Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Infertilitas yang Ada di Benua Afrika

Infertilitas yang Ada di Benua Afrika

Ratings: (0)|Views: 1,359 |Likes:

More info:

Published by: Darundiyo Pandupitoyo, S. Sos. on Jan 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2013

pdf

text

original

 
1
BAB 1PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Tujuan dari makalah ini adalah untuk memperkirakan metodeinfertilitas dari data sekunder yang dikumpulkan dan mewakili beberapa datademografis negara-negara seperti data dari WFS
(World Fertility Survey)
danDHS (
Demographic and Health Surveys
). Infertilitas primer bisa dihitungdengan ketiadaan anak selama kurang lebih tujuh tahun setelah pernikahan.Infertilitas sekunder diukur dengan kemandulan berkelanjutan diantarawanita.Wanita yang dianggap sebagai wanita mandul berkelanjutan apabiladia tidak pernah hamil selama lima tahun sebelum dilaksanakan pendataan,namun oleh budaya wanita tersebut masih dianggap fertil. Wanita yang tidakpernah hamil pada saat usia
a
1
atau yang nantinya didefinisikan sebagaikemandulan yang terjadi pada usia
a
.index dari proporsi kemandulan pada usia a, dibagi oleh jumlah totalwanita yang diteliti pada usia tersebut. Kemerataan, trend, dan diferensialdari infertilitas di 29 negara sub sahara Afrika dengan satu atau lebihpenelitian yang diadakan di periode 1977 sampai 2000 telah dikalkulasikan
1
Usia subur 
By: Darundiyo Pandupitoyo, S. Sos.
Infertilitas yang Ada di Benua Afrika
 
2
berdasarkan metode yang dibuat. Infertilitas primer ada antara 1 sampai 6 %dan infertilitas sekunder ada antara 5 sampai 25 %. Infertilitas mengalamipenurunan yang signifikan dari tahun 1970 sampai 1990 di negara tertentuseperti Kamerun dan Nigeria dimana tidak terdapat perubahan di banyaknegara dan mungkin ada kenaikan di Zimbabwe.Infertilitas secara umum lebih tinggi dialami oleh para wanita yangmelakukan hubungan seks pada awal masa remaja mereka., wanita menikahlebih dari satu kali dan untuk penduduk kota dimana mereka, sementara itutidak terdapat suatu pola yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikanmasyarakat. Khitan pada perempuan tidak mempengaruhi infertilitas. Dibeberapa kasus infertilitas, penjagaan dan program kesehatan reproduksitermasuk perlawanan terhadap HIV AIDS dan penyakit menular seksuallainnya, dan mampu menambah pelayanan kehamilan yang mungkin akanmenekan jumlah tingkat infertilitas
1.2. Perumusan Masalah
Berkaitan dengan latar belakang di atas, penelitian ini membahastentang infertilitas yang ada di negara Afrika, yaitu yang dinamakan dengan
infertility belt 
. Dalam penelitian ini masalah yang dirumuskan adalah
Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi infertility belt ? 
 
3
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan dari perumusan masalah di atas, maka tujuan daripenelitian ini adalah Untuk menjelaskan faktor-faktor apa saja yangmempengaruhi adanya Fenomena
infertility belt.
1.4. Kerangka Pemikiran
1.4.1. Sebuah Pendekatan AntropologisFertilitas dalam antropologi diekankan pada pengaruh lingkungan danstruktur sosial budaya pada kemungkinan terjadinya hubungan kelamin(Davis & Blake). Dalam suatu struktur budaya masyarakat yang kompleksterdapat suatu kebudayaan yang khas pada masyarakat tersebut, begitu jugadengan masyarakat di negara Afrika yang mempunyai suatu kebudayaantertentu. Kebudayaan yang seimbang dan selaras akan mencerminkanmasyarakat yang sehat, modern, dan beradab, begitu juga sebaliknya.Kebudayaan yang tidak seimbang aka mencerminkan masyarakatnya tidaktertata rapi, masyarakat yang ”sakit”, dan terjadinya dampak lingkungan dansosial yang negatif, dalam hal ini adalah
infetility belt 
.Untuk mengetahui faktor apa yang terjadi dalam fenomena
infertility belt,
ada baiknya kami mengulas tentang kebudayaan, karena kebudayaansecara tidak langsung berhubungan erat dengan masyarakat yang

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
SuciWulandari liked this
Isabela Suri liked this
Sitioktovani Vn liked this
Farah AgusTin liked this
nersberty liked this
Farah Qistina liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->