Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Open Source Software 2009

Open Source Software 2009

Ratings: (0)|Views: 1,945 |Likes:
Published by tjambuk

More info:

Published by: tjambuk on Jan 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

 
 
1
AKANKAH OSS MENUAI HARAPAN ?Oleh: Efrie ChristiantoABSTRAK
Perjuangan memberantas pembajakan, mungkin terlalu besarbila hanya dibebankan pada beberapa lembaga, untuk itu peranaktif masyarakat merupakan kunci keberhasilan memberantaspembajakan. Pemerintah sendiri telah melaksanakannya dalambentuk kampanye nasional yang berlangsung mulai 1 Februarihingga 30 Juni 2009.Seperti diketahui bahwa tingkat pembajakan terhadap pirantilunak komputer di Indonesia bukanlah hal yang aneh. Kondisiitu terjadi karena daya beli masyarakat yang masih rendah,sehingga piranti lunak bajakan merupakan solusi sementarauntuk tetap bisa menggunakan TI. Namun perlu diingat keadaanini tidak bisa digunakan secara terus-menerus, karenamelanggar hak kekayaan intelektual (HKI) sebagaimana diaturdalam UU 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta.Program IGOS yang merupakan semangat untuk meningkatkanpenggunaan dan pengembangan perangkat lunak sumberterbuka di Indonesia, memiliki sasaran memberikan lebihbanyak alternatif dan pilihan perangkat lunak yang dapatdigunakan masyarakat secara legal dan terjangkau. Sebagaidampak positif jumlah pengguna komputer dengan perangkatlunak legal dan kemampuan riset meningkat, demikian pulahalnya dengan pengembangan teknologi informasi nasionalbidang perangkat lunak. Lebih jauh diharapkan dapatmenciptakan kompetisi pengembangan teknologi informasi danbersaing dalam percaturan global.
DIAKUI
atau tidak, Indonesia sebagai salah satu negarapengguna teknologi informasi (TI) terbesar di dunia, kerapkalimenjadi sasaran empuk bagi pelaku pembajakan
software 
ataupiranti lunak komputer. Berdasarkan laporan Business SoftwareAlliance (BSA) dan International Data Corporation (IDC) dalam"Annual Global Software Piracy Study" (GSPS) 2007, angkapembajakan
software 
di Indonesia mencapai 84% di dunia atauberada di posisi 12.Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2006 yangmencapai 85%. Akibatnya, terjadi kerugian berupa potensipendapatan perusahaan yang hilang sebesar US$ 411 juta.
 
 
2
Sedangkan dalam GSPS 2008 menunjukkan, Indonesia menempatiperingkat ke-12 atas pemakaian software tanpa lisensi. Peringkat itutidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Namun angkakerugian akibat
software piracy 
di Indonesia pada tahun 2008mencapai US$ 544 juta, atau naik cukup tajam dibandingkan angkakerugian tahun sebelumnya US$ 411 juta.Di Indonesia pembajakan terhadap piranti lunak komputerbukanlah hal yang aneh. Kondisi itu terjadi karena memang daya belimasyarakat Indonesia yang masih rendah, sehingga piranti lunakbajakan merupakan solusi sementara untuk tetap bisa menggunakanTI. Namun perlu diingat kondisi tersebut tidak bisa digunakan secaraterus-menerus. Terlebih lagi, pembajakan melanggar hak kekayaanintelektual (HKI) sebagaimana diatur dalam UU 19 tahun 2002tentang Hak Cipta.Selain pelanggaran terhadap HKI, pembajakan piranti lunakpraktis berdampak ekonomis terhadap Indonesia berupa sanksidagang oleh negara lain. Sebagai contoh, sebelum USTR (UnitedStates Trade Representative/Kantor Perwakilan Dagang AmerikaSerikat) mengeluarkan daftar peringkat negara yang termasuk seringmelanggar HKI pada tahun 2006, Indonesia telah masuk dalam
priority watch list 
. Kondisi itu sedikit lagi menyebabkan Indonesiamasuk ke dalam
foreign country 
dan mendapat sanksi dagang.Lebih parah lagi, pemakaian
software 
ilegal juga tidakmelindungi konsumen atau perusahaan dari kemungkinan resikohukum dan denda yang tinggi, serta dapat merusak reputasi apabilatertangkap pihak yang berwajib. UU tentang Hak Cipta telahmengatur, jika ditemukan adanya penggunaan
software 
bajakanmaka perusahaan dan manajemen senior perusahaan tersebutdapat dihukum maksimal tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp5 miliar.Perjuangan memberantas pembajakan, mungkin terlalu besaruntuk dibebankan pada beberapa lembaga yang terlibat. Di siniperan aktif masyarakatlah yang merupakan kunci dari keberhasilanupaya memberantas pembajakan. Pemerintah sendiri secara aktifsudah melaksanakan kampanye nasional yang berlangsung mulai 1Februari hingga 30 Juni 2009. Kampanye ini dirasa perlu lantaranpraktek pembajakan
software 
berada dalam situasi memprihatinkan.Hasilnya cukup efektif, setidaknya ada sembilan industrisoftware yang mendukung kampanye ini. Tiga perusahaanmultinasional yang bergabung adalah Autodesk, Microsoft, danSymantec. Sedangkan enam perusahaan lagi adalah perusahaan
 
 
3
lokal yaitu Andal Software, Bamboomedia, Collega Inti Pratama,Intelix, SPSS Indonesia, dan Zahir.Kampanye Tim Nasional ini secara konkret dilakukan melaluiberbagai program. Misalnya
direct mailer 
 
program 
denganmengunjungi para CEO sekitar 20 ribu perusahaan lokal danmultinasional di Indonesia, mengirim surat ke mal-mal atau pusatpembelanjaan agar tidak memberikan tempat/ruang sewa bagipedagang yang menjual produk bajakan, serta penyediaan paketstimulus dari para produsen
software 
seperti memberikan diskonuntuk pembelian produk
software 
mereka.Sejatinya jika pembajakan
software 
ilegal bisa ditekan melaluikampanye nasional, maka posisi Indonesia di mata duniainternasional tentunya semakin dihargai. Terbukti USTR telahmenurunkan status Indonesia dari daftar
priority watch list 
ke
watch list 
. Artinya, Amerika Serikat telah mengubah persepsinya terhadapIndonesia sebagai negara dengan tindakan pembajakan tinggi didunia.
* *DALAM
suatu kesempatan, Menristek Kusmayanto Kadimanpernah mengungkapkan, untuk mencegah terjadinya pembajakan dibidang HKI khususnya tentang pelanggaran penggunaan komputer,pemerintah memiliki kewajiban memberikan opsi. Itu artinya rakyatlah yang berhak memilih apakah menggunakan komputer legaldengan membayar lebih, atau menggunakan komputer berbasis
open source 
yang lebih murah.Sejak semangat
Indonesia, Go Open Source! 
(IGOS)diluncurkan, Kementerian Negara Ristek mendeklarasikan seluruhkomputer yang ada 100% legal sejak September 2006. IGOSsebagai sebuah semangat gerakan meningkatkan penggunaan danpengembangan perangkat lunak sumber terbuka di Indonesia,dideklarasikan pada 30 Juni 2004 oleh 5 kementerian yaituKementerian Negara Riset dan Teknologi, Departemen Komunikasidan Informatika, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara danDepartemen Pendidikan Nasional.Gerakan ini melibatkan seluruh stakeholder TI (akademisi,sektor bisnis, instansi pemerintah dan masyarakat), yang dimulaidengan program menggunakan perangkat lunak sumber terbuka dilingkungan instansi pemerintah. Diharapkan langkah ini dapat diikutioleh semua lapisan masyarakat dengan menggunakan perangkatlunak legal.

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lianita Septiana liked this
Agunk Fp liked this
David Ricardo liked this
Asep Setiyono liked this
Bayu Widayat liked this
Gade Hoga liked this
kukuhriyanto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->