Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hasan Al Banna Bukan Sufi (Apalagi ufi bathiniyah)

Hasan Al Banna Bukan Sufi (Apalagi ufi bathiniyah)

Ratings: (0)|Views: 124 |Likes:
Published by ibnumaulay
Ini merupakan bantahan atas fitnah sekte salafi irja'i yang menyebut Syaikh Al Banna adalah adalah seorang sufi batini
Ini merupakan bantahan atas fitnah sekte salafi irja'i yang menyebut Syaikh Al Banna adalah adalah seorang sufi batini

More info:

Published by: ibnumaulay on Jan 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/11/2014

pdf

text

original

 
Hasan Al Banna Bukan Sufi (Apalagi Sufi Bathiniyah)Apr 21, '091:48 AMfor everyonehttp://abuhudzaifi.multiply.com/journal/item/84
 Oleh: Farid Nu’man Hasan
Mukadimah
Syaikh Hasan Al Banna
 Rahimahullah
telah mendapatkan serangan dari sisi ini. Mereka telahmenyebutnya sebagai seorang sufi,
bathini
, pengikut tarekat, dan seterusnya. Sebenarnya tidak menjadimasalah jika ‘sekedar’ disebut sufi, sebab tidak semua sufi bermasalah. Berapa banyak sufi-sufi yangmendapat sanjungan ulama seperti Abu Sulaiman Ad Darani, Abdullah Sahl At Tastari, Junaid binMuhammad, bahkan Abdul Qadir Jaelani pendiri tarekat
Qadiriyah
telah mendapat sanjungan SyaikhulIslam Ibnu Taimiyah sebagai sufi yang salafi. Mereka pun disebut oleh Syaikhul Islam dengan doa,
 Radhiallahu ‘anhum
.Sedangkan Syaikh Hasan Al Banna, ada seorang ulama Mesir yang menyebutnya sufi yang salafi.Pandangan Beliau terhadap tasawwuf adalah pandangan seimbang, beliau mengkritik yang perlu dikritik,namun mengakui kebaikan yang ada pada tasawwuf. Pandangan seimbang inilah yang nampaknya sulitditerima oleh sebagian manusia yang memang menaruh kebencian luar biasa terhadap tasawwuf.Memang sangat aneh jika dikatakan Syaikh Hasan Al Banna adalah seorang sufi, padahal dinegerinya sendiri, Beliau dan Ikhwanul Muslimin disebut sebagai
wahabi 
oleh kaum sufi sendiri, lantaranmengingkari dzikir-dzikir mereka. Keanehan semakin menjadi-jadi ketika faktanya adalah Syaikh Hasan AlBanna terjun ke dalam dunia politik dan kiprahnya menjadi ancaman paling serius bagi pemandu
 statusquo
saat itu. Nah, adakah sufi yang berpolitik? Padahal biasanya sufi mengharamkan politik?Lucunya lagi, Ikhwanul Muslimin juga mereka tuduh terlalu berlebihan dalam dunia politik, dantidak memberikan perhatian terhadap masalah aqidah. Ini adalah tuduhan yang kontradiksi. Di satu sisimenuduh Ikhwan adalah perkumpulan sufi, di sisi lain mereka menuduh Ikhwan berlebihan dalam dunia politik. Sekali lagi, apakah ada sufi yang berpolitik? Namun, yang benar adalah Ikhwan memperhatikan
tarbiyah ar ruhiyah was suluk 
(pembinaanspiritual dan perilaku) dan juga perhatian dengan nasib bangsa dan negaranya. Jika yang satu dikatakansufi, dan yang satu lagi dikatakan berlebihan dalam dunia politik, maka namakanlah semau Anda!
Mengenal Tasawwuf  
Harus diakui, sikap manusia terhadap tasawwuf tidak sama. Hal itu lerjadi karena perbedaankadar pengetahuan, interaksi, dan performance para sufi yang membuat pandangan manusia berbeda-beda.Kaum muslimin ada yang menghina tasawwuf dan ahlinya (sufi) secara keseluruhan tanpa kecuali.Tabdi'(tuduhan sebagai ahli bid'ah) selalu diarahkan kepada pengikut tasawwuf. Tidak ada kebaikan sedikit pun pada mereka. Sekali pun ada, kebaikan ahli bid'ah masih lebih buruk dibanding keburukan ahlimaksiat. Mereka menganggap agama kaum sufi bukanlah dinullah (agama Allah) melainkan dinussufi(agama kaum sufi). Artinya, kaum sufi memiliki cara beragama sendiri menurut hawa nafsu pendirithariqah-nya. Pemuka-pemuka tasawwuf dipandang hina, bahkan lebih hina dibanding pengikutnya karenamerekalah yang menyebabkan tersebarnya bid'ah tasawwuf.
 
Kelompok itu menaruh kebencian luar biasa kepada tasawwuf dan sufi. Mereka membuka matalebar-lebar terhadap segala kekurangan tasawwuf, tetapi menutup mata rapat-rapat terhadap segalakebaikan yang ada padanya.Sementara itu, di sisi lain. Ada kaum muslimin yang memuji tasawwuf setinggi langit, bahkanlebih. Kaum sufi—kata mereka—adalah manusia paling mulia setelah para Nabi. Merekalah Ahlus Sunnahsebenarnya. Bahkan merekalah para shiddiqin, muqarrabin, dan ahludzdzkri. Sering kita mendengar merekamenganggap ulama syariat (fuqaha) menimba ilmu dari yang pasti mati (manusia), sedangkan sufimenimba ilmu langsung dari Yang Tidak Pernah Mati (Allah). Memang, kaum sufilah yang sebenarnyamalas mencari ilmu, bahkan menghina mata airnya sehingga banyak di antara mereka melecehkan ahli ilmudan murid-muridnya. Oleh karena itu ibadah mereka pun
takalluf 
(berIebihan/memberatkan) dan anehkarena tidak ada ilmu di dalamnya. Kelompok ini menilai kesalahan kaum sufi adalah kesengajaan agar orang-orang awam tidak menyucikannya. Sungguh, ini adalah
apologi
yang kerdil dan perangkap setan bagi mereka. Kedua sikap itu sama-sama keliru dan tidak mencerminkan kealiman seorang ulama dankearifan seorang dai. Seharusnya manusia menahan lisannya dari memaki dan memuji secara berlebihan.Sikap
tawazun
(seimbang) dan
tawasuth
(pertengahan) terhadap kekeliruan dan kebaikan manusia adalahsikap yang terbaik tanpa menyalahkan yang benar dan tidak membenarkan yang salah serta tidak membukayang seharusnya tertutup dan tidak menutup yang seharusnya terbuka. Itulah sikap kita: adil, seimbang, dantepat.Meletakkan tasawwuf pada tempatnya akan menentukan arah sikap kita terhadapnya. Ada baiknyakita mencermati dahulu perjalanan tasawwuf. Syaikh Hasan al Banna bercerita:
ىللع ايندلل تللبقأو اللهاحف رثللكو ،و رلل دل لص للف ةيمس ةود رع  يح دبك ف ةا  ذ د هيخ اكو ،ءش ك ر هيإ تببحو ،ام ك م يايندل ل ىلع ب أ اييبط اكو .جرخ نءاج رق قو اثيف رغ وأ قرش :ءااللكو ،رللخأ اللنايحأ رسإ فو انايحأ اق ف اهريخو اهوح قوو اهي  الليف اهاللضنو اللي ي ىإ رز ب رع  م ،عاج   امأ اييبط اللم للف الل ودللز ورؤللم اع ءض ءا ءاي يا م  أ ،ذ د له رللخ دلل إو“ :قاللب رللخ اللم ل لم رلل دللق ال هنوركللو ،ئزل اي - ي ظع ام - عد  هع تفرع  ءؤ وأ مو ” ناك  يالل للف ةللئاط تناللف ،يالل اعدلل رللأ للم ريثللك للذ ىع بو ،رب لل ةعاط ىع  ةيرو ،ايند ف ازو .رخ يو  ركذ ىإ عد ه ةفورم للص للخف ةيمللس ال ل ئاح م اريغ ىع أرط ام ئا  ىع أرطو .و ةلفرمو البو ركل لحرم :اصاخ اي م ارط  سرو ان س    ارمو ة ىإ ص اهنو ، 
"Ketika kemakmuran pemerintahan Islam telah melebar luas pada permulaan abad pertama, penaklukan berbagai negara pun banyak berlangsung, masyarakat dari berbagai penjuru dunia memberikan perhatiannya kepada kaum muslimin. Segala jenis buah telah tergenggam dan bertumpuk di tangan mereka.Khalifah ketika itu berkata kepada awan dan langit, 'Barat maupun Timur entah bagian bumi manapun yangmendapat tetesan air hujan-Mu, pasti akan datang kepadaku membawa upeti'.Suatu hal yang lumrah jika ada umat manusia ketika menerima nikmat dunia, mereka menikmatikelezatan dan anugerah yang ada. Memang ada yang menikmatinya dengan kesahajaan. Ada pula yangmenikmatinya dengan berlebihan. Sudah menjadi hal yang lumrah pula perubahan sosial itu terjadi. Darikesahajaan hidup masa kenabian, kini telah sampai pada masa kemewahan.
 
Melihat kenyataan itu, bangkitlah dari kalangan ulama yang soleh dan bertakwa serta para da'iyang menghimbau umat manusia untuk kembali kepada kehidupan zuhud terhadap kesenangan duniawiyang fana sekaligus mengingatkan mereka pada berbagai hal yang dapat melupakan dirinya dari nikmatakhirat yang kekal abadi. Sungguh, kampung akhirat itulah kehidupan yang kekal lagi sempurna jikamereka mengetahui.Satu yang saya ketahui adalah seorang Imam pemberi petuah yang mulia, Hasan al Bashri. Meskiakhirnya diikuti pula sekian banyak orang soleh lainnya semisal beliau. Terbentuklah sebuah kelompok ditengh-tengah umat yang dikenal dengan dakwahnya untuk selalu menging Allah Swt dan mengingatakhirat, zuhud di dunia, serta men-tarbiyah diri untuk selalu menaati Allah Swt dan bertakwa kepada-Nya.Dari fenomena itu lahirlah format keilmuan seperti disiplin ilmu keislaman lainnya. Dibangunlahsuatu disiplin ilmu yang mengatur tingkah laku manusia dan melukiskan jalan kehidupannya yang spesifik.Tahapan jalan itu adalah zikir, ibadah, dan ma'rifatullah, sedangkan hasil akhirnya adalah surga Allah danridha'Nya."
(Imam Hasan Al Banna,
 Mudzakkirat Ad Da’wah wad Da’iyyah
, Hal. 24)
Demikianlah tasawwuf. Pada mulanya, ia adalah suatu yang mulia. la mengisi kekosongan yangdilupakan fuqaha (ahli fiqh), muhaddits (ahli hadis), dan mutakallimin (ahli kalam), yaitu kekosonganruhiyah (jiwa) dan akhlak. Secara jujur harus diakui, inti ajaran Islam adalah akhlak yang menjadi tujuandiutusnya Rasulullah Saw untuk menyempurnakannya. Penerapan syariat Islam dari lingkup terkecil,individu, sampai terbesar, pergaulan antarbangsa, dan semuanya memiliki dimensi akhlak. Padahakikatnya, tasawwuf adalah akhlak. Siapa yang bertambah baik akhlaknya, bertambah baik pulatasawwuf-nya. Demikian kata Imam Ibnu Qayyim al Jauziyah.Jika demikian adanya, bukan tasawwuf-nya yang layak dikecam, melainkan oknum-oknum yangmerusak tasawwuf dan menyebarkan kerusakan yang ada padanya. Jadi, kritiklah sesuai haknya tasawwuf yang lepas dari jalan Islam yang benar. Kekeliruan mereka memiliki bobot yang berbeda, ada yang cukupdi-bid'ah-kan, ada pula yang layak untuk dikafirkan.Penyimpangan pada tasawwuf pernah dipertontonkan al Hallaj yang terpedaya setan. la berkata,"Ana Allah" (Aku Allah). la berpendapat Allah Swt bereinkarnasi dengan makhluk. Begitu pun Ibnu 'Arabidengan filsafat wihdatul wujud. la beranggapan tidak ada Khaliq (pencipta) dan makhluq (ciptaan). Tidak ada Rabb (Tuhan) dan hamba. Merekalah contoh musibah dalam dunia Tasawwuf.Sebaliknya, pujilah sesuai haknya: tasawwuf yang lurus dan jalannya sesuai syariat dengan pemahaman salafush shalih yang tumbuh dan berkembang bersih dari bid'ah, khurafat, takhayul, qubury,zindiq, dan syirk. Itulah tasawwuf yang selamat dan pernah dilalui Al Junaid bin Muhammad, Abu Hafs,Abu Sulaiman ad Darani, dan Sahl bin Abdullah at Tastary seperti yang dikatakan Imam Ibnul Qayyimdalam
Madarijus Salikin
.
Sufi Generasi Pertama Menyeru Kepada Al Quran dan As Sunnah
Imam Ibnul Qayyim telah mengutip berbagai perkataan kaum sufi generasi awal, yangmenunjukkan bahwa mereka merupakan kaum yang sangat perhatian dengan sunnah. Bahkan merekamengatakan bahwa jalan yang mereka tempuh (
tasawwuf 
) harus berpijak pada Al Quran dan As Sunnah.Imam Ibnul Qayyim, mengutip ucapan mereka sebagai berikut:
لم ىللع إ  ىع ودم اهك ر : ح دم  دي هيشو ةئا ديس اق اللع  رللم لل للف  د  د و آر ظ  م :اقو سر اآ ىقللم :لل ح ح أ اقو ةو ا ص ديم  ابم :اقو ةو اا ديم اللجر لل للف دلل ف رطللخ لله للو ةللو اا تقو ك ف حأو افأ ز  

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Neneng Murtafiah liked this
nurzainlestari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->