Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
38Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Definisi Strategi STP dalam Periklanan

Definisi Strategi STP dalam Periklanan

Ratings: (0)|Views: 10,458|Likes:
Published by budzaemon
memberikan gambaran umum tentang definisi Segmentasi, Targeting dan Positioning dalam ruang lingkup periklanan
memberikan gambaran umum tentang definisi Segmentasi, Targeting dan Positioning dalam ruang lingkup periklanan

More info:

Published by: budzaemon on Jan 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/09/2013

pdf

text

original

 
Segmenting, Targeting dan Positioning dalam Beriklan
(Budi Hartanto - Iklan 06)Pertumbuhan dunia usaha di berbagai belahan dunia saat ini telah mendorong berbagai perusahaan untuk meningkatkan upaya promosi produk/jasanya dalam rangkamemenangkan persaingan yang semakin ketat. Diantara empat elemen bauran promosiyang dikenal selama ini, periklanan merupakan elemen yang paling menonjol, karena penampilannya yang atraktif, jangkauannya yang luas dan sifatnya yang non personal.Periklanan sebuah subsidiary dari ilmu pemasaran yang menggabungkan teori pemasaranyang berisi segala bentuk perhitungan ekonomis dan ilmu komunikasi yang ditujukanuntuk mempengaruhi perasaan, pengetahuan, makna, kepercayaan, sikap, pendapat, pemikiran dan citra konsumen yang berkaitan dengan suatu produk atau merek serta berkolaborasi dengan ilmu seni untuk tetap menghasilkan suatu proses komunikasi yangmemiliki nilai esetika (keindahan).Secara umum, iklan bertujuan untuk menginformasikan,membujuk dan mengingatkankonsumen terhadap keberadaan suatu produk, yang ada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan penjualan. Namun dalam penerapannya, perusahaan yang berupayamempromosikan produk/layanan jasanya, menghadapi persoalan yang tidak mudahkarena ketatnya persaingan dalam beriklan yang dilakukan oleh perusahaan yangmemproduksi barang sejenis, mahalnya biaya iklan dan sulitnya untuk mengevaluasiefektivitas iklan. Karena itu upaya beriklan harus dilakukan dengan pertimbangan yangmatang dan dengan memperhatikan karakteristik dan perilaku konsumen sebagai target pasar produk yang diiklankan.Pada dunia pemasaran, strategi modern yang dikenal oleh praktisi bisnis dan manajer  perusahaan adalah pemasaran STP yaitu segmenting, targeting dan positioning, yang pada intinya bertujuan untuk memilah-milah pasar dalam berbagai segmen yanghomogen, menjadikan salah satu segmen sebagai targetnya dan memposisikan produknyasesuai dengan target pasar yang dituju. Konsep ini juga dapat dikembangkan sebagaisuatu pendekatan dalam upaya beriklan suatu perusahaan.
Segmentasi dalam Periklanan
Dalam mencari definisi segmentasi periklanan maka dapat diturunkan melalui definisisegmentasi pemasaran yang memiliki pengertian umum sebagai :
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen(Swasta, 1996).
Segmentasi pasar ini merupakan suatu falsafah yang berorientasi pada konsumen.Falsafah ini menunjukan usaha untuk meningkatkan ketepatan penetapan sasaran darisuatu perusahaan. Segmen pasar ini dapat dibentuk dengan banyak cara dalam penentuansegmentasi yang ada saat ini hanya semacam penggunaan variabel-variabel. Ada empatmetode untuk melakukan segmentasi yang lazim digunakan.● Segmentasi geografis. Contoh: berdasarkan daerah/region, pedesaan/perkotaan.● Segmentasi demografis. Contoh: berdasarkan umur, pekerjaan, kewarganegaraan,
 
agama.● Segmentasi psikografis. Contoh: kelas sosial dan tipe personalitas.● Segmentasi tingkah laku. Contoh: intensitas penggunaan produk, loyalitas terhadapmerek.Dari variabel segmentasi tersebut yang sering dijadikan acuan adalah variabel demografisyang biasanya berisi atas :1. Komposisi Umur 2. Tingkat Pendidikan3. Jenis Pekerjaan4. Tingkat Pendapatan (dalam beberapa literatur ada yang menggabungkan point Tingkat pendapatan digabungkan dengan point Jenis Pekerjaan). Namun sebenarnya variabel tersebut bisa lebih dikhususkan lagi, apabila dirasa perludalam membidik target yang benar-benar spesial. Di sinilah tugas bagian analisis pasar yang perlu mengkotak-kotakan masyarakat dari berbagai sisi. misal seperti yangdikemukakan oleh Sudarmadi dalam artikelnya Agar Bidikan mengenai Sasaran di situsswa.co.id.Sudarmadi membagi segmentasi ini berdasarkan variabel psikografi yaknimembagi masyarakat atas :1. Confident Establish2. Optimistic Domestic Goddess3. Change-Expectant Lad4. Cheerful Humanist5. Introvert Wallflower 6. The Savvy Conqueror 7. Networking Pleasure Seeker 8. Spontaneous Fun-LovingSegmentasi berdasarkan variabel psikografi ini kini tengah populer dalam ilmu pemasaran maupun periklanan sehingga banyak digunakan sebagai tolak ukur standar dalam menentukan calon kosnumen. Segmentasi ini berangkat dari pemikiran bahwacalon konsumen tidak lagi menitikberatkan kepada faktor ekonomis yang berarti berhitung nilai, melainkan dipengaruhi oleh suatu sifat yang membuahkan sikap dalam bertindak.Maka secara garis besar segmentasi meliputi objek (sasaran) konsumen/calon konsumenyang dituju, yang membagi suatu masyarakat yang heterogen menjadi suatu masyarakatdengan satuan-satuan yang lebih kecil dengan kekhususan masing-masing yang lebih bersifat homogen. Di sini diperlukan suatu kejelian analis pasar dan pengiklan untuk mampu melihat satuan-satuan masyarakat tersebut untuk kemudian dibidik sebagai(calon) konsumen, cara riset lapangan masih dianggap cara yang paling efektif dalammenentukan segmentasi ini.
Targeting dalam Periklanan
Ibarat sebuah anak panah, dalam usaha beriklan perlu ditentukan target yang tepat danspesifik. Hal ini dilakukan agar segala sumber daya yang telah diupayakan menjadiefektif. Secara tersirat targeting dalam periklanan memiliki arti bentuk usaha untuk mencapai tujuan/harapan yang diinginkan dari kegiatan beriklan terhadap segementasimasyarakat calon konsumen yang telah teridentifikasi. Artinya targeting harus memiliki
 
kespesifikan yang jelas dan tidak boleh meluas (terlalu banyak) atribut tujuan. Merujuk dari ilmu pemasaran, kegiatan targeting secara garis besar dibagi atas 4 langkah yaitu :1.Memperhitungkan segala sumber daya yang dimiliki dan yang diperlukan oleh produsen yang hendak beriklan sebelum masuk ke dalam pasar 2.Menganalisa ‘kekuatan’ pesaing/kompetitor yang ada di pasar, termasuk menganalisa segala sumberdaya yang mereka miliki3.Membandingkan ‘kekuatan’ produsen yang akan beriklan dengan ‘kekuatan’kompetitornyaBerdasarkan dari ketiga analisa di atas kemudian mengambil keputusan langkah targetingyang paling tepat.Targeting di dalam dunia periklanan sangat beragam. Hal ini disebabkan semakin kreatif dan jelinya para pengiklan dalam mengambil berbagai celah spesifik yang terjadi di pasar. Namun Tonton Taufik dalam wirausaha.com menarik empat benang merahtargeting yang sebenarnya selama ini dilakukan oleh produsen melalui pengiklan :1.Brand AwarenessTindakan memberitahu masyarakat terhadap suatu merek produk tidak terpakudengan hanya dengan memperkenalkan suatu produk baru, melainkan juga bisadilakukan dengan tindakan meng-counter merek pesaing, mind share,menunjukkan eksistensi merek, memelihara kesetiaan konsumen fanatik (khususnya bagi produsen merek yang telah lebih dulu/lama terjun ke pasar), dansebagainya. Targeting ini masih dianggap paling efektif dari sisi psikografi(calon) konsumen, sebab bisa dikatakan merek merupakan ujung tombak sebuah produk di benak ingatan konsumen. Targeting melalui brand awareness bisa bermanfaat untuk pembuka jalan menuju langkah targeting selanjutnya2.Mengkomunikasikan InformasiSeperti halnya dalam definisi dasar komunikasi, keberadaan iklan sebenarnyatidak lepas dari suatu proses penyampaian. Targeting jenis ini biasanya lebih banyak pada iklan-iklan non komersil seperti iklan layanan masyarakat, yanglebih bersifat berita, informasi dan sebagainya tanpa ada motif ekonomi, namunsecara tersirat iklan-iklan komersil pun sebenarnya juga memiliki targeting ini.3.Membuat Perilaku dan Membangun PersepsiSebenarnya targeting ini dapat menjadi point umum dari point pertama yaitu brand awareness, tapi, keluasan cakupan yang tidak sekedar bermotif ‘mencuciotak’ calon konsumen dengan brand, tapi lebih kepada harapan, tujuan konsumenuntuk berperilaku dan bertindak sesuai dengan maksud iklan. Misalkan iklan penyuluhan tentang demam berdarah yang mengajak masyarakat agar bertindak melakukan gerakan 3M.4.Merebut Market ShareIbarat sebuah kue pie, para analisis pasar membagi kondisi riil di lapangan adalahkue pie yang telah terpotong-potong dengan masing-masing potongan memilikiukuran berbeda-beda. Sebagai sebuah bentuk bisnis, produsen tentunya memilikimotivasi ekonomi dalam setiap tindakannya termasuk dalam beriklan. Diharapkandengan beriklan terjadi peningkatan konsumsi produknya oleh masyarakat yang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->