Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kebijakan Perdagangan Amerika Serikat Kenaikan Tarif Impor Ban Cina, Analisa Terhadap Motif Ekonomi Dan Politik Dari Kebijakan as Dalam Menaikkan Tarif Impor Ban Cina Pada Masa Pemerintahan Obama

Kebijakan Perdagangan Amerika Serikat Kenaikan Tarif Impor Ban Cina, Analisa Terhadap Motif Ekonomi Dan Politik Dari Kebijakan as Dalam Menaikkan Tarif Impor Ban Cina Pada Masa Pemerintahan Obama

Ratings: (0)|Views: 1,591 |Likes:
Published by Erika Angelika

More info:

Published by: Erika Angelika on Jan 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2012

pdf

text

original

 
Page | 1
Kebijakan Perdagangan Amerika Serikat : Kenaikan Tarif Impor Ban Cina
 Analisa Terhadap Motif Ekonomi dan Politik dari Kebijakan AS dalam Menaikkan Tarif ImporBan Cina pada Masa Pemerintahan Obama
Disusun oleh :Erika0706291243Jurusan Ilmu Hubungan Internasional
Tugas Makalah AkhirMata Kuliah Hubungan Luar Negeri dan Keamanan Amerika Serikat Program Studi S1 Reguler Ilmu Hubungan InternasionalSemester Ganjil 2009/2010
DEPARTEMEN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS INDONESIA2009
 
Page | 2
BAB IPENDAHULUAN1.1.
 
Latar Belakang
Liberalisme dan demokrasi merupakan dua hal yang melatarbelakangi hampir seluruhpembuatan kebijakan di Amerika Serikat, baik kebijakan dalam negeri maupun kebijakan luar negeri.Prinsip pertama, liberalisme, merupakan prinsip yang terus berusaha diwujudkan oleh AS dalam setiapkebijakan luar negerinya, terutama dalam berbagai kebijakan perdagangannya. Liberalisasi perdagangandilakukan dengan memberi kebebasan seluas-luasnya pada swasta, dengan meminimalkan peran negaradalam perdagangan internasional. Prinsip liberalisme dalam perdagangan internasional antara laindiwujudkan dengan pengurangan tarif bagi masuknya barang-barang impor dalam perdaganganinternasional. Prinsip pengurangan tarif impor ini sudah diadopsi oleh negara-negara anggota
General Agreements of Tariff and Trade
(GATT), termasuk AS sebagai salah satu pemrakarsanya. Akan tetapi, trenditerapkannya tarif impor yang rendah dalam kebijakan perdagangan AS tersebut kini tampaknya perludikaji ulang, seiring dengan dikeluarkannya berbagai kebijakan perdagangan yang bertentangan denganprinsip-prinsip perdagangan bebas oleh AS belakangan ini.Salah satu kebijakan perdagangan AS yang bertentangan dengan prinsip liberalisasi perdaganganterlihat pada 11 September 2009 lalu, ketika Presiden Obama mengumumkan kenaikan tarif impor padaproduk ban Cina sebesar 35%, di luar pajak sebesar 4% yang sudah diterapkan sebelumnya. Tarif imporini akan berlaku selama tiga tahun ke depan, dengan rincian 35% pada tahun pertama, 30% dan 25% padatahun kedua dan ketiga. Kebijakan perdagangan yang dikeluarkan Presiden Obama tersebut mendapatreaksi negatif dari berbagai kalangan dunia, yang mengatakan langkah tersebut bertentangan denganprinsip dasar perdagangan bebas.Adapun dalam pembuatan kebijakan perdagangan tersebut, pemerintah AS
 — 
dalam hal iniObama dan menteri-menterinya
 — 
pastilah memiliki pertimbangan tersendiri. Berbagai alasan pundikemukakan Pemerintahan Obama. Pemerintahan Obama mengatakan kenaikan tarif impor ban Cina inidiperlukan untuk alasan ekonomi yaitu demi mendukung pertumbuhan industri ban AS. Akan tetapi,berbagai alasan ekonomi itu kemudian mulai dipertanyakan karena ternyata implikasi dari kebijakankenaikan tarif ban impor Cina tersebut sangatlah besar. Berbagai spekulasi pun timbul seputar alasan lainselain alasan ekonomi di balik pembuatan kebijakan perdagangan kenaikan tarif impor terhadap ban Cina
 
Page | 3
tersebut. Adapun berbagai spekulasi ini timbul karena alasan ekonomi dinilai tidak cukup untuk melatarbelakangi dikeluarkannya kebijakan yang dinilai sangat bertentangan dengan nilai-nilai dasar ASyang mendukung perdagangan bebas. Makalah ini kemudian akan mencoba menganalisa alasan-alasanyang melatarbelakangi Pemerintahan Obama dalam mengeluarkan kebijakan perdagangan berupakenaikan tarif impor pada produk ban Cina.
1.2.
 
Pertanyaan Permasalahan
Makalah ini akan mencoba menjawab pertanyaan:
Mengapa Pemerintahan Obamamengeluarkan kebijakan perdagangan berupa kenaikan tarif impor pada produk ban Cina?
 
1.3.
 
Kerangka Teori
Untuk menjawab pertanyaan dalam pertanyaan permasalahan di atas, makalah ini akanmenggunakan teori Graham T. Allison mengenai tiga model analisis konseptual dalam mengkajikebijakan luar negeri suatu negara. Menurut Allison, ada tiga macam model analisis yang dapatdigunakan untuk mengkaji pembuatan kebijakan luar negeri suatu negara. Pertama,
 Rational Policy Model
1
 ,
di mana negara diasumsikan sebagai sebuah aktor tunggal rasional yang membuat keputusansendiri. Adapun asumsi-asumsi dasar yang berlaku dalam model ini adalah kebijakan merupakan pilihandari pemerintah nasional yang akan memberikan keuntungan terbesar dan kerugian terkecil dibandingkanbeberapa alternatif pilihan lain. Akan tetapi, model ini kemudian mendapat kritik sehubungan denganpenggambaran kerangka analisis yang terlalu menyederhanakan masalah. Meskipun banyak pendapatyang mempercayai negara bergerak sebagai aktor tunggal, hal itu tidak sepenuhnya dapat dibuktikan.Kedua,
Organizational Process Model
.
2
Dalam model ini, negara diasumsikan sebagai organisasi yangmemiliki berbagai organ dengan fungsi berbeda, yang bekerja untuk mencapai tujuan bersama dariorganisasi tersebut. Pada
Organizational Process Model
ini, masalah yang muncul adalah bagaimanasebuah keputusan yang diambil berdasarkan
standard operating procedures
dalam pemerintahancenderung diasumsikan
 predictable
dan tetap sesuai pola aksi tertentu. Padahal rumus bahwa kebijakanbergerak secara linear masih merupakan hipotesis empiris, dan dalam bentuk linear sekalipun, perilakunegara masih dinilai cukup kompleks.
3
 
1
 
Graham T. Allison, “Conceptual Models and the Cuban Missile Crisis”, dalam S. John
Ikenberry.
 American Foreign Policy,Theoretical Essays (3
rd 
edition)
, (New York: Longman, 1994), hal 415-418.
2
 
 Ibid 
, hal. 424-437.
3
 
Jonathan Bendor, dan Thomas H. Hammond, “Rethinking Allison's Models
dalam
The American Political Science Review
,Vol. 86, No. 2 (Jun., 1992), Hal 310.

Activity (21)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dessi Sidabutar liked this
dimasriadi liked this
baygath872564 liked this
Well Fagus liked this
iim mucharam liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->