Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
48Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Diplomasi Regional Indonesia Dalam ASEAN, Studi Kasus Mengenai Peran Indonesia Sebagai Inter Lo Cuter ASEAN Dalam ian Konflik Kamboja

Diplomasi Regional Indonesia Dalam ASEAN, Studi Kasus Mengenai Peran Indonesia Sebagai Inter Lo Cuter ASEAN Dalam ian Konflik Kamboja

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 5,217 |Likes:
Published by Erika Angelika

More info:

Published by: Erika Angelika on Jan 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

 
Page | 1
DIPLOMASI REGIONAL INDONESIA DALAM ASEAN
Studi Kasus mengenai Peran Indonesia sebagai
 Interlocuter
ASEANdalam Penyelesaian Konflik Kamboja
KELOMPOK 11
Erika (0706291243)Eryan Tri Ramadhani (0706291256)Fatimah Az-zahro (0706291262)Tugas Makalah untuk Mata Kuliah Diplomasi IndonesiaProgram Studi S1 Reguler Ilmu Hubungan InternasionalSemester Genap 2007/2008
DEPARTEMEN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS INDONESIA2008
 
Page | 2
BAB IPENDAHULUAN
1.1.
 
Latar Belakang
25 Desember 1978 merupakan saat yang menegangkan bagi Kamboja. Secara tiba-tiba, Vietnammelakukan invansi ke wilayah Kamboja. Serangan ini tentu mengejutkan Kamboja, juganegara-negara ASEAN lain, yang selama ini mengharapkan ZOPFAN (Zona Damai Bebas, dan Netral)terlaksana di wilayah Asia Tenggara. Konflik ini tentu membuyarkan harapan akan terlaksananyaZOPFAN dan membawa kembali campur tangan dari luar ke dalam wilayah Asia Tenggara. InvansiVietnam langsung memancing serangan RRC dan mendatangkan Uni Soviet
1
, sehingga selanjutnyaakan terbuka pula kesempatan campur tangan pasukan AS. ASEAN tentu tidak tinggal diam padacampur tangan pihak luar dalam masalah regional ini. Berbagai langkah pun dilakukan ASEAN untuk menyelesaikan konflik Kamboja tersebut. Dalam menyelesaikan konflik tersebut, ASEAN memintabantuan Indonesia yang terbilang dekat hubungannya dengan Vietnam untuk menjadi
interlocuter 
 /rekan bicara bagi ASEAN.
1.2.
 
Perumusan Masalah
Makalah ini membahas mengenai peran Indonesia sebagai perwakilan ASEAN dalam membantumelakukan upaya penyelesaian konflik Kamboja. Berbagai bentuk penyelesaian konflik Kambojayang tidak dilakukan oleh Indonesia tidak akan dibahas dalam makalah ini, begitu juga dengantindakan-tindakan yang dilakukan Indonesia di luar payung ASEAN juga tidak akan dibahas dalammakalah ini.
1.3.
 
Kerangka Teori
Diplomasi sebagai suatu cara konvensional yang secara general dilakukan dalam penyelesaian sebuahkonflik, termasuk Konflik Kamboja, memiliki pengertian sebagai sebuah cara dalam hubunganinternasional dengan memakai jalan negoisasi daripada paksaan, propaganda, atau jalur hukum, untuk tujuan damai (misalnya mengumpulkan informasi atau menimbulkan maksud baik) yang secarasengaja maupun tidak sengaja direncanakan untuk sebuah negoisasi.
2
 Tujuan utama diplomasi adalah untuk menjamin keutuhan kedaulatan dan kemerdekaan negara sertamenjaga sistem politik, sosial, dan ekonomi yang berlaku.
3
Sedangkan tugas utama diplomasi adalahmelindungi kepentingan negara dan para warga negaranya di luar negeri, sebagai badan perwakilan(
legal, symbolic, and social
), pengamatan, dan pelaporan, dan yang paling penting negoisasi.
4
 Berbeda dengan fungsi utama diplomasi yaitu untuk menyelesaikan berbagai perbedaan internasionaldengan penuh ketenangan lagi bersahabat melalui diskusi secara perundingan, yang diperlancar olehhubungan-hubungan pribadi yang baik dan saling pengertian.
5
 
 Region
atau kawasan diartikan sebagai sekumpulan negara yang memiliki kedekatan geografis karena
1
C. P. F. Luhulima,
 ASEAN Menuju Postur Baru
, (Jakarta: Centre of Strategic and International Studies, 1997), hal. 240.
2
G.R. Berridge,
 Diplomacy, Theory, and Practice
, (London: Prentice Hall/Harvester Wheatsheaf, 1995), hal. 1.
3
K. J. Holsti,
 International Politics: Framework for Analysis,
(New Jersey: Prentice Hall, 1992), hal. 145.
4
Joseph Frankel,
 International Relations
, (London: Oxford University Press, 1972), hal. 99.
5
Lord Strang,
Foreign Office
, dalam Jusuf Badri, ed.,
Kiat Diplomasi
, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1993), hal. 23.
 
Page | 3
berada dalam satu wilayah tertentu
6
. Namun kedekatan geografis saja tidak cukup untuk menyatukansuatu negara dalam satu kawasan regional. Hettne dan Soderbaun mengemukakan bahwa kedekatangeografis tersebut perlu didukung adanya kesamaan budaya, keterikatan sosial dan sejarah yang sama
7
.Dengan demikian, untuk menjadikan sekumpulan negara-negara menjadi suatu kawasan regional,dibutuhkan keterikatan geografis dan struktural.
Kerjasama
, didefinisikan sebagai “tindakan bekerja bersama
-sama untuk mencapai suatu
tujuan”
8
.Kerjasama dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu kerjasama berlembaga dan kerjasama tanpalembaga.
Kerjasama berlembaga
adalah kerjasama yang dituangkan lewat lembaga-lembaga khususdalam mana anggota-anggotanya sangat terikat pada lembaga-lembaga itu. Kerjasama seperti iniumumnya mempunyai ruang lingkup kawasan (region) atau sub-kawasan (sub-region), sehinggasering disebut sebagai
regional grouping
(pengelompokan regional) atau kerjasama regional.
9
 Menyoal tentang kerjasama regional ini, ada baiknya kita sama-sama memahami dulu mengenaipengertian regional itu sendiri. Region atau kawasan diartikan sebagai sekumpulan negara yangmemiliki kedekatan geografis karena berada dalam satu wilayah tertentu
10
. Namun kedekatangeografis saja tidak cukup untuk menyatukan suatu negara dalam satu kawasan regional. Hettne danSoderbaun mengemukakan bahwa kedekatan geografis tersebut perlu didukung adanya kesamaanbudaya, keterikatan sosial dan sejarah yang sama
11
. Dengan demikian, untuk menjadikan sekumpulannegara-negara menjadi suatu kawasan regional, dibutuhkan keterikatan geografis dan struktural.Kerjasama regional merupakan salah satu jalan yang digunakan oleh banyak negara untuk membantumengatasi persoalan-persoalan dalam negeri juga persoalan-persoalan yang menyangkut hubunganantar negara. Kerjasama regional juga diharapkan dapat mengurangi kecenderungan terjadinya konflik antarnegara. Terselenggaranya iklim hubungan yang lebih harmonis karena berkurangnya konflik itu,pada gilirannya diharapkan akan lebih mendorong lagi tercapainya usaha-usaha pembangunannasional, khususnya dalam bidang sosial dan ekonomi
12
.Bagi kawasan Asia Tenggara, organisasi kerjasama regional yang paling menonjol adalah ASEAN(
 Association of South East Asian Nations
) atau Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara. ASEANhingga tingkat tertentu dipandang tidak saja mampu bertahan, tetapi juga mengalamikemajuan-kemajuan penting bagi kesejahteraan dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara,khususnya dalam wilayah yang diliput oleh kerjasama regional ini.
13
 Untuk dapat semakin berkembang menjadi organisasi kerjasama regional yang baik, ada tiga hal yang
harus dipenuhi ASEAN. Ketiga hal tersebut dimuat dalam pembahasan mengenai “
 New RegionalTheory
, yaitu dukungan dari kekuatan besar di dalam kawasan (
regional great power 
), tingkat
6
Craig A. Snyder,
Contemporary Security and Strategy,
(Palgrave : Macmillan, 2008), hal. 228.
7
B. Hettne dan Soderbaun,
Theorizing the Rise of Regionnes,
(London : Routledge, 2002), hal.39.
8
Estrelle D. Solidum,
Towards A Southeast Asian Comunity,
(Quezon City: Unv of Philipines Press, 1974), hal. 2.
9
M. Sabir,
 ASEAN, Kenyataan dan Harapan
, (Jakarta: Pustaka harapan, 1992)
10
Craig A. Snyder,
Contemporary Security and Strategy,
(Palgrave : Macmillan, 2008), hal. 228.
11
B. Hettne dan Soderbaun,
Theorizing the Rise of Regionnes,
(London : Routledge, 2002), hal.39.
12
Nina Ernawati,
 Dinamika Polugri Indonesia 1945-1966 dalam Kaitannya dengan Peranan Indonesia dalamPembentukan ASEAN (8 Agustus 1967) dan Perkembangannya Hingga Tahun 1969,
(Skripsi Fakultas Sastra UniversitasIndonesia, tidak diterbitkan).
13
 
 Ibid 
.

Activity (48)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Alvriani Marewa liked this
Oni Key liked this
Erika Angelika added this note
you're welcome :) btw, interlocuter maksudnya kaya semacam perwakilan..
iashura added this note
wah, manfaat banget ini makalahnya.. thx kka share nya
Divva Hadiwidjojo added this note
eventhough i dont know what interlocuter means, its still a good reading

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->