Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
26Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsep Desentralisasi Dan Sentralisasi

Konsep Desentralisasi Dan Sentralisasi

Ratings: (0)|Views: 5,058|Likes:
Published by Fathir Fajar Sidiq
tugas resensi mata kuliah Konsep teori ilmu administrasi Prof. Roy
tugas resensi mata kuliah Konsep teori ilmu administrasi Prof. Roy

More info:

Published by: Fathir Fajar Sidiq on Jan 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/18/2012

pdf

text

original

 
Konsep & Teori Ilmu AdministrasiKebijakan Publik 
Tugas Baca
 Judul Buku: Desentralisasi & Pemerintahan Daerah: Antara ModelDemokrasi Lokal dan Efisiensi StrukturalPengarang: Eko Prasojo, Irfan Ridwan Maksum, Teguh KurniawanPenerbit: Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI Tahun: 2006
Pendahuluan
Penerimaan desentralisasi sebagai asas dalam penyelenggaraanpemerintahan disebabkan oleh fakta bahwa tidak semua urusanpemerintahan dapat diselenggarakan secara sentralisasi, mengingatkondisi geografis, kompleksitas perkembangan masyarakat,kemajemukan struktur sosial dan budaya lokal serta adanya tuntutandemokratisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.Secara umum, desentralisasi memiliki tujuan yang dapat diklasifikasi kedalam dua variabel penting:
a.
Peningkatan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraanpemerintahan (pendekatan
structural efficiency model
ataupendekatan administratif);
b.
Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan danpembangunan (pendekatan
local democracy model
ataupendekatan politis).Dalam konteks Indonesia, desentralisasi telah menjadi konsensus
founding fathers
bangsa ini. Pasal 18 UUD 1945 yang telah diamandemendan ditambahkan menjadi pasal 18, 18A, dan 18B memberikan dasardalam penyelenggaraan desentralisasi. Negara Kesatuan RepublikIndonesia dibagi atas daerah-daerah propinsi, dan daerah propinsi itudibagi atas kabupaten dan kota yang masing-masing mempunyaipemerintahan daerah. Sampai saat ini, Indonesia telah memiliki 7 (tujuh)undang-undang yang mengatur pemerintahan daerah, yaitu:a.UU 1/1948;b.UU 22/1948;c.UU 1/1957;d.UU 18/1965;e.UU 15/1974;f.UU 22/1999;g.UU 32/2004.Pada hakikatnya, sentralisasi adalah sebuah continuum bukan sebuahdikotomis. Sentralisasi dan desentralisasi selalu bergerak dari satu titikpendulum ke titik pendulum yang lain. Hal yang sama terjadi dalamkonteks penyelenggaraan negara. Penyelenggaraan pemerintahanmerupakan kombinasi kekuatan yang bersifat sentripetal (sentralisasi)dan kekuatan sentrifugal (desentralisasi) secara bersamaan. Tidak adanegara yang hanya diselenggarakan secara sentralisasi, sekalipun selalu
Fathir Fajar SidiqNPM. 0906589135
 
Konsep & Teori Ilmu AdministrasiKebijakan Publik 
terdapat beberapa kewenangan yang hanya diselenggarakan secarasentralisasi saja (kewenangan klasik-politik luar negeri, pertahanan,keamanan, justisi, moneter dan fiskal). Dan sebaliknya tidak ada satunegara yang menyelenggarakan pemerintahannya secara desentralisasisaja, sehingga tidak terdapat pengaturan yang bersifat sentra nasional.
Sentralisasi dan Jenis-Jenis Desentralisasi
Pertanyaan dasar untuk menjawab sentralisasi dan desentralisasi adalahpada level mana kekuasaan untuk membuat keputusan itu diletakkan. Jikakekuasaan itu ada di pusat maka suatu organisasi akan bersifatsentralisasi, sedangkan jika kekuasaan itu disebarkan dalam unitu-unityang otonom, maka organisasi tersebut sejatinya sudah menerapkanprinsip desentralisasi. Sentraliasi pada dasarnya merupakan instrumenyang paling baik untuk melakukan koordinasi dan menghindari tumpahtindih serta fragmentasi administrasi (Mintzberg, 1983).
 Jenis-jenis Desentralisasi
Dekonsentrasi 
Rondinelli, Nellis, dan Cheema (1983) mendefinisikan dekonsentrasisebagai penyerahan sejumlah kewenangan dan tanggung jawabadministrasi kepada cabang departemen atau badan pemerintah yanglebih rendah. Dari pengertian ini terdapat beberapa dimensi utama:a.Pelimpahan wewenang;b.Pembuatan keputusan, keuangan dan fungsi manajemen;c.Level pemerintahan yang berbeda;d.Dalam jurisdiksi pemerintah pusat.Dekonsentrasi melahirkan
local state governmen
atau
field administration
atau wilayah administrasi. Dalam dekonsentrasi, pemaininti pemerintahan adalah pemerintah pusat (departemen dan lembagasektor) dan aparat pemerintah pusat yang ada di daerah (kantor wilayahatau kantor departemen), diangkat dan digaji dengan APBN, bukan dipiliholeh rakyat yang dilayani, dan bertanggung jawab kepada pejabat yangmengangkatnya, yaitu pejabat pusat.Dekonsentrasi pada awalnya diterapkan di sistem pemerintahan Perancisdengan prefect system (sistem prefektoral). Dalam perkembangannya, dinegara-negara berkembang instansi vertical bertugas memberikanpelayanan dan proses pemerintahan di bawah jurisdiksi pemerintah pusat.Untuk konteks Indonesia, asas dekonsentrasi diwujudkan melaluipembentukan kantor wilayah di propinsi dan kantor departemen dikabupaten/kota. Setelah UU 22/1999 tentang Pemerintahan Daerahdiberlakukan, asas dekonsentrasi hanya diletakkan pada wilayah propinsi,sedangkan pada wilayah kabupaten/kota tidak lagi dianut asasdekonsentrasi. Sedangkan di kabupaten/kota hanya dilaksanakan asasdesentralisasi penuh. Semua kantor departemen yang ada dikabupaten/kota harus diubah statusnya menjadi dinas.
Fathir Fajar SidiqNPM. 0906589135
 
 3 
Konsep & Teori Ilmu AdministrasiKebijakan Publik 
Devolusi 
Devolusi merupakan desentralisasi dalam pengertian yang sempit. Dalamdevolusi terjadi penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat kepadatingkat pemerintahan lokal yang otonom. Pendelagasian wewenang dalamdevolusi diatur oleh undang-undang yang memuat antara lain:a.Pembentukan dan pemberian status daerah otonom;b.Batas-batas jurisdiksi dan fungsi yang jelas;c.Transfer kewenangan untuk mengatur dan mengurus sendiri tugasdan fungsi yang diberikan;d.Pengaturan tentang interaksi antar unit pemerintahan daerah baiksecara vertical maupun horizontal;e.Pemberian kewenangan untuk memungut beberapa penerimaandaerah seperti pajak dan retribusi daerah;f.Pemberian kewenangan unutk mengatur dan mengelola anggarandan keuangan daerah.Melalui devolusi terbentuk
local self government 
(pemerintahan daerahsendiri). Dalam devolusi selalu dimulai dengan pembentukan daerahotonom melalui undang-undang, yang disertai dengan pemberiankewenangan yang meliputi kewenangan untuk mengatur (policy making)dan kewenangan untuk mengurus (policy implementing). Dalam devolusi,kewenangan mengatur yang diberikan oleh pusat melahirkan lembagaDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Lembaga tersebut merupakanesensi dari daerah otonom, karena melalui dan oleh lembaga tersebutperaturan daerah dibuat.
Tugas Pembantuan
 Tugas pembantuan (
medebewind 
) pada hakikatnya adalah pelaksanaankewenangan pemerintah pusat/pemerintah daerah atasannya, makasumber pembiayaannya berasal dari level pemerintahan yangmenugaskan. Untuk itu, sumber biayanya bisa berasal dari APBN atauAPBD pemerintah daerah yang menugaskannya. Kewenangan yangdiberikan kepada daerah adalah kewenangan yang bersifat mengurus,sedangkan kewenangan mengaturnya tetap menjadi kewenanganpemerintah pusat/pemerintah atasannya.
Tujuan-tujuan Desentralisasi
Menurut Smith, terdapat beberapa tujuan desentralisasi yang telahdiuraikan lebih lanjut dari dua tujuan utama yang telah disebutkan padaawal pembahasan: tujuan politis dan administratif. Adapun tujuan-tujuantersebut antara lain:(1)Pendidikan politik;(2)Latihan kepemimpinan politik;(3)Stabilitas politik;(4)Kesamaan politik;(5)Akuntabilitas;(6)Daya tanggap (responsivitas);
Fathir Fajar SidiqNPM. 0906589135

Activity (26)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
comandante_che liked this
Yoesti Dork liked this
Samsul Ariel liked this
Rizki Wardhana liked this
Daniel Neolaka liked this
Hoesnoel Syadad liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->