Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
19Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Viktimisasi Struktural Dalam Pelaksanaan Operasi Premanisme oleh Polri

Viktimisasi Struktural Dalam Pelaksanaan Operasi Premanisme oleh Polri

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 1,614 |Likes:
Published by HANDIK ZUSEN
Paper tentang viktimisasi struktural yang terjadi akibat pelaksanaan operasi premanisme oleh Satuan Samapta Polresta Malang terhadap para anak jalanan di kota malang yang mencari nafkah sebagai pengamen dan/atau pengemis berikut konsepsi resolusinya
Paper tentang viktimisasi struktural yang terjadi akibat pelaksanaan operasi premanisme oleh Satuan Samapta Polresta Malang terhadap para anak jalanan di kota malang yang mencari nafkah sebagai pengamen dan/atau pengemis berikut konsepsi resolusinya

More info:

Categories:Types, Research, Law
Published by: HANDIK ZUSEN on Jan 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

 
UPAYA PENANGGULANGAN VIKTIMISASI STRUKTURALTERHADAP ANAK-ANAK JALANAN DI KOTA MALANGAKIBAT PELAKSANAAN OPERASI PREMANISME
(Studi kasus tentang terjadinya kekerasan terhadap anak-anak jalanan di Kota Malang dalam pelaksanaan operasi premanisme oleh Satuan Samapta Polresta Malang)
I.PENDAHULUAN1.LATAR BELAKANG
Di dalam tubuh Polri sudah lazim dikenal adanya istilah
”Ganti Pimpinan,Ganti Kebijakan
dan memang hingga saat ini hal tersebut masih terbukti terjadi ditubuh Polri. Kebijakan maupun program baru tersebut biasanya digagas oleh seorang pimpinan Polri di berbagai level, termasuk para Kapolri, yang dilaksanakan pada saatawal menjabat dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran satuan kerja Polri dikewilayahan. Sebagaimana yang diketahui oleh masyarakat misalnya di awal erakepemimpinan Jenderal Pol. Drs. Bambang Hendarso Danuri, Sh, MH, yang menjadi prioritas kebijakan atau program kerja adalah pemberantasan premanisme.Sebagaimana yang dilansir Polri secara resmi di berbagai media pada saat awal pelaksanaan operasi premanisme yang dimulai sejak tanggal 2 November 2008,dinyatakan bahwa dalam sepuluh hari pertama Polri telah berhasil menangkap 5.012 preman yang melakukan berbagai kejahatan jalanan, diantaranya dengan modusoperandi pencopetan, penjambretan, perjudian, dan menebar paku di jalanan umum
1
.Memang operasi premanisme tersebut bertujuan baik yaitu dalam rangkaterwujudnya tugas pokok Polri sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 2Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia secara optimal, yaitu : 1)melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat; 2) memelihara keamanan danketertiban masyarakat; dan 3) menegakkan hukum. Namun seringkali yang terjadi dilapangan tidak selalu selaras dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan suatu program maupun kebijakan dimaksud, seperti misalnya yangterjadi dalam pelaksanaan operasi premanisme yang merupakan salah satu operasikepolisian dalam ruang lingkup penegakan hukum, semula ditujukan untu
1
 
,pada tanggal 24Desember 2009.
 
memberantas berbagai tipikal kejahatan jalanan, pada praktiknya justru menimbulkan permasalahan yang kontra produktif dengan timbulnya korban dari pihak masyarakatyang dijadikan target dalam suatu operasi premanisme.Fenomena kontra produktif dalam pelaksanaan operasi premanisme tersebutdapat dijumpai masyarakat di berbagai daerah dengan berbagai bentuknya,sebagaimana contoh nyata yang terjadi Kota Malang dimana para petugas kepolisiandari Satuan Samapta Polresta Malang menjadikan anak-anak jalanan yang mecarinafkah dengan menjadi pengamen maupun pengemis sebagai target dari operasi premanisme dan melanjutkan proses hukum atas anak-anak tersebut hingga ke pengadilan dalam perkara tindak pidana ringan berupa pengemisan
2
di tempat umummaupun mengganggu ketertiban umum
3
. Kondisi tersebut diperparah lagi dengantindakan petugas kepolisian dari Satuan Samapta Polresta Malang yang kerapmemperlakukan anak-anak jalanan tersebut secara tidak manusiawi, antara lainmelakukan kekerasan dengan cara menabrak anak-anak jalanan dengan sepeda motor saat melakukan operasi premanisme, melakukan kekerasan fisik maupun psikisterhadap anak-anak jalanan tersebut, antara lain dengan mengatakan bahwa ”terhadapanak-anak jalanan tidak berlaku undang-undang perlindungan anak”, dll. Tindakan para petugas kepolisian dari Satuan Samapta Polresta Malang itu pun sempatmendapat protes keras dari berbagai elemen masyarakat, khususnya dari ”KomunitasAku Juga Anak Bangsa, ”Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur” dan ”LembagaPerlindungan Anak Kota Malang”
4
. Dari sudut pandang viktimologi, maka penulis berpendapat bahwa dalam fenomena tersebut telah terjadi suatu viktimisasi struktural
5 
akibat pelaksanaan kebijakan atau program operasi premanisme oleh Satuan SamaptaPolresta Malang yang justru menimbulkan korban yaitu para anak-anak jalanan yangmayoritas mencari nafkah dengan menjadi pengamen maupun pengemis di KotaMalang.
2
Vide Pasal 504 KUHP : 1.Barang siapa mengemis di muka umum, diancam karena melakukan pengemisan dengan pidana kurungan paling lama enam minggu. ; 2.Pengemisan yang dilakukan oleh tiga orang atau lebih, yang berumur di atas enam belas tahun, diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan.
3
Vide Perda Kota Malang Nomor 11 Tahun 1984 tentang Ketertiban dan Kebersihan Kota.
4
 
,pada tanggal 25 Desember 2009.
5
Dr. Arif Gosita, SH, Masalah Korban Kejahatan, Bhuana Ilmu Populer, 2004, hal. 140 dan hal. 147. Viktimisasi struktural yaitu suatuviktimisasi (mental, fisik dan sosial) yang diakibatkan oleh ada dan tidak adanya unsur-unsur struktur sosial tertentu serta pelaksanaannya.Sedangkan istilah viktimisasi sendiri dirumuskan sebagai suatu hasil interaksi akibat adanya suatu interelasi antara fenomena yang ada dansaling mempengaruhi. Sementara itu, pengertian struktural dalam viktimisasi struktural adalah luas, meliputi kebudayaan, hal-hal yang berkaitan dengan suatu sistem tertentu (metode, peraturan, tatanan, dan asas-asas) dalam berbagai bidang kehidupan dan penghidupan yangdipengaruhi oleh kebijakan penguasa tertentu (luas atau sempit), berdasarkan hukum tertentu ( tertulis dan tidak tertulis).
2
 
Selanjutnya dalam
 paper 
ini, penulis hendak melakukan analisis terkait dengan berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya viktimisasi struktural dalam fenomenatersebut diatas berdasarkan sudut pandang disiplin ilmu viktimologi. Fenomenatersebut menarik untuk dikaji oleh penulis mengingat pengalaman penulis yang pernah berdinas di Polresta Malang sehingga penulis pun mengetahui betul bagaimana tindak-tanduk para petugas kepolisian dari Satuan Samapta PolrestaMalang terutama dalam melakukan penegakan hukum terhadap anak-anak jalananyang melakukan pengemisan maupun mengamen di tempat-tempat umum di KotaMalang.
2.PERMASALAHAN
Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka yang menjadi permasalahan dalam pembahasan paper ini adalah : ”Bagaimana upaya penanggulangan viktimisasistruktural terhadap anak-anak jalanan di Kota Malang yang terjadi akibat pelaksanaanoperasi premanisme oleh petugas kepolisian dari Satuan Samapta Polresta Malang ?”
3.PERSOALAN-PERSOALAN
a.Bagaimana kondisi riil terjadinya viktimisasi struktural terhadap anak-anak  jalanan di Kota Malang akibat pelaksanaan operasi Premanisme oleh petugaskepolisian dari Satuan Samapta Polresta Malang ? b.Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya viktimisasi strukturalterhadap anak-anak jalanan di Kota Malang akibat pelaksanaan operasiPremanisme oleh petugas kepolisian dari Satuan Samapta Polresta Malang ?c.Bagaimana upaya penanggulangan viktimisasi struktural terhadap anak-ana jalanan di Kota Malang akibat pelaksanaan operasi Premanisme oleh petugaskepolisian dari Satuan Samapta Polresta Malang ?
II.PEMBAHASAN1.Kondisi riil
Secara umum penulis telah mengemukakan dalam uraian di atas tentang faktariil terjadinya viktimisasi struktural terhadap anak-anak jalanan di Kota Malang oleh petugas kepolisian dari Satuan Samapta Polresta Malang saat pelaksanaan operasi premanisme. Namun secara lebih spesifik, terkait dengan fakta riil dimaksud dapatdilihat dalam pengaduan tertulis oleh beberapa LSM atas beberapa tindakan petugaskepolisian dari Satuan Samapta Polresta Malang yang sewenang-wenang terhadapanak-anak jalanan di Kota Malang ketika pelaksanaan operasi premanisme3

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
ranpos liked this
Daniel Samosir liked this
Anna Harli Na liked this
herculesprayitno liked this
shabeth liked this
wie ayank liked this
Ilham El Ibrahim liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->