Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.

18 tahun perjalanan menuju Ginan Aulia Rahman..

Waktu adalah siklus berputar, kembali ketanggal yang sama, bulan yang sama, jam yang sama, tapi dalam keadaan yang berbeda. Begitu kan? Ya, sekarang datang kembali padaku. 10 November… yang dulu, katanya aku lahir pada tanggal dan bulan itu. Sudah coba dengan sangat keras untuk mengingat kejadian itu, dimana saat itu aku menghirup udara pertama kalinya, melihat orang senyum disekitarku. Ada apa? Segitunya ya, sampai aku yang belum bisa apa apa ini disambut senyum segala.. sepertinya saat itu indah sekali, tapi aku tak ingat… tak akan pernah ingat.

Setelah mulai belajar sedikit sedikit, aku pun tahu, ternyata dulu, ketika aku diperut malaikatku (baca : ibu) aku ditanya oleh yang menciptakanku. Ini juga aku tak ingat. Benar benar tak ingat.. aku ditanya Pakai bahasa arab pula, Yang Maha Esa bertanya padaku .

“alastu birabbikum?”…. Apakah Aku ini Tuhanmu?....

Aku menjawab

“balaa syahidnaa”.. betul, kami bersaksi..

Aku bersaksi pada Allah, Tuhanku yang menciptakanku, dan kamu, dan semua, dan meniadakan kembali, hanya Ia yang abadi. Aku mempercayainya..

18 tahun… waktu yang lama.. klo saja aku ini sebidang tanah sawah, maka selama 18 tahun, aku akan menghasilkan beribu ton beras. Sayang, aku ini seorang manusia. Yang kata Tuhan sih aku ini masterpiece-Nya, aku ini karya terbaik-Nya, makhluq yang paling mulia diseantero jagat. Makhluq yang komplit, aku punya jasad, seperti benda lainya. Aku punya ruh, seperti malaikat, dan aku punya akal pikiran hati, yang semua makhluq tak punya… aku ini benda yang berfitur komplit, full aplikasi. Tapi kok aku kalah oleh tanah ya? 18 tahun aku belum bisa apa apa. Apa yang aku hasilkan? Apa hebatnya aku dong klo seperti itu? Jadi apakah benar aku ini makhluq yang ahsani taqwim? Atau jangan jangan??? Ah, tak mungkin Allah salah. Manusia memang ahsani taqwim… wah, ini pasti aku yang salah.. aku yang tidak memanusiakan diriku, aku sama seperti hewan, bahkan lebih sesat.. seperti firman Allah

”Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin
dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk
memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka
mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat
Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka
itulah orang-orang yang lalai.”

Ya, aku jadi tau, aku kalah oleh sawah, karena aku bermata tapi tak melihat. Aku tidak menggunakan mataku untuk melihat yang baik baik, aku tidak menggunakan untuk membaca, tidak menggunakan untuk mengkaji tanda tanda kekuasaan Allah di alam ini..

aku juga memiliki telinga, tapi aku tuli, aku tak pernah mendengar nasihat, aku tak segera ke masjid ketika mendengar adzan, aku tak menghiraukan kebenaran, dibiarkan saja masuk kuping kiri dan keluar kuping kanan..

aku memiliki hati, tapi hatiku terkunci, aku tak memahami, aku tak mencintai yang seharusnya kau cintai, malah mencintai yang tak harus aku cinta.. hatiku berkarat.. sekarat… harus dibawa keruang instalasi gawat darurat…

aku diberi nama Ginan Aulia Rahman… nama? Mungkin bagi sebagian orang, nama itu tak berarti.. seperti kata shakespear.. apalah arti sebuah nama, jikalau mawar diganti namanya, ia akan tetap harum dan indah.. tapi bagiku, nama ini adalah sesuatu yang sangat berarti. Namaku adalah tujuanku. Dalam hidup ini aku menuju Ginan Aulia Rahman. Mengaktualisasi, lebih hebat lagi, lebih hebat lagi.. berkembang menjadi makhluq yang sempurna. Aku sebut itu Ginan Aulia Rahman..

aku saat ini, adalah hasil akumulasi dari aku kemarin dan waktu yang lalu. Aku yang sekarang, akan menjadi aku yang masa depan. Jadi, aku tak akan main main lagi, aku tau aku merancang masa depan dengan detik detik yang akan saya lalui.. sebenernya saya merasa kecewa dengan 18 tahun yang telah saya lewati.. tapi saya percaya, tidak ada yang Dia ciptakan sia sia, ternmasuk masa laluku yang aku isi dengan kemalasan.. masalau yang kelam itu saya bisa jadikan berguna, dengan mentafakurinya, belajar darinya… saya ingat dengan sebuah wise word “manusia yang hebat bukan berarti ia tak melakukan kesalahan, malah, manusia hebat itu memiliki banyak sekali kesalahan dalam hidupnya, tapi yang membuatnya berbeda. Mereka mengakui kesalahannya, memikirkannya, mencari pelajaran darinya, dan berlaku baik tanpa mengulangi kesalahan yang mereka pernah perbuat”.. jadi masalaluku adalah modalku. Denagn mengetahui masalalu dan mempelajarinya, aku tak perlu lagi masuk dalam lubang yang sama.. dan satu hal.. masa lalu/pengalaman adalah guru yang terbaik, karena ia tak pernah member kita PR.

18 tahun… kira kira, dalam umur sekian.. apa yang dilakukan nabi muhammad? Isaac newton? Einstens? Nabi nuh? Ismail? Isa almasih? Galileo galilei? Imam syafi’i? ali bin abi thalib? Al ghazali? Barrack obama? Komarudin hidayat? Hitler? Soekarno? John lenon? Bill gates? Ibrahim? Kira kira di umur 18, pa yang telah mereka capai?

Aku adalah aku, mereka adalah masalalu, yang harus aku pelajari untuk diriku.. hanya itu.. aku bukan mereka, karena aku tak bisa seperti mereka. Aku adalah aku, yang akan jadi Ginan Aulia Rahman..

Mulai saat ini aku akan habiskan untuk banyak banyak membaca saja.. karena Tuhanku sangat menekankan terhadap kegiatan ini. Buktinya Tuhanku menurunkan ayat pertama adalah sebuah perintah tentang membaca.. aku harus membaca ayat qauliya dan qauniyahnya.. ayat qauliyah yang terdapat pada Alqur’an dan perkataan Rasul yang terdapat wahyu didalamnya.. ayat qauniyah adalah bacaan yang terhampar dialam semesta ini.. apalagi sih yang harus saya lakukan selain membaca? Allah juga memerintahkan aku..”fa’lam! biannallaha laa ilaaha illallah”.. “berilmu lah kamu! (supaya kamu mengetahui dan akhirnya sadar) sesungguhnya Allah, tidak ada tuhan selain Allah”.. maka saya harus berimu, dan ilmu bisa didapat dengan membaca, menggunakan mataku yang menjadi gerbang besar ilmu yang akamn masuk kedalam hatiku..

18 Tahun… sudah cukup.. aku akan meledak jadi orang hebat….

More From This User

Notes
Load more