Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
Page | 1
DAYAK YANG TINGGAL KENANGAN
Sebuah Tulisan Mengenai Punahnya Nilai-Nilai Budaya dalam SistemBudaya Dayak Akibat Pengaruh Globalisasi
Disusun oleh: ErikaNPM : 0706291243Jurusan : Ilmu Hubungan InternasionalTugas Makalah Akhiruntuk Mata Kuliah Sistem Budaya IndonesiaSemester Genap 2007/2008
DEPARTEMEN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS INDONESIA2008
 
Page | 2
KATA PENGANTAR
 
Puji dan syukur saya haturkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat-Nyalah, makalah ini dapat saya selesaikan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada IbuPriyanti S. Pakan yang telah menugaskan saya membuat makalah ini, karena denganmembuat makalah ini, saya menjadi semakin paham dan mengerti mengenai pengaruhglobalisasi terhadap sistem budaya Dayak.Makalah ini
 berjudul “
Dayak yang Tinggal Kenangan, Sebuah Tulisan MengenaiPunahnya Nilai-Nilai Budaya dalam Sistem Budaya Dayak Akibat Pengaruh Globalisasi
”.
Sesuai dengan judulnya, makalah ini akan membahas mengenai perubahan-perubahan yangterjadi pada nilai-nilai budaya Dayak setelah masuknya globalisasi dalam kehidupanmasyarakat Dayak. Adapun makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas akhir semestergenap mata kuliah Sistem Budaya Indonesia.Tiada gading yang tak retak. Begitu pula dengan makalah ini, yang tentunya masih jauh dari sempurna. Maka dari itu penulis mohon maaf atas segala kekurangan yang terdapatdalam makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna bagi segenap pembaca serta bagikemajuan ilmu Sistem Budaya Indonesia.Sekian kata pengantar ini, akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih.Jakarta, 25 Mei 2008Hormat saya,Penulis
 
Page | 3
BAB IPENDAHULUAN
1.1.
 
Latar Belakang
Perkembangan teknologi yang semakin canggih dewasa ini menjadikan hampir tidak adabagian planet kita yang sepenuhnya terkucil, dan tidak terjangkau oleh komunikasi.Perkembangan ini membuat dunia terasa semakin kecil, peradaban dan kebudayaan umatmanusia pun makin menjadi satu, makin saling susup-menyusup, dan makin salingmempengaruhi. Inilah yang dinamakan globalisasi, di mana dunia seakan menjadi
borderless
,tanpa batas. Tidak hanya mendatangkan berbagai pengaruh positif, globalisasi jugamendatangkan banyak pengaruh negatif seperti timbulnya pendangkalan-pendangkalan yangmembuat banyak orang menjadi kehilangan pegangan. Nilai-nilai Barat kemudian seolahmenjadi pegangan baru bagi kehidupan setiap orang, dari belahan bumi manapun. Ini jugalahyang dialami sistem budaya di Indonesia, dalam makalah ini sistem budaya di Dayak,khususnya. Pendangkalan nilai-nilai ini kemudian berakibat pada mundurnya atau stagnannyaperkembangan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia. Padahal kebudayaan diIndonesia adalah kebudayaan yang sangat beragam, merupakan aset yang sangat mahal biladikelola dengan baik dan benar
1
, sebab seyogyanya kebudayaan tradisional senantiasamengalami tekanan dan erosi, terutama di era globalisasi seperti sekarang. Kemampuan dandaya tahan kebudayaan tradisional tidak sama dari waktu ke waktu, lebih-lebih daya serapnya.
Kebudayaan tradisional jika ingin terus berlangsung perlu “mengawinkan diri” dengan
zamannya
2
. Makalah ini mengambil kasus Sistem Budaya Dayak, untuk meneliti pengaruhglobalisasi dalam pudarnya nilai-nilai budaya masyarakat Dayak. Suku Dayak adalah salahsatu suku yang kehidupan budayanya masih sangat kental terasa, terutama bagi Suku Dayak 
1
 
James F. Sundah, dan Lia Santoso,
Kebudayaan, Aset yang Perlu Dilindungi
,
http://www.suarapembaruan.com/News /2006/05/22/Editor/edit01.htm, diakses pada 18 Mei 2008, pukul 19.19.
2
Dr. JJ. Kusni,
 Masalah Etnis dan Pembangunan Dayak Membangun Kasus Dayak Kalimantan Tengah,
(penerbit tidak diketahui, 1994), hal. 48.
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • More From This User

    Notes
    Load more