Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Soal_Ulangan_Sosiologi_Kelas_XII

Soal_Ulangan_Sosiologi_Kelas_XII

Ratings: (0)|Views: 1,974|Likes:
Published by Suhadi Rembang
Namun terdapat sumber yang dapat dijadikan rujukan, sehubungan dengan jati diri bangsa. Menurut
Lubis (dalam Maryali, 2005) orang­orang belanda (VOC) telah mengenal sifat negatif dan sikap positif
orang Indonesia. Ciri­ciri negatif psikokultural orang Indonesia adalah sebagai berikut; amat khianat,
tidak mau memegang teguh perjanjian, amat suka membunuh, mau berperang saja, tidak jujur, seperti
binatang (beestachtig) maha kejam, kurang sanggup melakukan kerja otak yang tinggi (hooge
geestarbeid), dan sedang­sedang saja (middelmatig) dalam beragama, gairah kerja, kejujuran, rasa
kasihan, dan rasa terima kasihnya. Sebaliknya, manusia Indonesia itu juga diakui memiliki sifat­
sifatpositif, yaitu; hormat, tenang, dapat dipercaya, baik, loyal, ramah pada tamu, lembut, tidak suka
memikirkan yang susah­susah, tidak punya pendirian, dan tak punya kemauan, tak bisa mengambil
keputusan.
Namun terdapat sumber yang dapat dijadikan rujukan, sehubungan dengan jati diri bangsa. Menurut
Lubis (dalam Maryali, 2005) orang­orang belanda (VOC) telah mengenal sifat negatif dan sikap positif
orang Indonesia. Ciri­ciri negatif psikokultural orang Indonesia adalah sebagai berikut; amat khianat,
tidak mau memegang teguh perjanjian, amat suka membunuh, mau berperang saja, tidak jujur, seperti
binatang (beestachtig) maha kejam, kurang sanggup melakukan kerja otak yang tinggi (hooge
geestarbeid), dan sedang­sedang saja (middelmatig) dalam beragama, gairah kerja, kejujuran, rasa
kasihan, dan rasa terima kasihnya. Sebaliknya, manusia Indonesia itu juga diakui memiliki sifat­
sifatpositif, yaitu; hormat, tenang, dapat dipercaya, baik, loyal, ramah pada tamu, lembut, tidak suka
memikirkan yang susah­susah, tidak punya pendirian, dan tak punya kemauan, tak bisa mengambil
keputusan.

More info:

Published by: Suhadi Rembang on Jan 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/13/2012

pdf

text

original

 
Soal ulangan kelas XII
Ulangan I
1. Memberi contoh berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat.2. Mendeskripsikan bentuk-bentuk perubahan sosial.3. Memberikan contoh faktor pendorong Perubahan Sosial.4. Mengidentifikasikan faktor-faktor penghambat perubahan sosial.5. Memberikan contoh kasus dampak perubahan sosial.6. Mengidentifikasi tantangan globalisasi terhadap eksistensi jati diri bangsa7. Mengemukakan gagasan atau pemikiran untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa8. Deskripsikan studi kasus suatu proses perubahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar9. Deskripsikan studi kasus suatu proses perubahan sosial yang terjadi di pada masyarakat asing10. 
Ulangan II
Menjelaskan pengertian lembaga sosialMenjelaskan proses pembentukan lembaga sosial.Mengidentifikasi tipe-tipe lembaga sosial.Menguraikan hubungan antar lembaga sosial.Menguraikan peran dan fungsi lembaga keluarga, agama, pendidikan, politik, dan lembaga ekonomi
Kisi-kisi ulangan IMenjelaskan proses perubahan sosial di masyarakatMenganalisis dampak perubahan sosial terhadap kehidupan masyarakat.Menjelaskan hakikat lembaga sosialMengklasifikasikan tipe-tipe lembaga sosialMendeskripsikan peran dan fungsi lembaga sosialMendeskripsikan perubahan sosial di daerah sekitarMendeskripsikan perubahan sosial yang jauh di sekitar kita
 
Ulangan IMemberi contoh berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat.
Kepada siswa kelas XII program IPS yang saya cintai dan saya banggakan. Dibawah ini merupakancontoh berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat, dari berbagai bidang. Dengan diberikan ulasanyang kompleks tentang berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat, semoga para siswa semakinpeka terhadap realitas perubahan. Beberapa bidang yang dihantarkan diantara bidang ideologi, politik,ekonomi, pendidikan, gender, perumahan dan permukiman, lingkungan, kependudukan, kesehatan,komunikasi, hiburan, keluarga, dan bidang transportasi. Perubahan memang tanda kemajuan, namunlihat dulu, mana dulu yang berubah, dan mana dulu yang maju. Dengan demikian, para siswa akan lebihpeka dan kritis dalam memandang suatu perubahan yang terjadi di masyarakat. Berikut adalahulasannya;
bidang ideologi: kita sepakat bahwa pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Pengakuanakan Ketuhanan yang Mahaesa, selalu berharap setiap manusia indonesia selalu bersikap adildan berperilaku yang beradap, selalu dalam pangkuan ibu pertiwi dengan mengedepankanpersatuan, berbagai ragam kehidupan selalu mengedepankan musyawarah, serta selalumengedepankan keadilan tanpa pandang bulu. Namun apa yang kita lihat saat ini. Contoh sajarealitas KKN, Terorisme, dan hilangnya pulau terluar Indonesia. Korupsi, kolusi, dan nepotismetelah memperdalam kubangan bangsa ini semakin tertinggal. Begitu halnya tindakan kekerasanterorisme yang ditampilkan dengan perusakan fasilitas umum dan banyak menelan korban. Kitaprihatin jika pulau-pulau terluar bangsa ini diambil orang asing, dan dijual untuk orang asing.Lantas bagaimana sistem pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia.
bidang politik: berbagai status (kekuasaan dan jabatan) politik pada saat ini diraih denganpemilu langsung dengan memilih kandidat langsung. Di tingkat nasional (presiden dan DPRpusat), di tingkat provinsi (gubernur dan DPRD provinsi), di tingkat kabupaten/ kota (Bupati,walikota, DPRD kabupaten/ kota). Status dan jabatan tersebut dapat diraih dengan carapemilihan langsung, dimana pemilih langsung berinteraksi dengan calon/ kandidat. Hal iniberbeda dari sebelumnya, dimana status dan jabatan di atas di dapat melalui partai politik dengan sistem kursi terbanyak.
bidang ekonomi/ kesejahteraan: semakin hari masyarakat kita gila akan materi. Denganmenguasai materi, dipercaya akan menguasai segalanya. Dengan menghalalkan segala cara,bahkan dengan KKN dipandang tidak masalah, asalkan kaya. Semakin hari masyarakat kitasemakin buta akan perilaku memberi dan peka terhadap orang yang perlu diberi. Kesejahteraanhanya milik beberapa golongan belaka. Mereka bangga dengan mendapatkan sumbangan BLTdan kompos gas dari pemerintah, walau kemudian uang BLT habis dalam sekejab, dan komposgas di jual lagi, karena isi ulang gas semakin mahal. Masyarakat kita sekarang lebihmaterialistik, bukan seperti cerita dahulu, dimana saat tetangga sedang memanen padi, merekayang tidak punya sawah akan mendapatkan padi. Nilai memberi, kebersamaan, danpersaudaraan seakan hilang di telan angin yang tiada henti.
bidang pendidikan: berbagai lapisan masayrakat berbondong-bondong mengenyam bangkusekolah. Dengan sekolah dipercaya dapat merubah kualitas hidup dari yang tidak baik menjadibaik (!). Anak usia dini sekarang wajib masuk PAUD, dilanjutkan SD/ sederajat, dilanjutkan
 
SMP/ sederajat, dilanjutkan SMA/ sederat, dan banyak juga yang melanjutkan ke bangkuperguruan tinggi. Bahkan bagi yang mampu, masih diwajibkan les pada pelajaran yang di UjiNasionalkan. Hal ini berbeda dengan generasi sebelumnya, dimana pendidikan menjadi pilihankedua setelah nikah.
bidang gender: antara laki-laki dan perempuan saat ini memiliki peluang yang sama dalam halkarier. Pada era kartini, perempuan cenderung lebih akrab dengan wilayah domestik (menjadiibu rumah tangga). Namun sekarang kita mudah menemukan perempuan yang menempati statussosial yang dahulu selalu di isi oleh golongan laki-laki. Hal ini dapat dilihat perempuan yangbanyak menjadi wakil rakyat, pengusaha, dan wartawan. Dahulu, pekerjaan tersebut langkasekali dikerjakan oleh kaum perempuan.
bidang lingkungan: eksploitasi sumber daya alam saat ini lebih kentara, di kawasan Rembangmisalnya. Jika kita melihat kawasan pamotan, kita akan mudah melihat eksploitasi batu tras.Begitu halnya di kawasan kragan, tepatnya di desa terjan, kita mudah melihat eksploitasigunung-gunung yang ambil batu untuk bahan bangunan dan material perbaikan jalan raya.Masyarakat saat ini lebih senang menjual sumber daya alam untuk hidup sejahtera, bukan untuk diwariskan dalam bentuk tanah kepada anak cucunya. Siap-siap sajalah kita, akan kerusakanlingkungan sekitar kita yang setiap saat akan mengancam kelangsungan hidup dan nyawa kita.
bidang perumahan/ pemukiman: pada saat ini masyarakat kita lebih senang membangun rumahdari tembok. Bukan hanya di perkotaan, di pedesaan juga seperti pamotan. Pada jaman dahulu,anak yang telah dinikahkan akan dibuatkan rumah oleh orang tua dengan cara menanam kayuterlebih dahulu, jika dirasa kayu sudah siap tebang, baru mendirikan rumah. Namun pada saatini, untuk membuat rumah dari kayu, secara hitungan ekonomi malahan lebih mahal. Begituhalnya dengan pemukiman. Kantong pemukiman yang berkembang pesat adalah wilayah yangramai, misalnya pemukiman nelayan dan pemukiman dekat dengan pusat pemerintahan. Hal iniberdampak mimicu hilangnya kawasan pesisir pantai yang terkena abrasi, dan sepanjang jalanyang raman macet pada kawasan pusat pmerintahan. Begitu halnya harga tanah, semakin harisemakin melambung tinggi.
bidang kependudukan: pandangan bahwa banyak anak banyak rejeki, mungkin saja segeratamat. Lihat saja mereka yang bertengger pada status sosial tinggi, PNS misalnya, golongan inicenderung lebih suka punya anak paling banyak tiga anak. Begitu hal nya dalam hal bertempattinggal pasca menikah, orang dahulu lebih suka bertempat tinggal pasca menikah dekat denganorang tuanya, namun sekarang tidak demikian, dimana tempat yang memberikan kepastiankesejahteraan, lebih disukai. Hal ini dapat kita lihat banyaknya pasangan usia muda yangkontrak di daerah perkotaan.
bidang komunikasi: handphone (hp) telah menjadi sarana komunikasi dominan pada masyarakatkita. Pada jaman dahulu, untuk berkomunikasi dengan kerabat jauh harus melakukan perjalananpanjang, namun sekarang dapat dilakukan dengan hitungan detik, komunikasi antar kerabat jauhdapat dilakukan.
bidang hiburan: anak-anak dan orang dewasan saat ini (tanpa terkecuali) telah memiliki danmenikmati hiburan televisi. Senetron seperti ”Inayah”, ”cinta fitri”, ”KDI” dan yang tayanganlainnya dengan mudahnya dinikmati. Hal ini berbeda jauh pada jaman dahulu, anak-anak danorang dewasa cenderung menciptakan jenis hiburan dan permainan tradisional. Hanya saja,masyarakat saat lebih menjadi konsumtif, bukan produktif dalam hal hiburan dan ataupermainan.
bidang keluarga: perjodohan pada jaman sekarang tidak lagi seperti jaman siti nurbaya. Merekayang melangsungkan pernikahan tidak lagi dari pilihan orang tua, namun mereka para gadis dan

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fitry Handayani liked this
SUGI liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->