Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
83Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Urgensi Pendidikan Multikultural Di Indonesia

Urgensi Pendidikan Multikultural Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 12,277|Likes:
Published by tsabit azinar ahmad

More info:

Published by: tsabit azinar ahmad on Dec 31, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/05/2013

pdf

text

original

 
1
URGENSI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI INDONESIA
Disusun Sebagai Tugas Mata Kuliah Landasan Ilmiah PendidikanDosen Pengampu Prof. Dr. Herman J. WaluyoOlehSARILAN NIM S860209107 TSABIT AZINAR AHMAD NIM S860209113
 
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAHPROGRAM PASCASARJANAUNIVERSITAS SEBELAS MARET2009
 
 
2
A.
 
Pendahuluan
Salah satu isu penting yang mengiringi gelombang demokratisasi adalahmunculnya wacana multikulturalisme. Multikulturalisme pada intinya adalahkesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan tanpamemedulikan perbedaaan budaya, etnik, gender, bahasa, ataupun agama.Menurut Gurpreet Mahajan, konsep multikulturalisme sebenarnya relatif baru.Menurutnya, sekitar tahun 1950-an gerakan multikultural muncul pertama kalidi Kanada dan Australia, kemudian di Amerika Serikat, Inggris, Jerman danlainnya.Multikulturalisme memberi penegasan seseorang atau kelompok bahwadengan segala perbedaannya diakui dan sama di dalam ruang publik.Multikulturalisme menjadi semacam respons kebijakan baru terhadapkeragaman. Dengan kata lain, adanya komunitas yang berbeda saja tidak cukup, karena yang terpenting adalah komunitas tersebut diperlakukan samaoleh warga negara maupun negara.Multikulturalisme adalah “pengakuan pluralisme budaya yangmenumbuhkan kepedulian untuk mengupayakan agar kelompok-kelompok minoritas terintegrasi ke dalam masyarakat dan masyarakat mengakomodasiperbedaan budaya kelompok-kelompok minoritas agar kekhasan identitasmereka diakui” (Kymlika dalam Haryatmoko, 2006: 1). Fokus kepeduliandiarahkan pada kelompok etnis, kelompok minoritas termasuk perempuan.Multikulturalisme terumus dalam bentuk “sejumlah prinsip, kebijakandan praksis untuk mengakomodasi keberagaman sebagai bagian yang sah dantak terpisahkan dari suatu masyarakat”. Jadi, arah multikulturalisme lebihmenuju pada upaya untuk menciptakan, menjamin dan mendorongpembentukan ruang publik yang memungkinkan beragam komunitas bisatumbuh dan berkembang disesuaikan dengan kemampuan jangkauan langkahmasing-masing.
B.
 
Pengertian Multikulturalisme
Ada beberapa istilah yang secara konseptual tampak mirip denganterminologi multikulturalisme namun sebenarnya berbeda, misalnyapluralisme, diversitas, heterogenitas, atau yang sering pula disebut dengan
 
3istilah “masyarakat majemuk”. Masyarakat majemuk (
 plural society
) berbedadengan keragaman budaya atau multikulturalisme (
 plural cultural
).Masyarakat majemuk lebih menekankan soal etnisitas atau suku, yang padagilirannya membangkitkan gerakan etnosentrisme dan etnonasionalisme.Sifatnya sangat askriptif dan primordial. Bahaya
chauvenisme
sangat potensialtumbuh dan berkembang dalam masyarakat model ini. Karena wataknya yangsangat mengagungkan ciri streotif kesukuan, maka anggota masyarakat inimemandang kelompok lain dengan cara pandang mereka yang rasial danprimordial. Model masyarakat ini sangat rentan dengan konflik. Dengan katalain, konflik yang mereka miliki dapat terjadi setiap saat.Berbeda dengan konsep dan perspektif masyarakat majemuk, konsepmultikulturalisme sangat menjunjung perbedaan bahkan menjaganya agartetap hidup dan berkembang secara dinamis. Lebih dari sekadar memeliharadan mengambil manfaat dari perbedaan, perspektif multikulturalismememandang hakikat kemanusiaan sebagai sesuatu yang universal. Manusiaadalah sama. Bagi masyarakat multikultural perbedaan merupakan sebuahkesempatan untuk memanifestasikan hakikat sosial manusia dengan dialogdan komunikasi.Karakter masyarakat multikultural adalah toleran. Mereka hidup dalamsemangat
 peaceful co-existence
, hidup berdampingan secara damai. Setiapentitas sosial dan budaya masih membawa jati dirinya, tidak terleburkemudian hilang, namun juga tidak diperlihatkan sebagai kebanggaanmelebihi penghargaan terhadap entitas lain. Dalam perspektif multikulturalisme, baik individu maupun kelompok dari berbagai etnik danbudaya hidup dalam
societal cohesion
tanpa kehilangan identitas etnik dankultur mereka. Sekalipun mereka hidup bersatu dalam ranah sosial tetapiantar-entitas tetap ada jarak. Prinsip “aku dapat bersatu dengan engkau, tetapiantara kita berdua tetap ada jarak” sangat kuat dalam masyarakatmultikultural. “Aku hanya bisa menjadi aku dalam arti sepenuhnya denganmenjadi satu dengan engkau, namun tetap saja antara aku dan engkau
ada jarak 
”, merupakan prinsip lain pada masyarakat multikultur. Untuk menjaga

Activity (83)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Indria Mustika liked this
Jack Sudrajat liked this
Ch Niszaa' liked this
Katarina Yuliana liked this
Tri Rahmiyati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->