/  16
 
JONGOS
Pagi buta atis menggigilTubuh biru basah tetap lajuMendayung prahu sebrang sanaMatahari menyapa tepat waktuRoda kerja telah siapkanSatu persatu kuselesaikanPenat jiwa tak kurasakanHanya doa yang menyatukanLelah jiwa tiada artiPerang hati tiada hentiCacimaki biasa kunikmatiHanya upah kuberhentiKereta senja berpelut petirBeranjak penumpang terakhirTatapan lesu bawa takirSambut sapa suara takbirPuisi : Juni HartutiApril 2008
 
 Topeng
Manis rautmuSopan perbuatanSantun perkataanmuTegas wibawamuTunduk anak buahmuPatuh sopirmuEmpuk kasurmuEnak santapanmuDibalik nirwana asli sosokmuBengis, sadis. . .Jahat, laknat . . .Hina, jina . . .Kotor. . .Jadikan hari penuh dustaBludrek, sumpek Dan akhirnya klesek.Puisi :Juni HartutiAgustus 2008
 
SRIKANDI
Tegar tanpa menyerah itu prinsipkuBertahan kekerasan hidup itutantangankuKegagalan pengalaman dan gurukuBerdoa dan bersyukur itu kewajibankuSepi dinginnya malamHanya senthir-senthir kecil hangatkan jiwaTali dan kangkung modalkuSatu persatu kuikat penuh karungSelesailah sudahMenembus mimpiKokok ayam menyapakuTuk berangkat menuju pasar kotaKukayuh sepeda unta katanyaBerat tapi kupaksaKutawarkan habis sudahSatu tekatku membuat nonikku bahagia

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...