Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Fenomena Kelompok Perguruan Silat Di Kabupaten Ponorogo

Fenomena Kelompok Perguruan Silat Di Kabupaten Ponorogo

Ratings: (0)|Views: 728 |Likes:
Published by endro_probo

More info:

Categories:Types, Research, History
Published by: endro_probo on Jan 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2013

pdf

text

original

 
Fenomena Kelompok Perguruan Silat Di KabupatenPonorogo
 
Sebuah
 Analysis Pieces
1
.
Latar Belakang
Kasus yang melibatkan perkelahian antar perguruan silat di wilayahKabupaten Ponorogo Propinsi Jawa Timur mulai merebak pada awal tahun2000-an. Sebagai suatu Kabupaten di wilayah Karesidenan Madiun,Ponorogo sedikit banyak juga terkena imbas dari perkembangan kelompokperguruan silat yang berpusat di Madiun. Kasus perkelahian kelompok silatini sempat menyita perhatian berbagai kalangan masyarakat yang ada diwilayah Ponorogo dan sekitarnya karena dampak yang ditimbulkan ataskasus konflik semacam ini cukup besar dirasakan oleh kalangan anggotamasyarakat dari berbagai lapisan.
Gambaran Umum Kabupaten Ponorogo
Kabupaten Ponorogo mempunyai luas wilayah 1.371,78 km2 yang terletakantara 111’ 17’- 111’ 52’ bujur timur dan 7’ 49’ – 8’ 20’ lintang selatandengan ketinggian antara 92 sampai dengan 2563 meter diatas permukaanlaut
2
. Adapun jarak ibu kota Ponorogo dengan ibu kota Propinsi Jawa Timur(Surabaya) kurang lebih 200 Km arah timur laut dan ke ibu kota negara(Jakarta) kurang lebih 800 Km kearah barat
3
. Dengan luas wilayah yangdemikian jumlah penduduk yang dimiliki oleh Kabupaten Ponorogo adalah841.497 jiwa yang tersebar dalam 20 wilayah kecamatan dan terbagi dalam26 kelurahan dan 277 desa
4
.Secara socio-kultural sedikit terdapat perbedaan dikalangan masyarakatnyayang didasarkan atas pemisahan geografis kewilayahan oleh sungai Sekayuyang membentang dari selatan ke utara wilayah Ponorogo, dan membelahKabupaten Ponorogo menjadi dua, yaitu
wetan kali
(sebelah timur sungai)dan
kulon kali
(sebelah barat sungai)
.
Stereotype yang dimunculkan atasbatas sungai tersebut adalah, masyarakat
wetan kali
merupakanmasyarakat yang Santri dan Priyayi
5
. Sedangkan masyarakat
kulon kali
1
 
Tulisan ini ditulis oleh Endro Probo, salah satu Peneliti pada Conflict ResearchTeam Worldbank. Tulisan merupakan bagian dari laporan besar dari penelitianConflict Negoitation Study.
 2 Lihat Ponorogo Dalam Angka Tahun 2001. Hal. 23 Lihat Hasil Pengolahan Sensus Penduduk 2000 Di Kabupaten Ponorogo. Hal. 44 Ibid5 Tipologi masyarakat Jawa oleh Clifford Geertz dalam,
Abangan Santri, dan Priyayi DalamMasyarakat Jawa
. Jakarta, PT Pustaka Jaya Tahun 1981. Geertz mengelompokkanmasyarakat jawa dalam 3 kategori tersebut. Priyayi adalah orang-orang yang memilikihubungan dengan aristokrasi Jawa kuno yang kemudian dipergunakan Belanda sebagaipegawai colonial. Golongan ini adalah kaum elit Jawa yang dicirikan memiliki sopan santunyang sangat halus dan ilmu kebatinan, serta menekankan keagamaan pada elemen Hindudan sinkretisme Jawa. Santri secara tradisonal dihubungkan dengan pedagang-pedagangpesisir yang mnekankan unsure-unsur islam dan menolak unsure-unsur pra islam. Abanganatau tradisi petani Jawa dicirikan dengan beraneka ragam kepercayaan spiritual dan ritualyang menekankan unsure-unsur animesme dan sinkretisme Jawa.
 
adalah masyarakat yang
abangan
. Justifikasi terhadap 2 stereotype tersebutadalah di wilayah
wetan kali
banyak terdapat Pondok Pesantren, salahsatunya Pondok Pesantren Gontor serta wilayahnya banyak yang berada dipusat kota Ponorogo. Sedangkan daerah
kulon kali
, adalah suatu tempatasal mula berkembangnya kesenian reog Ponorogo, sehingga tokoh warokbanyak ditemukan di wilayah
kulon kali
ini
6
. Hal yang lain adalah daerah
kulon kali
sempat menjadi tempat persembunyian dan tertangkapnya tokohpemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1948 di Madiunbernama Musso.Masyarakat
wetan kali
digambarkan sebagai masyarakat yang mempunyaikarakter halus dalam berperangai dan lebih banyak bermata pencahariansebagai pegawai dan sebagai tokoh agama Islam, sedangkan masyarakat
kulon kali
adalah masyarakat yang
brangasan
(kasar) sebagai implikasi darikarakter warok dalam kesenian reog Ponorogo dengan mayoritas matapencahariannya adalah petani. Namun perbedaan stereotype sosio culturaltersebut tidak menjadikan polarisasi dalam interaksi yang terjadi diantarasesama anggota masyarakat Kabupaten Ponorogo secara umum. Type konflik utama yang menjadi perhatian besar di Kabupaten Ponorogoberdasarkan sosio cultural masyarakatnya seperti tersebut diatas adalahkonflik antar perguruan silat yang melibatkan sesama anggota perguruansilat yang berbeda dengan pemicu awal selalu persoalan pribadi. Persoalantersebut menjadi isu kelompok yang lebih besar karena rasa persaudaraansesama anggota kelompok dalam satu perguruan denganmengidentifikasikan kelompok yang lain sebagai musuhnya
7
.Kasus yang melibatkan perkelahian antar perguruan silat di wilayahKabupaten Ponorogo Propinsi Jawa Timur mulai merebak pada awal tahun2000 an
8
. Sebagai suatu Kabupaten di wilayah Karesidenan Madiun,Ponorogo sedikit banyak juga terkena imbas dari perkembangan kelompokperguruan silat yang berpusat di Madiun. Kasus perkelahian kelompok silatini sempat menyita perhatian berbagai kalangan masyarakat yang ada diwilayah Ponorogo dan sekitarnya karena dampak yang ditimbulkan ataskasus konflik semacam ini cukup besar dirasakan oleh kalangan anggotamasyarakat dari berbagai lapisan.
Sejarah Setia Hati
Organisasi silat yang terlibat dalam konflik tersebut adalah 2 perguruan silatSetia Hati (SH) yaitu SH Terate dan SH Winongo yang kesemuannyaberpusat di Madiun. Kedua perguruan tersebut awalnya merupakan satuperguruan yaitu Setia Hati (diawali berdirinya
Sedulur Tunggal Kecer 
) yang
6 Lihat Analysis Pieces Sosio Cultural Setting Ponorogo Pada Phase I dan IIa penelitian ini7 Lihat Studi Kasus Kode. 2, 8, dan 15. phase I8 Lihat berbagai studi kasus perselisihan antar kelompok silat dalam Conflict NegoitationStudy Phase 2a dan 2b.
 
berdiri di kampung Tambak Gringsing Surabaya oleh KI Ngabei SoeroDiwiryo dari Madiun pada tahun 1903.
9
Pada tahun tersebut KI Ngabei belummenamakan perguruannya dengan nama Setia Hati namun, bernama “JoyoGendilo Cipto Mulyo” hanya dengan 8 orang siswa, didahului oleh 2 orangsaudara yaitu Noto/Gunadi (adik kandung KI Ngabei sendiri) dan
kenevel
Belanda.Baru pada tahun 1917 saat ada pasar malam di alun-alun Madiun para siswa Joyo Gendilo Cipto Mulyo mendemontrasikan pencak silat, banyak orangyang kagum dan menjadikan nama perguruan tersebut popular dimasyarakat sehingga siswanya pun menjadi banyak. Atas saran darisaudara KI Ngabei nama Joyo Gendilo dirubah menjadi Setia Hati yangbertujuan kekeluargaan, keluhuran budi, dan keutamaan. KI Ngabeimenyetujuinya
.Pendiri perguruan tersebut meninggal pada tanggal 10 November 1944dalam usia 75 tahun, dengan meninggalkan wasiat supaya rumah danpekarangannya diwakafkan kepada Setia Hati dan selama bu Ngabei SoeroDiwiryo masih hidup tetap menetap di rumah tersebut dengan menikmatipension dari perguruan tersebut. KI Ngabei dimakamkan di Desa WinongoMadiun dengan batu nisan garnit dengan dikelilingi bunga melati. Dan olehberbagai kalangan makam Ki Ngabei dijadikan pusat dari perguruan SetiaHati
“….Pusatnya di Desa Winongo Madiun…”
( Koordinator Cabang SH Terate Ponorogo/ 12 April 2003)
Konon kabarnya Ki Ngabei Soero Diwiryo mempunyai 2 orang muridkesayangan yang sejak sepeninggal Ki Ngabei Soero Diwiryo terjadipertentangan ideologi ke-SetiaHati-an diantara kedua murid tersebut yangmengakibatkan pecahnya perguruan tersebut menjadi 2 yaitu SH Winongoyang tetap berpusat di Desa Winongo dan SH Terate di Desa PilangbangauMadiun
“SH kuwi bibit kawite mung siji, salah siji muride nyempal dhewemerga rumangsa ora disayang karo gurune akhire ngedhekneperguruan dhewe jenenge Winongo kuwi”(SH (setia hati) asalmulanya satu perguruan, salah satu muridnya keluar karena merasatidak diperhatikan oleh gurunya, akhirnya mendirikan perguruansendiri namanya Winongo).(Pelatih SH Terate Sampung/08 April 2003)
9
KUMPULAN MATERI KE-SH-AN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE, D
IEDARKAN
O
LEH
 
OPERASI
T
ERATE
M
ANUNGGAL
P
ONOROGO
 
HAL
4
10 ibid
11
 
I
BID
 12 I
BID
 
HAL
8

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ahmad Rapa'i liked this
xassano added this note
MAKASIH SOB......
Ratna Dwipa liked this
hajjahh liked this
Ultramen War liked this
senotkj liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->