Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
54Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERKEMBANGAN BUDAYA JAWA

PERKEMBANGAN BUDAYA JAWA

Ratings: (0)|Views: 6,181 |Likes:
Published by Alifuddin Wachid

More info:

Published by: Alifuddin Wachid on Jan 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

 
TUGAS ARTIKELILMU BUDAYA DASAR PERKEMBANGAN BUDAYA JAWA
Oleh:ALIFUDDIN WACHID09650153E
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKAFAKULATAS SAINS DAN TEKNOLOGIUNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIMMALANG2009
 
PERKEMBANGAN BUDAYA JAWA
Sebelum mengulas tentang perkembangan budaya Jawa saat ini kita perlumengetahui pengertian dari kebudayaan itu sendiri. Kebudayaan berasal dari bahasaSanskerta, yaitu
buddhayah
yang merupakan bentuk jamak dari
buddhi
(budi atauakal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan dengan budi dan akal.Kebudayaan didefinisikan sebagai sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide ataugagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,kebudayaan itu bersifat abstrak 
1
.Di masa sekarang perkembangan budaya daerah di Indonesia cenderungstagnan atau malah bisa terpuruk dikarenakan serbuan budaya-budaya dari luar negeriterutama kebudayaan barat yang terdukung oleh perkembangan teknologi yangsekarang ini banyak dikuasai oleh orang-orang dari Eropa dan Amerika. Merekamenampilkan beragam kebudayaan barat yang sebagian besar sesungguhnya bertentangan dengan ajaran agama Islam yang banyak dianut oleh masyarakatIndonesia.Budaya Jawa berkembang seiring dengan penyebaran penduduk suku Jawa ke berbagai wilayah di dunia sejak masa penjajahan Belanda hingga masa sekarang.Seperti yang sudah kita ketahui penduduk suku Jawa telah menyebar hingga ke benuaAmerika yaitu di negara Suriname ketika masa penjajahan Belanda untudipekerjakan sebagai buruh di perkebunan milik Belanda.Kebudayaan Jawa terbentuk sejak jaman kerajaan-kerajaan Hindu-Budha berkuasa di pulau jawa sehingga sebagian besar hasil-hasil kebudayaan Jawadipengaruhi oleh unsur-unsur Hindu-Budha. Hal ini terbukti ketika diadakan suatuacara yang terkadang menggunakan sesajen dari buah-buahan seperti yang dilakukanumat Hindu di Bali. Hal-hal seperti ini bisa menimbulkan syirik yaitu menyekutukanAllah sebagai satu-satunya Tuhan di alam semesta. Di beberapa daerah hal ini malahdijadikan suatu kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun, misalkan setelah panenraya mereka melakukan “sedekah bumi” dan melarung sebagian hasil bumi mereka kesungai atau ke laut dengan harapan musim panen yang akan datang merekamendapatkan hasil panen yang melimpah. Kegiatan ini juga dijadikan sebagai penarik 
1
Herimanto;Winarno,
 Ilmu Sosial dan Budaya Dasar 
(Cet. II; Jakarta Timur: Bumi Aksara, 2009),h.25
 
wisatawan untuk sekedar melihat prosesi “sedekah bumi” seperti yang terlihat didalam foto di bawah ini.Kegiatan-kegiatan tradisi yang masih tercampur dengan budaya Hindu-Budhaini sulit dihilangkan karena tersebar ke pelosok-pelosok daerah di mana suku Jawatersebut tinggal. Bahkan di kalangan kraton Solo dan Jogjakarta pun saat mengadakanacara-acara tradisi kraton sering terlihat menggunakan hal-hal berbau klenik yangmenggunakan sesajen ataupun kemenyan.Dalam perayaan hari-hari besar Islam pun kedua kraton ini mengadakan acarayang disebut dengan “grebegan” yaitu upacara adat berupa sedekah yang dilakukan pihak kraton kepada masyarakat berupa gunungan
2
.Ritual Grebeg ini hanya diadakansetahun tiga kali. Pertama, saat Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai akhir dari pesta rakyat, Sekaten, disebut Grebeg Mulud. Kedua, saat memasuki bulan Syawal,sebagai ungkapan terimakasih karena telah berhasil menjalankan ibadah puasa,disebut Grebeg Pasa atau Grebeg Syawal. Dan ketiga, pada tanggal 10 Dzulhijjah atau10 Besar, yang dikenal sebagai Idul Adha, disebut Grebeg Besar 
3
.Menilik sejarah, kata “grebeg” berasal dari kata “gumrebeg” yang berarti riuh,ribut, dan ramai. Tentu saja ini menggambarkan suasana grebeg yang memang ramaidan riuh. Gunungan pun memiliki makna filosofi tertentu. Gunungan yang berisi hasil bumi (sayur dan buah) dan jajanan (rengginang) ini merupakan simbol darikemakmuran yang kemudian dibagikan kepada rakyat
2
.Pada upacara grebeg ini, gunungan yang digunakan bernama Gunungan Jaler (pria), Gunungan Estri (perempuan), serta Gepak dan Pawuhan. Gunungan ini dibawa
2
http://jengjeng.matriphe.com/grebeg-maulud-puncak-acara-sekaten.html
3
http://wismabahasa.wordpress.com/2007/10/03/tradisi-grebeg-syawal/

Activity (54)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
hubbal liked this
Rina Dewi Astuti liked this
Fahmi Ht liked this
Ari Thegazette liked this
Azuma Mariela liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->