P. 1
Bab1-betie

Bab1-betie

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 1,273|Likes:
Published by betie12345

More info:

Published by: betie12345 on Dec 31, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN1.1Latar Belakang Masalah
Sejak memasuki era reformasi tahun 1998, kita sudah bisa bebas berpendapat. Sehingga tidak mengherankan jika pada pertengahan tahun1998 dunia bisnis media di Indonesia mulai bangkit dari kelesuannya.Apalagi sejak dibebaskannya SIUPP peta persaingan media meningkat jumlahnya. Secara fluktuasi, pada setiap tahun berikutnya sekitar 60 mediacetak baru muncul
(Majalah Cakram Award 2000).
Pada tahun 2003majalah/tabloid meledak dari hanya puluhan menjadi 218 buah, lalu padatahun 2005 meningkat lagi menjadi 603 buah
(menurut hasil riset Gramedia majalah - April 2005).
Meskipun akhirnya seleksi alammerontokkan beberapa media ”ecek-ecek” hingga jumlahnya menyusutmenjadi 520 buah
(menurut hasil riset Gramedia majalah – Agustus2006).
Begitu juga yang dialami oleh Kelompok Kompas Gramedia(KKG), Kompas Gramedia bisa jadi merupakan kelompok usaha berbasismedia terbesar di Indonesia. Namun bila menilik visi KG menjadi perusahaan yang terbesar, tersebar, terpadu dan terbaik di Asia Tenggararasanya kita masih perlu kerja keras. Sebab beberapa produk media cetak utamanya mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan banyak hal,antara lain karena berubahnya peta persaingan media atau pola konsumsi
1
 
 bermedia yang mulai berubah sejak kesulitan ekonomi menderamasyarakat seperti kenaikan BBM, dollar naik-turun dan sebagainya.Konglomerasi media juga menunjukan geliat yang harus tetapdiwaspadai. Saat ini saja ada group media Femina (12 majalah), Jawa Pos(75 koran, 17 majalah/tabloid), MNC/RCTI (1 koran, 5 majalah/tabloid),MRA (10 majalah), Pinpoint (13 majalah/tabloid) dan beberapa grouplainnya, selain dari KKG sendiri yaitu Kompas, Persda, kelompok Majalah(35 majalah/tabloid), Elexmedia (9 majalah/tabloid) dan Medior (6majalah/tabloid). Melemahnya entry barriers juga menyebabkan agen-agen pun mampu menerbitkan beberapa majalah sekaligus.Sehingga dari berbagai hasil riset media cetak baik internalmaupun eksternal selalu berujung pada kesimpulan yang seragam :industri media cetak turun! Turunnya kemampuan jual koran, majalah,tabloid dan buku ini akhirnya berimbas ke industri ikutannya seperti percetakan. Berbagai upaya perbaikan sudah ditempuh oleh KG, sepertidengan memperbesar target meraih order dari penerbit-penerbit non-KG,tetapi nampaknya belum mendorong secara signifikan. Kalaupun ada perubahan positif, biasanya berlangsung tak lama karena segera disusul penurunan yang lebih tajam lagi. Apa gerangan yang sedang terjadi?Untuk mengetahui keadaan aktual, ada baiknya kita melongosejenak ke Amerika Serikat (AS), kiblat segala tren global karena kejadianyang berlangsung disana selalu mempengaruhi kehidupan seluruh penjuru
 
 bumi. Di AS, industri cetak (koran, majalah, buku) mulai turun deras sejak dimulainya era TV berwarna (tahun 1960an) dan terus anjlok sejak internet mulai lazim digunakan tahun 1990an. Kemajuan teknologimencabut sebagian besar pembaca koran (terutama usia 18-24 tahun) berpindah ke TV dan internet.Menurut Newspaper Association of America
(John Naisbitt dalam”The Postliterate Future”, jurnal The Futurist, April 2007),
sirkulasikoran AS turun sebesar 2,6% hanya dalam jangka waktu 6 bulan (Okt’05 – Maret’06). Koran edisi Minggu bahkan anjlok hingga 3,1% dalam periodewaktu yang sama. Bahkan di daratan Eropa, penurunannya mencapai5,26% selama lima tahun belakangan ini. Sementara di Jepang mencapai3%.Contoh yang disebutkan oleh Audit Bureau of Circulation, TheWashington Post kehilangan oplah sebesar 3% sejak tahun 2005,sedangkan the Los Angeles Time kehilangan lebih besar lagi, 6%. Meski begitu, seiring dengan mengerucutnya cross ownership, konglomerasimedia disana masih bisa menghirup udara sejuk.Contohnya pada tahun 2004 Gannett Co. masih mempunyai 101koran dengan oplah total 8,3 juta eksemplar di seluruh penjuru AS.Sementara pesaingnya Knight-Ridder mempunyai 32 koran, Tribun Co.mempunyai 11 koran dengan total oplah 3,6 juta eksemplar, AdvancePublications Inc. mempunyai 27 koran dengan total oplah 2,9 juta
3

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
lcelewet liked this
Agung Syah liked this
arkonin_cl liked this
Riq Aristo liked this
leny_ir liked this
iwanmaulana_octo liked this
cakim88 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->