suatu jaringan tanaman dapat dihasilkan kalus yang dapat menjadi
planlet
dlama jumlah yang besar.Pelaksanaan teknik kultur jaringan tanaman ini berdasarkan teori sel spertiyang dikemukakan oleh Schleiden, yaitu bahwa sel mempunyai kemampuan
autonom
, bahkan mempunyai kemampuan
totipotensi
. Totipotensi adalahkemampuan setiap sel, darimana saja sel tersebut diambil, apabila diletakkandilingkungan yangsesuai akan tumbuh menjadi tanaman yang sempurna. Teknik kultur jaringan akan berhasil dengan baik apabila syarat-syarat yangdiperlukan terpenuhi. Syarat-syarat tersebut meliputi pemilihan
eksplan
sebagaibahan dasar untuk pembentukkan kalus, penggunaan medium yang cocok, keadaanyang aseptik dan pengaturan udara yang baik terutama untuk kultur cair. Meskipunpada prinsipnya semua jenis sel dapat ditumbuhkan, tetapi sebaiknya dipilih bagiantanaman yang masih muda dan mudah tumbuh yaitu bagian meristem, seperti:daun muda, ujung akar, ujung batang, keping biji dan sebagainya. Bilamenggunakan embrio bagian bji-biji yang lain sebagai eksplan, yang perludiperhatikan adalah kemasakan embrio, waktu imbibisi, temperatur dan
dormansi
.
2. BAB II (MANFAAT KULTUR JARINGAN)
Kegunaan utama dari kultur jaringan adalah untuk mendapatkan tanamanbaru dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat, yang mempunyai sifatfisiologi dan morfologi sama persis dengan induknya. Dari teknik kultur jaringantanaman ini diharapkan juga memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul.Secara lebih rinci dan jelas berikut ini akan dibahas secara khusus kegunaan darikultur jaringan terhadap berbagai ilmu pengetahuan.Perbanyakan tanaman secara besar-besaran telah dibuktikankeberhasilannya pada perkebunan kelapa sawit dan tebu. Dengan car kultur jaringan dapat
klon
suatu komoditas tanaman dalam relatif cepat. Manfaat yangdapat diperoleh dari kloning ini cukup banyak, misalnya: di luar pulau Jawa akandidirikan suatu perkebunan yang membutuhkan bibit tanaman dalam jumlah ribuan,maka sudah dapat dibayangkan betapa mahalnya biayanya hanya untuktrasnportasi saja. Hala ini dapat diatasi denga usaha kloning melalui budaya jaringan, karena hanya perlu membawa beberapa puluh botol
planlet
yang berisiribuan bibit. Dengan cara ini dapat menghemat waktu dan biaya yang cukup