits Arba’in Pertama (1)
Oleh: Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu SyaikhDiterjemahkan dengan beberapa penyesuaian oleh Abu Umair Muhammad Al Makasari(Alumni Ma’had Ilmi)Murojaah: Ust. Aris Munandar ىلعو ،دمح انيب ،يلسرمو ءايب فرشأ ىلع و ةصو ،يما   دمح ،ير مر   يمجأ هبحو هآئٍر ِ ْ  ّك ُ ِ ام َ إِو َ ،ت ِاي َن ّا ِ  ُام َعْْَام َ إِ : ُ ْق ُ َ ِ  َس ُ َ  ُ ْم ِس َ : َا َ  ِاط خ َ ْ  ِ ْ ر َم َعُ  ٍ ْ َ  ْ ِأَ  َي ْن ِ ِؤ ْم ُ ْ ر ِي ْ ِأَ  ْعَ ا َح ُك ِن ْ َ ةٍأَر َ ْ و ِأَ ا َب ُي ْص ِ ُ اي َد  ِ ه ُ ُر َ ْِ  ْ َا َ  ْ َو َ ،ه ِ ِس ْ َو َ ِى َإِ ه ُ ُر َ ْ ِ َ ه ِ ِس ُ َو َ ِى َإِ ه ُ ُر َ ْِ  ْ َا َ  ْم َ َ ، َ َ ا َ ه ِي ْ َإِ ر َج َاَ ا َ ى َإِ ه ُ ُر َ ُ ٍ َ . “Dari Amirul Mukminin, Umar bin Khatthab radhiallahu ‘anhu, beliau berkata:Sesungguhnya seluruh amalan itu bergantung pada niatnya dan setiap orang akanmendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barang siapa yang berhijrahkarena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya menuju keridhaan Allah dan rasul-Nya.Barang siapa yang berhijrah karena mencari dunia atau karena ingin menikahi seorangwanita, maka hijrahnya tersebut kepada apa yang dia tuju.” (HR. Bukhari no. 1, Muslimno. 155, 1907)Kedudukan HaditsHadits ini begitu agung hingga sebagian ulama salaf mengatakan, “Hendaknya hadits inidicantumkan di permulaan kitab-kitab yang membahas ilmu syar’i.” Oleh karena ituImam Al Bukhari memulai kitab Shahih-nya dengan mencantumkan hadits ini. ImamAhmad berkata, “Poros agama Islam terletak pada 3 hadits, yaitu hadits Umar امع امإتاينا, hadits ‘Aisyah   هن ي ا ذ ارأ  ثدأ , dan hadits An Nu’man bin Basyir ي رحو ي ح.” Perkataan beliau ini memiliki maksud, yaitu bahwasanya amalanseorang mukallaf berkisar antara melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan. Duahal ini termasuk dalam perkara halal atau haram, selain itu terdapat jenis ketiga yaitu perkara syubhat yang belum diketahui secara jelas hukumnya, dan ketiga perkara initerdapat dalam hadits An Nu’man bin Basyir. Dan telah diketahui bersama, seorang yanghendak mengamalkan sesuatu, baik melaksanakan suatu perintah atau meninggalkanlarangan harus dilandasi dengan niat agar amalan tersebut benar. Maka nilai suatu amal bergantung kepada adanya niat yang menentukan amalan tersebut apakah benar danditerima. Dan segala perkara yang diwajibkan atau dianjurkan Allah ‘Azza wa Jalla harusdiukur dengan timbangan yang pasti sehingga amalan itu sah dan hal ini ditentukan olehhadits ‘Aisyah di atas.
 
Sehingga hadits ini senantiasa dibutuhkan di setiap perkara, di saat melaksanakan perintah, meninggalkan larangan dan ketika berhadapan dengan perkara syubhat.Berdasarkan hal itu, kedudukan hadits ini begitu agung, karena seorang mukallaf senantiasa membutuhkan niat, baik dalam melaksanakan perintah dan meninggalkan perkara yang haram atau syubhat. Semua perbuatan tersebut itu tidak akan bernilaikecuali diniatkan untuk mencari wajah Allah Jalla wa ‘Alaa.Tafsiran Ulama Mengenai “Sesungguhnya Seluruh Amalan Itu Bergantung Pada Niatnya”Terdapat beberapa lafadz dalam sabda beliau تاينا امع امإ terkadang lafadz ين danم disebutkan dalam bentuk tunggal atau jamak walaupun demikian kedua bentuk tersebut memiliki makna yang sama, karena lafadz م dan ين dalam bentuk tunggalmencakup seluruh jenis amalan dan niat.Di dalam sabda beliau [Sesungguhnya seluruh amalan itu bergantung pada niatnya dansetiap orang akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang diniatkannya]terkandung pembatasan. Karena lafadz “innama” merupakan salah satu lafadz pembatasseperti yang dijelaskan oleh ahli bahasa. Pembatasan tersebut mengharuskan setiapamalan dilandasi dengan niat, Terdapat beberapa pendapat mengenai maksud sabda Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam تاينا امع امإ.Pendapat pertama, mengatakan sesungguhnya maksud dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihiwa sallam تاينا امع امإ yaitu keabsahan dan diterimanya suatu amalan adalah karenaniat yang melandasinya, sehingga sabda beliau ini berkaitan dengan keabsahan suatuamalan dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selanjutnya  ا ئر ك امإو maksudnya adalah seseorang akan mendapatkan ganjaran dari amalan yang dia kerjakansesuai dengan niat yang melandasi amalnya.Pendapat kedua mengatakan bahwa sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam امع امإتاينا menerangkan bahwa sebab terjadi suatu amalan adalah dengan niat, karena segalaamalan yang dilakukan seseorang mesti dilandasi dengan keinginan dan maksud untuk  beramal, dan itulah niat. Maka faktor pendorong terwujudnya suatu amalan, baik amalanyang baik maupun yang buruk adalah keinginan hati untuk melakukan amalan tersebut.Apabila hati ingin melakukan suatu amalan dan kemampuan untuk melakukannya ada,maka amalan tersebut akan terlaksana. Sehingga maksud sabda Nabi shallallahu ‘alaihiwa sallam تاينا امع امإ adalah amalan akan terwujud dan terlaksana dengan sebabadanya niat, yaitu keinginan hati untuk melakukan amalan tersebut. Dan sabda Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam  ا ئر ك امإو memiliki kandungan bahwa ganjaran pahala akan diperoleh oleh seseorang apabila niatnya benar, apabila niatnya benar makaamalan tersebut merupakan amalan yang shalih.Pendapat yang kuat adalah pendapat pertama, karena niat berfungsi mengesahkan suatuamalan dan sabda beliau [Sesungguhnya seluruh amalan itu bergantung pada niatnya dansetiap orang akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang diniatkannya] adalah penjelasan terhadap perkara-perkara yang dituntut oleh syari’at bukan sebagai penjelas
 
terhadap seluruh perkara-perkara yang terjadi.Kesimpulannya, pendapat terkuat dari dua tafsiran ulama di atas mengenai maksud darisabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam [Sesungguhnya seluruh amalan itu bergantung pada niatnya] adalah keabsahan amalan ditentukan oleh niat dan setiap orangmendapatkan ganjaran dan pahala sesuai dengan apa yang diniatkan.Definisi Amalامع adalah bentuk jamak dari م, yaitu segala sesuatu yang dilakukan seorangmukallaf dan ucapan termasuk dalam definisi ini. Yang perlu diperhatikan maksud amaldalam hadits tersebut tidak terbatas pada ucapan, perbuatan atau keyakinan semata,namun lafadz امع dalam hadits di atas adalah segala sesuatu yang dilakukan mukallaf  berupa perkataan, perbuatan, ucapan hati, amalan hati, perkataan lisan dan amalananggota tubuh. Maka seluruh perkara yang berkaitan dengan iman termasuk dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam [Sesungguhnya seluruh amalan itu bergantung padaniatnya] karena iman terdiri dari ucapan (baik ucapan lisan maupun ucapan hati) danamalan (baik amalan hati dan amalan anggota tubuh). Maka seluruh perbuatan mukallaf tercakup dalam sabda beliau di atas. Namun keumuman lafadz امع dalam hadits ini tidaklah mutlak, karena yang dimaksuddalam hadits tersebut hanya sebagian amal saja, tidak mutlak walaupun lafadznya umum.Hal ini dapat diketahui bagi mereka yang telah mempelajari ilmu ushul. Karena segalaamalan yang tidak dipersyaratkan niat untuk mengerjakannya tidaklah termasuk dalamsabda beliau [Sesungguhnya seluruh amalan itu bergantung pada niatnya], sepertimeninggalkan keharaman, mengembalikan hak-hak orang yang dizhalimi,menghilangkan najis dan yang semisalnya.Permasalahan NiatJika niat adalah keinginan dan kehendak hati, maka niat tidak boleh diucapkan denganlisan karena tempatnya adalah di hati karena seseorang berkeinginan atau berkehendak didalam hatinya untuk melakukan sesuatu. Maka amalan yang dimaksud dalam hadits iniadalah amalan yang dilandasi dengan keinginan dan kehendak hati, atau dengan kata lainamalan yang disertai pengharapan untuk mendapatkan wajah Allah. Oleh karena itumakna niat ditunjukkan dengan lafadz yang berbeda-beda. Terkadang dengan lafadzة dan terkadang dengan lafadz ءاغ atau lafadz lain yang semisalnya.Seperti firman Allah, َح ُل ِ ْم ُ ْ  ُُ  َ ِ َوأُو َ ِ ه َج ْو َ  َود ُر ِ ُ  َذ ِل  ِ “Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari wajah Allah; dan mereka Itulahorang-orang beruntung.” (QS. Ar Ruum: 38) ْ ِ  ْ ِي ْل َعَ  َ ِا َ ِ  ْ ِ ا َو َ ءٍ ْش َ  ْ ِ  ْ ِ ِا َ ِ  ْ ِ  َي ْل َعَ ا َ ه ُ َج ْو َ  َود ُر ِ ُ  ّ ِ َ ْو َ ةِد َغ َ ْا ِ  ْ ُ  َ  َعُد ْ َ  َذ ِ   ِر ُط ْ َ و َ

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nurmala Sari liked this
Junaidi Ghazian liked this
Hamdani Nurdin liked this
Hamdani Nurdin liked this
sekapur liked this
Aab Wafa liked this
RiztaMustaqimah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->