Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
50Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
an Rantai Pasokan Supermarket

an Rantai Pasokan Supermarket

Ratings: (0)|Views: 1,636 |Likes:
Published by vicianti1482

More info:

Published by: vicianti1482 on Jan 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2013

pdf

text

original

 
 
1
PERKEMBANGAN RANTAI PASOKAN SUPERMARKET: IMPLIKASINYATERHADAP PARTISIPAN SERTA STRUKTUR RANTAI PASOKAN PASAR TRADISIONAL
Witono Adiyoga
Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Jl. Tangkuban Perahu 517 Lembang, Bandung - 40391
PENDAHULUANSejak sepuluh tahun yang lalu, keberadaan supermarket menunjukkanperkembangan yang relatif cepat di Asia Tenggara. Rata-rata
share
supermarketdalam eceran pangan/makanan berkisar antara 25% (Indonesia, Malaysia danThailand) sampai 63% (Korea, Taiwan dan Filipina). Di Cina,
share
supermarketbahkan menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dalam kurun waktu relatif singkat, yaitu 30% pada tahun 1999, meningkat menjadi 48% pada tahun 2001,(Reardon 2003). Sementara itu, perkembangan di Indonesia menunjukkan bahwasekitar 25% eceran pangan/makanan diserap oleh 800 supermarket yang pada saatini beroperasi. Jumlah supermarket tersebut mewakili peningkatan sebesar 45%sejak krisis ekonomi tahun 1997. Pasar tradisional pada dasarnya masihmendominasi eceran pangan/makanan secara umum. Disatu sisi, perkembangancepat supermarket merupakan suatu proses dinamis yang menggambarkan semakinmeningkatnya popularitas supermarket dimata konsumen. Disisi lain,perkembangan tersebut tidak saja berdampak negatif terhadap toko eceran kecilatau pasar tradisional, tetapi juga mendorong produsen pangan/makanan untukmeningkatkan kualitas produknya. Tumbuhnya hipermarket modal asing, misalnyaCarrefour dan Giant, cenderung semakin mengubah sektor eceran di Indonesia.Keadaan ini juga mendorong supermarket nasional untuk melakukan restrukturisasidan konsolidasi agar tetap dapat bersaing.Berbagai studi terdahulu menyangkut analisis
value chain
untuk pasartradisional sayuran dan buah-buahan mengindikasikan bahwa keragaan rantaipasokan kedua komoditas tersebut masih jauh dari optimal atau kompetitif. Faktor-faktor pembatas yang menjadi kendala di sepanjang rantai pasokan adalah:instabilitas pasokan, tidak adanya fasilitas pendingin untuk transportasi dan gudangpenyimpanan, biaya penanganan yang tinggi, ketidak-pastian kualitas produk,spesifikasi produk yang tidak jelas, kurangnya pengendalian kualitas di mata rantaihulu dan hilir dan absennya kemungkinan untuk penelusuran. Sementara itu, rantaipasokan pasar supermarket dicirikan antara lain oleh: produsen harus memenuhipersyaratan minimal berkaitan dengan kualitas, kelas dan standar produk, nilaitambah (pencucian, sortasi, pengkelasan, dan pengemasan) dilakukan sebelumtransportasi, sehingga produk sampai ke supermarket siap ditata di lemari pamer,rantai pasokan cenderung lebih pendek karena tidak adanya pedagang pengumpul/broker, pembayaran produk biasanya lebih dapat diandalkan dan eksplisit,koordinasi mata rantai cenderung sangat erat, memiliki kemampuan untukmemasok secara konsisten/kontinyu, dengan beberaapa fleksibilitas berkaitandengan volume pasok dan memiliki kemungkinan penelusuran produk yang lebihtinggi.Karakteristik yang dimiliki oleh rantai pasokan supermarket tampaknya lebihsesuai dengan perkembangan atau perubahan sektor ritel yang sedang berjalan.Namun demikian, terlepas dari dampak positif yang ditimbulkan (perbaikanefektivitas dan efisiensi rantai pasokan), perkembangan/dinamika sektor ritel ini pasti
 
 
2
sangat berpengaruh terhadap keberadaan rantai pasokan pasar tradisional. Sampaisejauh mana pengaruh perkembangan rantai pasokan supermarket terhadapkeberadaan rantai pasokan tradisional merupakan topik yang perlu dibahas agardampak negatif yang mungkin ditimbulkan dapat diminimalkan.
 
Deskripsi Rantai Pasokan SayuranRantai pasokan sayuran merupakan saluran yang memungkinkan:
 
Produk sayuran bergerak dari produsen ke konsumen
 
Pembayaran, kredit dan modal kerja bergerak dari konsumen ke produsensayuran
 
Teknologi didiseminasikan diantara partisipan rantai pasokan, misalnyaprodusen, pengepak dan pengolah
 
Hak kepemilikan berpindah dari produsen sayuran ke pengepak ataupengolah, kemudian ke pemasar
 
Informasi mengenai permintaan konsumen serta preferensinya mengalir daripedagang pengecer ke produsen sayuranUraian di atas menunjukkan bahwa rantai pasokan sayuran merupakan suatusistem ekonomi yang mendistribusikan manfaat dan juga risiko diantara berbagaipartisipan yang terlibat di dalamnya. Dengan demikian, rantai pasokan sayuransecara tidak langsung telah mengembangkan mekanisme internal serta insentif untuk menjamin ketepatan berbagai komitmen produksi maupun
delivery 
.Lokasi geografis Jawa Barat memungkinkan produk sayuran dipasarkan tidakhanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga antar wilayah/regional. Rantaipasokan yang terjadi pada dasarnya merupakan bentuk pelayanan yang sudahmelembaga untuk menjembatani produsen dan konsumen sayuran. Intervensipemerintah terhadap rantai pasok sayuran ini cenderung terbatas pada dukunganketersediaan infrastruktur fisik, misalnya jalan dan bangunan pasar. Perdagangansayuran seluruhnya ditangani oleh pihak swasta. Hal ini mengimplikasikan bahwarantai pasok sayuran di Jawa Barat secara umum cenderung beroperasi berdasarkankekuatan penawaran dan permintaan.Beberapa jenis rantai pasok sayuran di Jawa Barat yang berhasil diidentifikasidiantaranya adalah:1.
 
produsen – transporter/pengangkut – pedagang pengumpul desa atau bandar –pedagang pengumpul antar wilayah – transporter/pengangkut – pedagangbesar/grosir – pedagang pengecer - konsumen2.
 
produsen – transporter/pengangkut – pedagang pengumpul desa atau bandar –transporter/pengangkut – pedagang besar/grosir – pedagang pengecer -konsumen3.
 
produsen – pedagang komisioner - transporter/pengangkut – pedagangpengumpul desa atau bandar – transporter/pengangkut – pedagang besar/grosir– pedagang pengecer - konsumen4.
 
produsen – pengepak - transporter/pengangkut – supermarket - konsumenRantai pasokan pertama dan kedua diestimasi menyerap sekitar 80% dari totalpasok sayuran Jawa Barat. Sisanya sekitar 20% dipasarkan melalui rantai pasokketiga dan keempat. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa rantai pasokansayuran di Jawa Barat masih didominasi oleh rantai pasokan tradisional yang outletutamanya adalah pasar-pasar tradisional. Volume pasok dari sentra produksi
 
 
3
sayuran Lembang dan Pangalengan berkisar antara 15 - 50 ton (minimal) and 75 -150 ton (maksimal) per hari. Sayuran dari kedua sentra produksi tersebut terutamadipasarkan ke Jakarta dan pasar-pasar lokal di Bandung. Diagram di bawah inimenggambarkan berbagai elemen rantai pasokan sayuran di Jawa Barat. Tandapanah menunjukkan aliran fisik produk sayuran.Tabel berikut ini memberikan deskripsi mengenai berbagai elemen utama didalam rantai pasokan sayuran di Jawa Barat serta nilai tambah yang diberikan olehsetiap elemen.
PRODUSENBANDAR ATAUPEDAGANGPENGUMPUL LOKAL
PEDAGANG BESAR/GROSIR DI BANDUNGPEDAGANG BESAR/GROSIR DI JAKARTA
 PEDAGANG PENGECERDI BANDUNGPEDAGANGPENGUMPULREGIONAL ASSEMBLYPENGEPAKPEDAGANG PENGECERDI JAKARTASUPER MARKETRESTORAN DANHOTELKONSUMENTRANSPORTER/PENGANGKUTTRANSPORTER/PENGANGKUT

Activity (50)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
ladylimer liked this
Fernianda Rahayu liked this
anniesas liked this
Fernianda Rahayu liked this
Fernianda Rahayu liked this
Fernianda Rahayu liked this
Fernianda Rahayu liked this
anniesas liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->