Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perjanjian Pembatasan Dan Pengendalian Senjata, Perang Dalam Perspektif Realis

Perjanjian Pembatasan Dan Pengendalian Senjata, Perang Dalam Perspektif Realis

Ratings: (0)|Views: 1,124 |Likes:
Published by Erika Angelika

More info:

Published by: Erika Angelika on Jan 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

 
 Erika . 0706291243 . Jurusan Ilmu Hubungan Internasional . Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik .Universitas Indonesia
Page | 1
UAS Take Home Pengkajian Strategi
 — 
Dosen : Dra. Nurani Chandrawati, M.Si
Nama : ErikaNPM : 0706291243
1.
 
Carilah satu contoh kasus perjanjian Pembatasan atau Pengendalian Senjata. Kemudianberikan pemikiran kritis tentang isi Perjanjian berdasarkan konsep tentang Pengendalian danPembatasan Senjata yang telah diberikan di Kuliah. Jelaskan pula pihak-pihak yang terlibatdalam Perjanjian tersebut dan Tujuan Perjanjian tersebut!
 
 Arms control
 /pembatasan senjata dimengerti sebagai upaya-upaya yang diambil untuk menghambat pengembangan dan penggunaan senjata tertentu. Sementara
disarmament 
 /perlucutan senjata dimengerti sebagai upaya untuk menghancurkan ataumemusnahkan jenis senjata tertentu. Tujuan dilakukannya pembatasan dan pengendaliansenjata adalah:a.
 
Mencegah mispersepsi dan salah pengertian terhadap tindakan lawan sehinggadibutuhkan upaya untuk mempertemukan pihak-pihak yang bersaing dalam suatuperundingan persenjataan (tujuan politis).b.
 
Upaya untuk membangun komunikasi secara terus-menerus.c.
 
Pemenuhan kebutuhan akan prestise dan kredibilitas negara dalam rangka pencegahanperang dan pengelolaan krisis.d.
 
Untuk menciptakan
hotline
(terutama setelah Krisis Kuba), sebagai bentuk komunikasiyang lebih efektif, serta untuk membentuk aturan main bersama dalam rangkamenghindari pertikaian yang tidak dikehendaki.e.
 
Membatasi proliferasi senjata secara vertikal, yaitu larangan pada negara yang berupayamemiliki, mengembangkan, dan menggunakan berbagai senjata baru.f.
 
Membatasi proliferasi senjata secara horizontal, yaitu ketika penyebaran senjata darisatu negara ke negara lain semakin banyak sehingga semakin banyak pula negara yangmemiliki dan menggunakan senjata tertentu.Pembatasan dan pengendalian senjata ini sendiri dapat dilakukan dengan dua model, yaitumodel
arms control
dan model
disarmament 
. Model
arms control
merupakan model yangmenganut prinsip Graduated Reciprocation in Tension-Reduction atau GRIT, denganmemberikan batas akumulasi senjata secara kuantitas (membatasi jumlah) dan kualitas(melarang pengembangan kualitas senjata tertentu). Sementara model
disarmament 
 merupakan langkah pemusnahan total dan atau menghentikan penyebaran senjata kenegara-negara lain.
 
Contoh kasus Perjanjian Pembatasan Senjata adalah Bangkok Treaty/Treaty on the SoutheastAsia Nuclear-Weapon-Free Zone, yang berisi tentang kesepakatan negara-negara ASEAN
 
 Erika . 0706291243 . Jurusan Ilmu Hubungan Internasional . Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik .Universitas Indonesia
Page | 2
untuk mewujudkan suatu kawasan bebas nuklir. Perjanjian tersebut melibatkan 10 negaraASEAN (Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Thailand, Philliphine, Kamboja,Myanmar, Vietnam, Singapore, dan Laos). Bangkok Treaty sendiri merupakan tindak lanjutdari Declaration on the Zone on Peace, Freedom, and Neutrality (ZOPFAN) yangditandatangani pada 27 November 1971 di Kuala Lumpur, sebagai bukti komitmennegara-negara ASEAN untuk berpartisipasi aktif mewujudkan perdamaian dan stabilitasregional.
1
Bangkok Treaty juga bertujuan untuk turut aktif menegakkan pentingnya Treatyon the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT) dalam pencegahan pengembangansenjata nuklir di kawasan ASEAN, serta untuk melindungi kawasan ASEAN dari polusilingkungan dan racun yang disebabkan oleh limbah dan material radioaktif yang datang darisenjata nuklir.
2
Bangkok Treaty sendiri ditanda tangani di Bangkok, Thailand, pada 15Desember 1995 dan mulai aktif berjalan sejak 27 Maret 1997.
3
Selain melibatkan 10 negaraASEAN, Bangkok Treaty juga membuka dirinya pada 5 negara yang memiliki kepemilikansenjata nuklir, yaitu Cina, Perancis, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat; akan tetapi kelimanegara tersebut masih belum mau meratifikasi Bangkok Treaty, dikarenakan masih adakeberatan kelima negara ASEAN tersebut pada dimasukkannya wilayah Zona EkonomiEksklusif dan pantai kontinental pada wilayah larangan pemakaian nuklir.
4
Tujuandimasukkan wilayah ZEE dan pantai kontinental pada Bangkok Treaty adalah karena negaraASEAN ingin menciptakan suatu wilayah bebas nuklir/Nuclear-Weapon-Free Zone (NWFZ)di Asia Tenggara, tidak hanya di wilayah daratan, namun juga pada wilayah perairan.
5
 Melalui Bangkok Treaty ini, negara-negara ASEAN menginginkan terciptanya kawasanyang bebas dari segala bentuk senjata pemusnah massal.
6
 
 
Sehubungan dengan konsep pengaturan dan pembatasan senjata, seperti berbagai perjanjianpembatasan senjata lainnya, Bangkok Treaty berfungsi sebagai wadah komunikasinegara-negara ASEAN dalam menyatukan tujuannya untuk membangun suatu wilayah AsiaTenggara yang bebas nuklir. Bangkok Treaty, karenanya, berfungsi untuk menyamakan danmenerapkan suatu aturan main bersama antar negara-negara ASEAN, yang kemudian harusdipatuhi bersama demi terwujudnya stabilitas dan perdamaian kawasan. Proliferasi senjatanuklir dalam Bangkok Treaty dilakukan dalam dua cara, secara horizontal yaitu melarang
1
Treaty on the Southeast Asia Nuclear-Weapon-Free Zone (Bangkok Treaty)
. http://www.fas.org/ nuke/control/seanwfz/text/asean.htm, diakses pada 31 Mei 2009, pukul 08.56.
2
 
 Ibid.
3
Status of the Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone Treaty
.http://www.opanal.org/NWFZ/ Bangkok/bangkok_en.htm, diakses pada 31 Mei 2009, pukul 09.06.
4
NTI.
Treaty of Bangkok 
. http://www.nti.org/f_wmd411/bangkok.html, diakses pada 31 Mei 2009, pukul 09.14.
5
Surya P. Subedi.
Problems and Prospects of the Treaty on the Creation of Nuclear-Weapon-Free Zone in Southeast  Asia
. http://www.gmu.edu/academic/ijps/vol4_1/subedi.htm, diakses pada 31 Mei 2009, pukul 09.19.
6
NTI,
op.cit 
.
 
 Erika . 0706291243 . Jurusan Ilmu Hubungan Internasional . Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik .Universitas Indonesia
Page | 3
penyebaran senjata nuklir dari satu negara ke negara lain, dan secara vertikal, yaitu melarangpengembangan kualitas senjata nuklir yang dimiliki. Dengan meratifikasi Bangkok Treaty,kesepuluh negara ASEAN diikat oleh kesepakatan untuk tidak melakukan proliferasi senjatanuklir baik secara horizontal, maupun secara vertikal. Penggunaan senjata nuklir dalamwilayah yang disepakati juga dilarang. Semua ini dilakukan demi menciptakan keamanan,stabilitas, dan perdamaian kawasan.2.
 
Berikan contoh kasus yang dapat menjelaskan pengertian Perang dari Perspektif Realiskemudian berikan analisis anda mengapa perang tersebut anda anggap mewakili Perspektif realis. Mohon contoh kasus adalah Perang yang current pada masa pasca perang dingin.Boleh Perang antar negara maupun perang dalam negara.
 
Pengertian perang secara formal dipahami sebagai situasi dimana terjadi pertikaian di antaradua pihak atau lebih yang berlawanan dengan menggunakan kekuatan militer. Dalammemandang perang, Realis sebagai pandangan tertua dalam ilmu Hubungan Internasionalmengatakan:a.
 
Perang merupakan fenomena yang harus terjadi dalam situasi yang anarki, hal iniberangkat dari asumsi dasar Realis tentang Anarkisme Internasional.b.
 
Perang merupakan hal yang wajar terjadi, tidak hanya dikondisikan oleh struktur yanganarki tetapi juga dikendalikan oleh sifat dasar manusia. Pemikiran ini berangkat dariasumsi dasar kaum Realis bahwa manusia adalah makhluk irasional dan senantiasamemiliki sifat dan keinginan dasar untuk berkelahi (Hobbes).c.
 
Perang adalah fenomena wajar dan seringkali tidak dapat dihindari terutama dalampembentukan struktur sistem internasional.d.
 
Perang adalah lambang kejayaan negara.e.
 
Perang dianggap sebagai hal yang baik dan bermanfaat bagi pencapaian tujuan dan demimempertahankan kepentingan nasional dan eksistensi suatu bangsa.
 
Realis juga menolak Doktrin Just War atau Perang yang adil, Realis menganut pandanganClausewitz tentang perang sebagai kelanjutan proses politik dengan menggunakan kekerasan.Realis juga memandang tidak adanya aturan baku tentang dimulainya suatu peperangan.Situasi dan kondisi sistem internasional yang anarki memberikan pengaruh paling minimdari kemungkinan terjadinya perang. Realis berasumsi bahwa lawan akan selalu menyerangterlebih dahulu dan segera, sehingga sebelum hal itu terjadi maka perlu disiapkan kekuatanmiliter baik untuk kebutuhan pertama maupun untuk penangkalan. Hal inilah yang membuatRealis memandang strategi perang sebagai bagian penting dari strategi pertahanan negara.Oleh Realis, perang kemudian juga diartikan sebagai perlindungan terhadap kemungkinanserangan pertama lawan. Menyinggung soal wilayah, Realis berpendapat ekskalasi perangbersifat tidak terbatas dengan menggunakan kekuatan maksimal, sehingga pada dasarnya

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Randy Brahmantyo liked this
seman_sen7177 liked this
gakky_77 liked this
dewi.wiyana1350 liked this
ariskadwioktavia liked this
punya_tiiwii liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->