Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mabit Di Masjid Dan Beribadah Pada Malam Hari

Mabit Di Masjid Dan Beribadah Pada Malam Hari

Ratings: (0)|Views: 456|Likes:
Published by ibnumaulay

More info:

Published by: ibnumaulay on Jan 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2012

pdf

text

original

 
Oleh: Abu Hudzaifi Al Pemangkati
Dari Al Harits bin Abdirrahman bin Abi Dzubab, dia berkata:
فيك » : لاق ، دجسم  ون ع راس ب امي تأوص هي وان ةص اح اك د ذ ع وأس« ؟ هي
“Aku bertanya kepada Sulaiman bin Yasar tentang tidur di masjid, maka dia menjawab: “Bagaimanakalian bertanya tentang hal ini, padahal Ashhabush Shuffah tidur di masjid dan mereka shalat didalamnya?”
(Al Fakihi,
 Akhbar Makkah
, No. 1199)
Lebih satu dekade belakangan banyak umat Islam, khususnya para pemuda, mengadakan acaramabit (bermalam) di masjis dengan tujuan
taqarrub ilallah
(mendekatkan diri kepada Allah
‘Azza wa Jalla
)dengan melaksanakan serangkaian acara seperti kajian atau ceramah, tidur,
qiyamullail 
(bisa memilihantara berjamaah atau sendiri), dan kadang di tambah
muhasabah.
Walau rangkaian mata acara ini tidak selalu demikian. Acara ini seringkali diikuti banyak orang, maka wajar jika menyedot perhatian manusia.Akhirnya lahirlah penilaian, baik pro dan kontra. Bahkan ada yang meyebutnya sebagai perbuatan
tasyabbuh bil kuffar 
(menyerupai orang kafir) karena hal itu seperti orang kafir mengkhususkan ibadahnya pada malam hari. Ada juga yang membid’ahkan dengan alasan tidak 
atsar 
shahih dari para salaf yangmelaksanakan acara seperti ini.Banyak pertanyaan yang harus dijawab. Benarkah demikian? Apakah sedemikian sederhananyauntuk menyebut sebuah perbuatan sebagai
tasyabbuh bil kuffar 
? Apakah kaidah yang digunakan untuk mengkategorikan mabit adalah perbuatan
tasyabbuh
? Benarkah orang kafir hanya beribadah hanya padamalam hari? Dan benarkah para peserta mabit adalah orang yang juga hanya beribadah pada malam hari,sehingga layak disebut
tasyabbuh
dengan mereka? Dan benarkah orang kafir juga melakukannya secara bersama-sama sebagaimana acara mabit ini? Sudahkah orang yang mengatakan demikian ini melakukankajian mendalam atau langsung melihat hakikat sebenarnya? Apakah hanya karena ada kemiripan pada satusisi dengan orang kafir maka langsung disebut telah
tasyabbuh
dengan orang kafir?Terpenting adalah apakah i’tikaf di masjid, beribadah malam hari, membaca Al Quran,melakukan kajian diniyah, menghidupkan malam, banyak istighfar kepada Allah Ta’ala, berkumpul untuk melalukan ketaatan dan ibadah, adalah perbuatan menyerupai orang kafir? Hanya karena itu dilakukanmalam hari maka itu menyerupai orang kafir? Ulama manakah yang pernah mengatakan menghidupkanmalam dengan ibadah, qiyamullail, membaca Al Quran di masjid, adalah perbuatan menyerupai orangkafir? Ataukah justru inilah perbuatan salafush shalih sejak zaman dahulu, seperti para sahabat yangdijuluki
 Ashhabush Shuffah
? Mereka tinggal di masjid dan beribadah di dalamnya siang dan malam.Bahkan Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
membuatkan tenda khusus buat seorang wanita
 jariyah
untuk tinggal di dalam masjidnya hingga dia wafat, dan riwayat ini shahih. Ibnu Abbas pun pernah
mabit 
dirumah Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
dan mereka berdua shalat malam berjamaah, sebagaimanayang diceritakan oleh Ibnu Abbas sendiri dalam riwayat Bukhari. Apakah mereka telah melakukan perbuatan
tasyabbuh bil kuffar 
dan bid’ah? Kalau betul itu perbuatan menyimpang, maka Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
adalah orang pertama yang mencegahnya. Kalau justru itu perbuatan yang benar, maka siapakah yang benar, apakah Rasulullah dan para
ashhabush shufah
, ataukah para penuduh
 
itu yang menuduh hal itu adalah
tasyabbuh bil kuffar 
dan bid’ah? Ataukah para penuduh justru telahmelakukan
bid’ah
karena belum pernah ada ulama sebelumnya yang mengatakan seperti mereka.Atau apakah ini hanya kedengkian antara satu komunitas terhadap komunitas lainnya, sehinggaapa pun yang dilakukan oleh saudara yang terlanjur dibencinya, pasti adalah salah walau memiliki dasar yang kuat?
Menyerupai Orang Kafir adalah Haram 
Ini telah sama kita sepakati keharamannya, berdasarkan riwayat dari Ibnu Umar 
 Radhiallahu‘Anhuma
, bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda:
 ْ  ُ ن ْ ِو َ  ُ َٍ و ْ ق َ بِه َ  ّ ش َ َ ْ َ
 
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasukkaum tersebut.”
(HR. Abu Daud,
Kitab Al Libas Bab Fi Lubsi Asy Syuhrah
, Juz. 11, Hal. 48, No. 3512. Ahmad, Juz. 10, Hal. 404,No. 4868)
 Imam As Sakhawi mengatakan ada kelemahan dalam hadits ini,tetapi hadits ini memiliki penguat (
syawahid 
), yakni hadits riwayat AlBazzar dari Hudzaifah dan Abu Hurairah, riwayat Al Ashbahan dariAnas bin Malik, dan riwayat Al Qudha’i dari Thawus secara
mursal
.
(Imam As Sakhawi,
 Al Maqashid Al Hasanah
, Hal. 215)
Sementara, Imam Al ‘Ajluni mengatakan, sanad hadits ini
shahih
menurut Imam Al ‘Iraqi dan Imam Ibnu Hibban, karena memilikipenguat yang disebutkan oleh Imam As Sakhawi di atas.
(ImamIsmail bin Muhammad Al ‘Ajluni,
Kasyful Khafa
, Juz. 2, Hal.240. Darul Kutub Al ‘Ilmiah)
Imam Ibnu Taimiyah mengatakanhadits ini
 jayyid 
(baik) dan Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan sanadnya
hasan
.
(Imam Abu Thayyib Syamsul Haq Al ‘Azhim Abadi,
‘Aunul Ma’bud 
, Juz. 9, Hal. 54)
Demikian status hadits ini.
 
Hadits ini dengan tegas menunjukkan larangan menyerupai perbuatan yang membuat terasosiasikan bahwa itu adalah perbuatan dan ciri orang kafir. Seperti saling memberikan hadiah bertepatan pada
valentine day
atau hari raya orang kafir lainnya, berpakaian yang mencirikan langsung orang kafir seperti peci Yahudi, baju Sari para biksu, mengalungkan salib di tubuh, ini semua haram tidak diragukan lagi. Dansebagai perbuatan
tasyabbuh
yang sangat jelas. Termasuk juga melagukan nasyid puji-pujian di masjid, inimerupakan tasyabbuh terhadap Nasrani yang telah melagukan lagu-lagu pujian di dalam gereja mereka.Bahkan diriwayatkan dari Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
:
 
، َاَه ُ  ّ  ض ّ َ: وُ وق ُ َ، د ِ ج ِ س ْ م َ ْ ِ ً  ْ ِد ُ ش ُ ن ْ َُ وم ُ  ُ ْَ رَ ْ َٍ ّ َثََ
 Kalau kamu lihat orang melantunkan sya’ir di masjid, maka katakanlah kepadanya, tiga kali :“Mudah-mudahan Allah memecahkan mulutmu." 
 
(HR. Ath Thabarani,
 Al Mu’jam Al Kabir 
, Juz. 2, Hal.127, no. 1436. Al Baihaqi,
 As Sunan Al Kubra
, Juz. 6, Hal. 370. Abu Nu’aim,
Ma’rifatus Shahabah
,Juz. 4, Hal. 326, no. 1323. Ibnu Sunni,
‘Amalul Yaum wa Lailah
, Juz.1, Hal. 289, No. 152)
Imam Al Munawi dan Imam Al ‘Alqami menegaskan hal-hal yang termasuk penyerupaan denganorang kafir: “Yakni berhias seperti perhiasan zhahir mereka, berjalan seperti mereka, berpakaian sepertimereka, dan perbuatan lainnya.”
(Imam Abu Thayyib Syamsul Haq Al ‘Azhim Abadi,
‘Aunul Ma’bud 
,Juz. 9, Hal. 54)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah bahkan mengatakan, bahwa hadits ini merupakan dalil, paling sedikitkondisi penyerupaan dengan mereka merupakan perbuatan
haram
, dan secara zhahir bisa membawa padakekufuran, sebagaimana ayat:
“Barangsiapa di antara kalian menjadikan mereka sebagai wali, maka diatelah menjadi bagian dari mereka.”
 
(Imam Ibnu Taimiyah,
Iqtidha’ Ash Shirath Al Mustaqim
, Hal.214)
Dalam hadits lain, Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda:
اَ  ِ ي ْ غ َ بِه َ  ّ ش َ َ ْ َان ّ ِ َ ي ْ َ
Bukan golongan kami orang yang menyerupai selain kami.”
(HR. At Tirmidzi,
Kitab Al ‘Ilmu ‘an Rasulillah Bab Maa Ja’a Fi Karahiyah Isyarah Al Yad bis Salam
, Juz. 9, Hal. 317, No. 2619.Ath Thabarani,
 Al Mu’jam Al Ausath
, Juz. 16, Hal. 169, No.7593)
Sebagaimana kata Imam At tirmidzi, Pada dasarnya hadits ini
dhaif 
, karena dalam sanadnya terdapat Ibnu Luhai’ah
seorangperawi yang terkenal kedhaifannya. Namun, hadits ini memiliki berapa
syawahid 
(penguat), sehingga Syaikh Muhammad Nashiruddin AlAlbani menghasankan hadits ini dalam berbagai kitabnya.
(Lihatdalam
Silsilah Ash Shahihah
, Juz. 5, Hal. 193, No. 2194.
Shahih At Targhib wat Tarhib
, Juz. 3, Hal. 23, No. 2723.
Shahih waDhaif Sunan At Tirmidzi 
, Juz. 6, Hal. 195.
Shahihul Jami
No.5434)
Begitu pula yang dikatakan Syaikh Abdul Qadir Al Arna’uth, bahwa hadits ini memiliki
 syawahid 
yang membuatnya menjadi kuat.
(
 Raudhatul Muhadditsin
, 10, Hal. 332, No. 4757)
Demikianlah hadits-hadits larangan penyerupaan dengan orang kafir dan pemahaman terhadaphadits tersebut. Maka, sangat tidak dibenarkan menuduh i’tikaf di masjid, membaca Al Quran, bangunmalam untuk tahajud baik sendiri atau berjamaah dalam rangka membersihkan jiwa sebagai ibadah yang

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
naelufar liked this
hazrenk liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->