Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Telaah Puisi_1

Telaah Puisi_1

Ratings: (0)|Views: 247 |Likes:
Published by wahinur87am

More info:

Published by: wahinur87am on Jan 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2013

pdf

text

original

 
 Telaah Puisi
ةُدَ ر ْ ب ُ لْا ةُ َ ي ْ ص ِ قَ شلّهحرض هلاون ريوبلا م ّ ح خي 
A.Latar Belakang
Qasidah burdah adalah mutiara syair kecintaan kepada Rasulullah. Diciptakan oleh
Imam Al-Bushiri
pada abad 7 Hijriah dan di baca dalam berbagai acara. Puisi-puisi inidiyakini dapat memberi kesembuhan jiwa dan raga.
Al-Bushiri
yang bernama lengkap
Sarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abdullahas Shanhaji Al-Bushiri
, adalah seorang sufi besar, pengikut
Thariqat Syadziliyah
, danmenjadi salah satu murid
Sulthonul Auliya Syeikh Abul Hasan asy-Syadzily
,
ra
. Ia lahir tahun 1212 M di Maroko. Ia berguru dengan beberapa ulama tasawuf seperti
Abu Hayyan
,
Abu Fath bin Ya'mari
dan
al 'Iz bin Jama'ah al Kanani al Hamawi
, dan belajar 
Thariqat Sufi 
pada
Syeikh Abul Hasan asy-Syadzily
. Sejak masa kanak,
Al-Bushiri
dikenalsebagai orang yang
عارو 
(takut dosa). Pernah suatu ketika ia akan diangkat menjadipegawai pemerintahan kerajaan Mesir, akan tetapi melihat perilaku pegawai kerajaanmembuatnya menolak.Yang paling menarik adalah kisah pembuatan qasidah burdah. Menurut
Al-Bushiri
bahwa karyanya ini muncul ketika ia tengah sakit lumpuh. Penyakit itu dikenal dengan namaangin merah. Di tengah pembaringannya,
Al
-
Bushiri
menulis qasidah burdah danmembacanya beberapa kali hingga tertidur. Dalam tidur tersebut, ia bermimpi ketemuRasulullah SAW. Kemudian Nabi Muhammad mengusap mukanya. Setelah itu
Al
-
Bushiri
pun terbangun dan ia bisa berjalan.Bahkan dalam sebuah riwayat diceritakan, ketika dalam mimpi
Al-Bushiri
terlibatpembicaraan dengan
Rasulullah SAW
.
Al-Bushiri
pun membacakan karyanya pada bait ke51 “
شب هنا هيف ملا غلف 
” 
tidak bisa meneruskan kata-katanya. Rasulullahpun menyuruhnyameneruskan. "Saya tak mampu lagi, jawab
Al-Bushiri
. Kemudian Rasulullahmenyempurnakan bait itu dengan kalimat,
ملك ا قلخ يخ هنا و 
”.
Qasidah
Al-Bushiri
memang bukan sekedar karya. Ia dibaca karena keindahan kata-katanya. Menurut
DR. De Sacy
seorang ahli bahasa Arab di Universitas Sorbornememujinya sebagai karya puisi terbaik sepanjang masa.Beberapa nama ulama besar terutama pada bidang tasawwuf tercatat sebagai guru
Al-Bushiri
. Antara lain
Imam Abu Hayyan
,
Abul Fath bin Sayyidunnas Al Ya'mari AlAsybali Al Misri
pengarang,kitab
'Uyunul Atsar fi Sirah Sayyidil Basyar 
,
Al 'Iz bin Jama'ahAl Kanani Al Hamawi
salah seorang hakim di Mesir, dan banyak lagi kalangan ulama besar Mesir yang memberikan ilmu pengetahuannya kepada Al-Bushiri.Burdah
 
memang tidak hanya mantera. la, dibaca karena keindahan kata-katanyameskipun dipenuhi doa doa yang bisa memberi manfaat pada jiwa. Karena itu tidak heran jika banyak ulama membenarkan catatan khusus tentang burdah, baik dalam bentuk
ح 
(komentar) atau
ةةةة
(catatan kaki atau catatan pinggir). Menurut Darul Faqih sangatbanyak karya
ح 
atas Burdah yang tidak ketahuan lagi siapa pengarangnya. Hanya yangbisa dicatat dan diketahui namanya karena menjadi bahan kajian di beberapa universitasadalah karya
Imam Jalaluddin Al Mahalli Asy Syagi
yang wafat tahun 864 Hijriyah,
imamZakaria Al Anshari
yang wafat tahun 926 Hijriyah,
Imam Al Qasthalani
yang wafat tahun923 H,
Syaikh Al Malla Ali Qari Al Hanafi
yang wafat tahun 1014 H, dan
Syaikh IbrahimAl Bajuri
yang wafat tahun 1276 H.
Dr. Zaki Mubarak
ahli sastra Arab dan Mesir dalamskripsinya
 Al Madaihun Nabawiyah
menyebutkan bahwa gaya puisi Burdah banyakmempengaruhi karya karya kemudian.
Al-Bushiri
sebenarnya tidak hanya terkenal dengankarya burdahnya saja. la juga dikenal sebagai seorang ahli fikih dan ilmu kalam. Namun
 
????? ???? ?? ????
 
????????
 
???? ???? ?? ????
 
???????
 
???????
 
???? ?? ????????? ??? ?????
nama burdah telah menenggelamkannya untuk dikenal sebagai seorang sufi besar yangmemiliki banyak murid.
B.Naskah Qasidah
ِ َ ِ ٍ  َ ْ ْ ِىر َ جَ ً عْدَت َ جْ ز َ َ#  ٍ  َ سَْذ ِ ِٍاَ ري ْ جِر ِ كذ َ َ ْ ِ آ ءِم َ  ْ ظ  لا  ْ فِُ ر ْ ب َ لْا  َ َ ْاََ#  ٍ م َ ِ َ ك ءِ َ  ْ ِ ْ ِ ُ ْ ر  لا ت ِ ب  َْاَ  ِ ضَاِ ْ ِ ْ  ِ  َ سْا ت َ  ْ قُْاِ َ ب ِ  ْ َلِََ#  َ م َ َ َُكْا ت َ  ْ قُْاِ َ ي ْ  َ ي ْ ع َ لِم َ فَ  ِ  ِ َ َه ُ  ْ ِ ٍ  ِ  َ  ْ ُ َ ي ْ ََ#  ٌ  ِ  َ  ْ ُ  ح ُ لْا اَ  ص  لا  ُ  َ ح ْ َاَ ٍ ر ِ ط َ  ْ ُِب َ لْا ر ِ كْذ ِ لِت َ قْ ِاََ َ#  ٍ  َ َ َ َ ً عْدَْ ر ِ ُـم َ ل ىو َ  َ لْا َو ْ لَ  ِ  َ ع َ لْاَ َ ِ ْ  لا ُ ْ ُ ُ َ ي ْ  َ َه ِ ِ# ْ َ  ِ ََ َ ع ْ َب  ُر ُ  ِ  ْ ُ َ ي ْ  َ فَ  ِ َ  لا َ ْ  َ َ َِ َ ب َ لْا  ُ ث ْ ِ#  ً ضَ َةٍ ر َ ب ْ َ ْ ط  َ ُ جْ و َ لْا ت َ ب َ ْاََ  ِ  َ ع َ لْاَِاذ    لا ُ ر ِ  َ ع ْ َ  ح ُ لْا َ#  ْ  ِ قَ  َ فَىو َ ْاَ ْ َ ُ ي ْ َىر َ سَ ْ ع َ نَ  ِَ لْَِ ـم َ ل ت َ ْص َ نْاَ و ْ لََ َ ي ْ لَاِ ْ   ِ# ةٍ َذ ِ ع ْ َْ ِذ ْ ع ُ لْا ىو َ  َ لْا  ْ فِ ْ م ِ ئِَ َ  ِ  ُ َ ِ  ِ ح َ  ْ م ُ ِ ْ ئِادَََةِَ و ُ لْا  ِ َ# ر ٍ  ِ  َ  ْ م ُ ِر َ سََ َ لِَ َ ْ َ َِاذ  ع ُ لْا  ِ َ  ح ِ م ُ لْا اِ# ه ُ ع ُ م َ سْاَت ُ  ْ لَ ْ  ِ لَ َ ص ْ   لا  ِ  َ  ْ ح َ َ  ِ م َ َ ْ فِ؛ادرملا
س :ارج  ج اريج
ي :
حملا :صلا
C.Pembahasan
Qasida biasanya diterjemahkan sebagai ‘ode’. Dalam bahasa arab sendiri bahasa inimerujuk pada salah satu bentuk puisi sastra arab klasik yang memiliki banyak tema, salahsatu contohnya qasida yang berasala dari abad ke-6 M. Pendapat lain mengemukakan,seperti; Wahab dan Muhandis dalam bukunya “
Mu’jam al-Musthalaha:t fi al-Lughah wa al- Adab”,
qasida adalah sejumlah kumpulan bait dalam puisi arab yang memiliki kesatuan
 ٌز ْو َ
(Irama),
ة ٌي َف ِ َ
(Rima), dan
عٌا ْض ُ ْ َ و ْاَ  ٌ ْَ
(Tema) puisi. Mengenai jumlah bait dalam satu
 
qasida terdapat perbedaan pendapat di antara para ahli, ada yang menyebut minimal 7 bait,yang lain menyebut minimal 12 bait, namun yang lain berpendapat tidak ada batasanmengenai jumlah bait.Dari pengertian tersebut, qasida burda ini ikut pada pendapat yang ketiga karenamemiliki 282 bait serta terdapat karakteristik bentuk yang meliputi 3 unsur, antara lain; (1.Unsur fanny yang meliputi
 ٌز ْو َ
(Irama),
ة ٌي َف ِ َ
(Rima), dan diksi. (2. Unsur ‘aqly yang meiputi
عٌا ْض ُ ْ َ و ْاَ  ٌ ْَ
(Tema), dan
 ٌا ْل ُس ْاُ
(Gaya-bahasa). (3. Unsur khalyali dan ‘Athify.
ر ٌت َاِ
(Frame) adalah bingkai yang mewadahi satu satuan makna yang utuh dan satusatuan musikal dengan jenis irama tertentu. qasida burda yang ditelaah ini, mulai bait satusampai sebelas merupakan
ر ٌت َاِ
(Frame) yang bisa disebut juga dengan
bayt 
karena terdiridari dua bagian yang sama panjangnya dan iramanya serta diakhiri dengan bunyi akhir yangsama. 
 ٌز ْو َ
(Irama) merupakan ciri penanda sebuah puisi yang telah ditetapkan pola-polanyadalam bentuk
bahr 
yang berjumlah 16. Setiap jenis
bahr 
terdiri atas beberapa
taf’ilah
dengan pola tertentu. Dan
bahr 
ini merupakan acuan atau semacam cetakan, tempatpenyair menumpahkan pikiran dan perasaannya. qasida burda yang ditelaah ini, mulai baitsatu sampai sebelas walaupun terdapat
 ٌز ْو َ
(Irama)-nya, namun tidak bisa disebut sebagai
 ٌز ْو َ
(Irama) karena
ة ٌك َ َ َ
(Vokal) dan
ٌ َ َس َ
(Konsonan) kurang memadai – cendrungmengabaikan sifat-sifat khas dari setiap bunyi huruf.
ة ٌي َف ِ َ
(Rima) adalah bunyi suku kata yang terulang-ulang pada ujung semua bait. qasidaburda yang ditelaah ini, mulai bait satu sampai sebelas, karena terdapat dua bagian, makapola
ة ٌي َف ِ َ
(Rima)-nya menggunakan
 petama
; ganjil-genap atau
ة ُ َو ِا َ َ ُ ْاَ ة ُي َف ِ َ ْاَ
yakni;kesamaan bunyi akhir baris ganjil 1-3-5 dst, dan kesamaan bunyi akhir baris genap 2-4-6dst,
kedua;
kelompok atau
ة ُي َ ِا َ َ ُ ْاَ ة ُي َف ِ َ ْاَ
yakni kesamaan bunyi akhir dua baris atau lebih (takterbatas) kemudian berganti dengan yang lain untuk kelompok baris berikutnya, dan yang
ketiga;
kesamaan bunyi akhir itu sendiri dari barisnya.
 ٌا ْل ُس ْاُ
(Gaya-bahasa) terdapat tiga unsur, yaitu;
ة ٌ َت ِَ
(Perasaan yang dalam atau emosi),
ٌ َ ْف ِ
(pemikiran atau gagasan), dan
 ٌي ْ ِ ْت َ
(cara mengungkapkan perasaan dan pemikiran).Penggunaan
 ٌا ْل ُس ْاُ
(Gaya-bahasa) dalam qasida burda yang ditelaah ini, mencapai tingkatkepuitisan dengan pemilihan kata (diksi) dan penggunaan majas
ه ٌي ْ ِش ْت َ
(simili), dan
ٌر َ َ ِس ْاِ
(metaphore).
عٌا ْض ُ ْ َ و ْاَ  ٌ ْَ
(Tema) yang terdapat dalam qasida burda yang ditelaah ini adalah
 ُ ْد ِ َ ْاَ
(pujian),
 ُص ْ َ ْاَ
(pemerian atau deskripsi),
عُس َ ّاَ
(ungkapan duka dan pujian atau elegi),
 ُا َ َ ْاَ
(cinta asmara),
 ُ ْ َ ْاَ
(kebanggaan), dan
 ُ َ  َ ّاَ
(perenungan atau kontemplasi).
D.Terjemah Akhi
Apakah karena terkenang tetangga di Dzi Salam # engkau cucurkan airmata darahyang mengalir Atau karena tiupan angin dari arah Kadzimah? # atau sinar kilat yang memecahkegelapan gunung IdlomiKenapa kedua matamu bila dikatakan tahanlah # dan hatimu tetap resah, padahalengkau katakan; tahanlahApakah orang yang dimaku cinta menduga # cinta dapat disembunyikan antaraairmata dan kegelisahan jiwa

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nur Asti Sari liked this
Ayu Ardinata liked this
DarnisEl-haraqi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->