Penelitian ini diharapkan mampu memberikan referensi bagi para pendampingPedagang kaki lima yang melakukan kegiatan – kegiatan untuk pengembangandan pemberdayaan masyarakat.
E. Tinjauan Pustaka dan Kerangka Pemikiran
Dalam kehidupan di dunia, setiap manusia akan selalu berinteraksi denganmanusia lainnya. dalam setiap kehidupan sosialnya manusia akan selalu mengalami perubahan dan perkembangan. Perubahan dan perkembangan masyarakat yangmewujudkan segi dinamikanya, disebabkan karena para warganya mengadakanhubungan satu dengan yang lainnya, baik dalam bentuk orang – perorang maupunkelompok sosial. Dalam istilah ilmu sosial hal itu biasa disebut dengan interaksisosial.Interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial, oleh karena tanpainteraksi sosial, tidak akan mungkin terjadi perubahan maupun pembangunan. Dapat juga dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial ( soekanto, 1990: 67 ). Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa proses asosiatif
( Processes of association )
dalam bentuk kerja sama
( cooperation )
,dan proses disosiatif
( processes of dissociation )
yang meliputi, persaingan
( competition )
, dan bahkan juga berbentuk pertentangan atau pertikaian
( conflict ).
Dilema pemikiran kualitatif dan kuantitatif terutama di bidang pendidikansebenarnya terpusat pada masalah apakah ada hubungan antara paradigma penelitiandengan tipe metodologi kedua jenis penelitian tersebut. Jika peneliti kuantitatif menekankan pada cara berfikir yang lebih positifistik bertolak dari fakta sosial yangditarik dari realitas obyektif, maka peneliti kualitatif bertolak dari paradigmafenomenologis yang obyektifitasnya dibangun atas rumusan tentang situasi tertentusebagaimana yang dihayati oleh individu atau kelompok sosial tertentu.3