Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
137Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manfaat kultur jaringan

Manfaat kultur jaringan

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 15,205 |Likes:
Published by AkhlisiNiata

More info:

Published by: AkhlisiNiata on Jan 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2013

pdf

text

original

 
Manfaat kultur jaringan
-- Kemaren sudah saya posting tentang  pengertiankultur jaringan,kini giliran posting lagi tentang manfaat kultur jaringan,kalauanda belum mengetahui apa yang di maksud dengan kultur jaringan,kultuur  jaringan itu termasuk salah satu usaha untuk pengembang biakan tanamandengan metode yang mutakhir.Karena dunia sudah mengalami perkembangan yang makin lama makinmaju,maka dunia pengembangan pertanian juga mengalami kemajuan yang salah satunya adalahdengan teknologi bioteknologi kultur jaringan.Dengan ini maka untuk mengembangkan suatutanaman yang langka akan semakin mudah dan tak perlu repot lagi dengan teknik -
teknik budidaya tanaman
lainnyaPerbanyakan tanaman secara besar-besaran telah dibuktikan keberhasilannya pada perkebunankelapa sawit dan tebu. Dengan cara kultur jaringan dapat klon suatu komoditas tanaman dalamrelatif cepat. Manfaat yang dapat diperoleh dari kloning ini cukup banyak, misalnya: di luar  pulau Jawa akan didirikan suatu perkebunan yang membutuhkan bibit tanaman dalam jumlahribuan, maka sudah dapat dibayangkan betapa mahalnya biayanya hanya untuk trasnportasi saja.Hala ini dapat diatasi denga usaha kloning melalui budaya jaringan, karena hanya perlumembawa beberapa puluh botol planlet yang berisi ribuan bibit. Dengan cara ini dapatmenghemat waktu dan biaya yang cukup banyak dalam persiapan pemberangkatan ataupuntransportasinya. Pada ekspor anggrek, misalnya, orang luar negeri menghendaki bunga anggrek yang seragam baik bentuk maupun warnanya. Dalam hal ini dapat dipenuhi juga dengan usahakloning. Bibit-bibit tanaman dari usaha mericlono (tanaman hasil budidaya meristem) akan berharga lebih mahal, karena induknya dipilih dari tanaman yang mempunyai sifat paling bagus(unggul).Kultur jaringan tanaman telah dikenal banyak orang sebagai usaha mendapatkan varietas baru(unggul) dari suatu jenis tanaman dalam waktu yang relatif lebih singkat dari pada dengan cara pemuliaan tanaman yang harus dilakukan penanaman secara berulang-ulang sampai beberapagenerasi. Untuk mendapatkan varietas baru melalui kultur jaringan dapat dilakukan dengan caraisolasi protoplas dari 2 macam varietas yang difusikan. Atau dengan cara isolasi khloroplas suatu jenis tanaman yang dimasukkan kedalam protoplas jenis tanaman yang lain, sehingga terjadi penggabungan sifat-sifat yang baik dari kedua jenis tanaman tersebut hingga terjadi hibridsomatik. Cara yang lain adalah dengan menyuntikkan protoplas dari suatu tanaman ketanamanlain. Contohnya transfer khloroplas dari tanaman tembakau berwarna hijau ke dalam protoplastanaman tembakau yang albino, hasilnya sangat memuaskan karena tanaman tembakau menjadihijau pula. Contoh lain adalah keberhasilan mentrasnfer khloroplas dari tanaman jagung kedalam protoplas tanaman tebu hasilnya memuaskan (Anik Herawati, 1991).
Sumber: mastegar.blogspot.com
 
 Jumat, 11 Juli 2008
I.
 
IDENTITAS BUKU1.
 
 Judul buku
: Teknik Kultur Jaringan
2.
 
Pengarang
: Daisy P. Dkk.
3.
 
Tahun Terbit
: 1994
4.
 
Kota Terbit
: Yogyakarta
5.
 
Penerbit
: Kanisius
II.
 
SAMERI (ISI BUKU)1. BAB I (PENGERTIAN TENTANG KULTUR JARINGAN)
Menurut Suryowinoto (1991), kultur jaringan dalam baha asing disebutsebagai tissue culture.
Kultur 
adalah budidaya dan
jaringan
adalah sekelompok selyang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. jadi, kultur jaringan berartimembudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyaisifat seperti induknya.Kultur jaringan akan lebih besar presentase keberhasilannya bilamenggunakan jaringan meristem. Jaringan
meristem
adalah jaringan muda, yaitu jaringan yang terdiri dari sel-sel yang selalu membelah, dinding tipis, plasmanyapenuh dan vakuolanya kecil-kecil. Kebanyakan orang menggunakan jaringan iniuntuk tissue culture. Sebab, jaringan meristem keadaannya selalu membelah,sehingga diperkirakan mempunyai zat hormon yang mengatur pembelahan. Teknik kultur jaringan sebenarnya sangat sederhana, yaitu suatu sel atauirisan jaringan tanaman yang sering disebut
eksplan
secara aseptik diletakkan dandipelihara dalam medium pada atau cair yang cocok dan dalam keadaan steril.dengan cara demikian sebaian sel pada permukaan irisan tersebut akan mengalamiproliferasi dan membentuk kalus. Apabila
kalus
yang terbentuk dipindahkan kedlammedium diferensiasi yang cocok, maka akan terbentuk tanaman kecil yang lengkapdan disebut
 planlet 
. Dengan teknik kultur jaringan ini hanya dari satu irisan kecil
 
suatu jaringan tanaman dapat dihasilkan kalus yang dapat menjadi
 planlet 
dlama jumlah yang besar.Pelaksanaan teknik kultur jaringan tanaman ini berdasarkan teori sel spertiyang dikemukakan oleh Schleiden, yaitu bahwa sel mempunyai kemampuan
autonom
, bahkan mempunyai kemampuan
totipotensi
. Totipotensi adalahkemampuan setiap sel, darimana saja sel tersebut diambil, apabila diletakkandilingkungan yangsesuai akan tumbuh menjadi tanaman yang sempurna. Teknik kultur jaringan akan berhasil dengan baik apabila syarat-syarat yangdiperlukan terpenuhi. Syarat-syarat tersebut meliputi pemilihan
eksplan
sebagaibahan dasar untuk pembentukkan kalus, penggunaan medium yang cocok, keadaanyang aseptik dan pengaturan udara yang baik terutama untuk kultur cair. Meskipunpada prinsipnya semua jenis sel dapat ditumbuhkan, tetapi sebaiknya dipilih bagiantanaman yang masih muda dan mudah tumbuh yaitu bagian meristem, seperti:daun muda, ujung akar, ujung batang, keping biji dan sebagainya. Bilamenggunakan embrio bagian bji-biji yang lain sebagai eksplan, yang perludiperhatikan adalah kemasakan embrio, waktu imbibisi, temperatur dan
dormansi
.
2. BAB II (MANFAAT KULTUR JARINGAN)
Kegunaan utama dari kultur jaringan adalah untuk mendapatkan tanamanbaru dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat, yang mempunyai sifatfisiologi dan morfologi sama persis dengan induknya. Dari teknik kultur jaringantanaman ini diharapkan juga memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul.Secara lebih rinci dan jelas berikut ini akan dibahas secara khusus kegunaan darikultur jaringan terhadap berbagai ilmu pengetahuan.Perbanyakan tanaman secara besar-besaran telah dibuktikankeberhasilannya pada perkebunan kelapa sawit dan tebu. Dengan car kultur jaringan dapat
klon
suatu komoditas tanaman dalam relatif cepat. Manfaat yangdapat diperoleh dari kloning ini cukup banyak, misalnya: di luar pulau Jawa akandidirikan suatu perkebunan yang membutuhkan bibit tanaman dalam jumlah ribuan,maka sudah dapat dibayangkan betapa mahalnya biayanya hanya untuktrasnportasi saja. Hala ini dapat diatasi denga usaha kloning melalui budaya jaringan, karena hanya perlu membawa beberapa puluh botol
 planlet 
yang berisiribuan bibit. Dengan cara ini dapat menghemat waktu dan biaya yang cukup

Activity (137)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rahayu Dwi liked this
Zulie Trie Yuli liked this
Shine WiTrii liked this
Harry Swandi liked this
Dhesy Echy Fvs liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->