Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
38Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengukuran Kandungan Air Nisbi

Pengukuran Kandungan Air Nisbi

Ratings: (0)|Views: 7,185|Likes:
Published by Japandu

More info:

Published by: Japandu on Dec 31, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/07/2013

pdf

text

original

 
ACARA VIPENGUKURAN KANDUNGAN AIR NISBII. TUJUAN
Menghitung kandungan air nisbi daun suatu tanaman.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Air mempunyai peranan yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan karena dapatmelarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah.Adanya air tergantung dari curah hujan dan curah hujan sangat tergantung dari iklim didaerah yang bersangkutan. Jenis flora di suatu wilayah sangat berpengaruh pada banyaknya curah hujan di wilayah tersebut. Flora di daerah yang kurang curah hujannyakeanekaragaman tumbuhannya kurang dibandingkan dengan flora di daerah yang banyak curah hujannya (Falah, 2008).Air merupakan kebutuhan pokok bagi semua tanaman juga merupakan bahan penyusun utama dari pada protoplasma sel. Di samping itu, air adalah komponen utamadalam proses fotosintesis, pengangkutan assimilate hasil proses ini ke bagian-bagiantanaman hanya dimungkinkan melalui gerakan air dalam tanaman. Dengan peranantersebut di atas, jumlah pemakaian air oleh tanaman akan berkorelasi posistif dengan produksi biomase tanaman, hanya sebagian kecil dari air yang diserap akan menguapmelalui stomata atau melalui proses transpirasi (Crafts
et al 
., 1949).Cekaman air adalah pembatasan faktor pertumbuhan yang penting. Efisiensi penggunaan air yang maksimum di dalam produksi panen memerlukan informasi dasar  pengaruh dari cekaman air pada perkembangan tanaman. Untuk menentukan pengaruh darievaporasi dan potensi air tanah terlebih dahulu menentukan laju transpirasi, potensial air daun, dan kadar air daun. Gerakan air di dalam tanah membatasi tingkat pengambilan air oleh akar ketika tingkat persediaan air di balik tingkat transpirasi, tekanan turgor  berkurang, awal stomata untuk menutup, dan transpirasi berkurang (Yang and Jong, 1972).Tanaman yang cukup air, stomata dapat dipertahankan selalu membuka untuk menjamin kelancaran pertukaran gas-gas di daun termasuk CO2 yang berguna dalamaktivitas fotosisntesis, aktivitas yang tinggi menjamin pula tingginya kecepatan pertumbuhan tanaman (Bayer, 1976).Peranan air tidak hanya penting bagi manusia maupun hewan, namun juga bagi
 
tumbuhan. Kekurangan air akibat kemarau panjang tentu saja berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhannya, bahkan bisa menyebabkan kelayuan yang diakhiridengan kematian. Kematian berarti kegagalan (Kimball, 2002).Kekurangan air akan menyebabkan tanaman menjadi kerdil, perkembangannyamenjadi abnormal. Kekurangan yang terjadi terus menerus selama periode pertumbuhanakan menyebabkan tanaman tersebut menderita dan kemudian mati. Sedang tanda-tanda pertama yang terlihat ialah layunya daun-daun. Peristiwa kelayuan ini disebabkan karena penyerapan air tidak dapat mengimbangi kecepatan penguapan air dari tanaman. Jika proses tranepirasi ini cukup besar dan penyerapan air tidak dapat mengimbanginyha, makatanaman tersebut akan mengalami kelayuan sementara (
transcient wilting 
), sedangtanaman akan mengalami kelayuan tetap, apabila keadaan air dalam tanah telah mencapai permanent wilting percentage. Tanaman dalam keadaan ini sudah sulit untuk disembuhkankarena sebagaian besar sel-selnya telah mengalami plasmolisia (Dwidjoseputro, 1984).Kekurangan air (
water deficit 
) akan mengganggu keseimbangan kimiawi dalamtanaman yang berakibat berkurangnya hasil fotosintesis atau semua proses-prosesfisiologis berjalan tidak normal. Apabila keadaan ini berjalan terus, maka akibat yangterlihat, misalnya tanaman kerdil, layu, produksi rendah, kualitas turun dan sebagainya(Harwati,2007).
III
.
METODOLOGI
 
Praktikum Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan acara VI yang berjudul PengukuranKandungan Air Nisbi dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 19 Mei 2009 di LaboratoriumIlmu Tanaman, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain : air, daun tanamankedelai. Sedangkan alat yang digunakan antara lain plastik, timbangan, oven.Cara kerja dari praktikum ini adalah daun tanaman kedelai dirompes, kemudianditimbang sebagai bobot segar (BS). Kemudian daun dimasukkan ke dalam plastik yang berisi air dan didiamkan selama 24 jam. Daun yang telah disimpan dalam air kemudiandiambil dan dikibaskan sebanyak 3 kali kibasan kemudian ditimbang sebagai (BJ*). hasil penimbangan BJ* dimasukkan ke dalam persamaan regresi bobot daun basah untuk mendapatkan bobot jenuh air (BJ). Daun yang telah ditimbang kemudian dioven hingga bobotnya konstan (BK). Kandungan air nisbi dihitung dengan cara : 
IV.HASIL PENGAMATAN

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->